Manfaatkan BI Rate, IHSG Akhir Pekan Di Zona Hijau

Neraca

Jakarta – Kabar acuan suku bunga bank Indonesia (BI Rate) atau BI Rate turun 25 basis poin menjadi 5,75%, belum mampu mengangkat indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona hijau. Malah sebaliknya, indeks BEI Kamis sore ditutup terkoreksi ipis 9,711 poin (0,24%) ke level 3.978,988. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 2,474 poin (0,35%) ke level 694,471.

Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada mengatakan, IHSG melanjutkan koreksinya setelah pada minggu lalu menguat cukup signifikan. "Optimisme terhadap bailout yang akan diterima Yunani belum membuat IHSG positif,”katanya di Jakarta, Kamis (9/2).

Menurutnya, turunnya BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada kemarin belum direspon oleh saham-saham perbankan. Berikutnya, indeks BEI Jum’at akhir pekan di proyeksikan akan bergerak balik arah dengan tren penguatan indeks berada di level 3.978-3.985.

Perdagangan kemarin, indeks sektoral di lantai BEI bergerak mixed akibat aksi beli menjelang penutupan, koreksi terbanyak diderita oleh indeks sektor aneka industri. Sementara yang paling tinggi menanjak adalah sektor agrikultur.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate 25 basis poin (bps) dari 6% menjadi 5,75%. Pasalnya, inflasi terus menunjukkan penurunan. Selain itu, BI menyatakan perekonomian Indonesia masih kuat meskipun pertumbuhan lebih lambat. Sayangnya, sentimen positif ini tidak diserap dengan baik oleh para pelaku pasar.

Sentimen dari Uni Eropa masih lebih besar pengaruhnya di mata investor. Aksi jual bisa sedikit berkurang tapi tetap saja tidak mampu menyelamatkan indeks dari teritori negatif. Perdagangan sendiri berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 133.626 kali pada volume 3.85 miliar lembar saham senilai Rp 5,584 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 92 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 56.700, Resources Alam (KKGI) naik Rp 450 ke Rp 7.500, Adira Finance (ADMF) naik Rp 350 ke Rp 12.450, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 22.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.900 ke Rp 72.950, Petrosea (PTRO) turun Rp 500 ke Rp 37.800, Lionmesh (LMSH) turun Rp 475 ke Rp 4.525, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 29.050.

Pada perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 33,493 poin (0,84%) ke level 3.955,206. Sementara Indeks LQ 45 turun 6,900 poin (0,99%) ke level 690,045. Saham-saham konsumer dan agrikultur mencoba mengangkat indeks balik arah ke zona hijau. Namun, hasilnya sudah bisa ditebak, dua positif melawan delapan negatif, IHSG bertahan di zona merah.

Saham-saham berbasis aneka industri dan perdagangan terkena koreksi cukup dalam, dibarengi dengan saham-saham di enam sektor lainnya. Aksi jual didominasi oleh investor asing. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66,234 kali pada volume 1,701 miliar lembar saham senilai Rp 2,455 triliun. Sebanyak 62 saham naik, sisanya 137 saham turun, dan 78 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 56.350, Resources Alam (KKGI) naik Rp 350 ke Rp 7.400, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 ke Rp 20.850, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 100 ke Rp 22.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.400 ke Rp 72.450, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 40.600, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 550 ke Rp 46.200, dan Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 11.800.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 5,28 poin atau 0,13% ke posisi 3.983,43. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,34 poin atau 0,19% ke posisi 695,60 poin. "Investor masih mengantisipasi hasil kesepakatan penghematan anggaran Yunani yang masih akan tertunda hingga malam ini," kata Kepala Riset Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Dia mengatakan, bursa Asia pagi dibuka melemah setelah parlemen Yunani gagal menyepakati rencana penghematan anggaran dengan tidak menyetujui pemotongan tunjangan pensiun. Selain itu, sentimen negatif juga datang dari rilis data inflasi China di bulan Januari yang di luar ekspektasi naik menjadi 4,5 persen YoY dan rilis data `machinery orders` Jepang di bulan Desember yang turun.

Selain itu, lanjut dia, investor saat ini tengah mengantisipasi penetapan acuan suku bunga (BI rate) yang diperkirakan akan tetap bertahan di level 6%. Analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, pada perdagangan, secara teknikal indeks BEI diperkirakan akan bergerak menguat dengan kisaran 3.938 - 4.018. "Antisipasi akan perkembangan dari hasil negosiasi Yunani seputar penerimaan dana talangan dan restrukturisasi hutang serta pengumuman BI rate dan data inflasi China yang akan memberikan gambaran tentang kebijakan makro China dapat memberikan sentimen terhadap indeks," kata dia.

Dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk transaksi hari ini, Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Indofod Sukses Makmur (INDF), Indocement Tunggal Prakasa (INTP), Timah (TINS).

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 115,48 poin (0,53%) ke level 20.906,98, indeks Nikkei-225 turun 50,60 poin (0,56%) ke level 8.964,34 dan Straits Times melemah 14,79 poin (0,50%) ke level 2.967,47. (bani)

BERITA TERKAIT

Paramount Hadirkan Program Akhir Tahun

Paramount Hadirkan Program Akhir Tahun "Paramount Land Year-End Festival 2017" NERACA Tangerang - Paramount Land perusahaan pengembang properti menghadirkan rumah…

Perusahaan Bisa Manfaatkan Pasar Modal - Danai Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - Besarnya likuiditas di pasar modal, tentunya bisa dimanfaatkan para pelaku bisnis untuk mendanai ekspansi bisnisnya jangka panjang…

Sky House BSD Grand Launching Akhir Tahun - Menjadi Rumah Pintar Terkemuka

NERACA Jakarta – Menawarkan berbagai keunggulan fasilitas dengan teknologi canggih, proyek properti Sky House BSD+, mendapatkan respon cukup positif dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pelindo III Cari Modal di Pasar US$ 1 Miliar

Guna mendanai ekspansi bisnisnya lebih agresif lagi, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III berencana menggalang dana dari pasar modal pada 2018…

Lagi, LPPF Buka Gerai Baru di Surabaya

Perluas penetrasi pasar, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) membuka gerai baru berkonsep specialty store kedua di Pakuwon Mall Surabaya.…

Jasa Armada Pangkas Jumlah IPO Jadi 20%

Pilih cara aman atau konservatif agar saham IPO terserap di pasar, PT Jasa Armada Indonesia menurunkan jumlah saham yang di…