Dana Rp561 Miliar Selamatkan Merpati - Sempat Frustasi

NERACA

Jakarta—PT Merpati Nusantara Airline masih mendapat kepercayaan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Buktinya, pemerintah mengucurkan kembali dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp561 Miliar. Padahal MNA sempat frustasi menghadap dilemma ini. “Kami bernegosiasi dengan pihak lessor dan para vendor Merpati, hingga akhirnya dana PNM 561 miliar direalisasikan. Ini tak lepas dari dukungan Meneg BUMN Dahlan Iskan, yang terus memberi semangat di tengah rasa frustrasi yang sempat menyelimuti, “ kata Dirut Merpati Sardjono Jhonny Tjitrokusumo, Rabu di Jakarta,8/2

Diakui Jhoni, dana tersebut bukan hanya untuk melakukan revitalisasi saja. Namun sebagai tanda kembali kepercayaan public terhadap Merpati yang sempat terpuruk. Karena itu, Merpati optimis mampu memperbaiki kinerja. ““Dengan cairnya PMN, bukan saja untuk bridging saat proses perbaikan menyeluruh, melainkan jadi semangat baru bagi pengelolaan dan kebangkinan Merpati,”tambahnya

Lebih jauh kata Jhoni, memang tak terlalu banyak pergerakan dalam upaya perbaikan kinerja Merpati, sebelum turunnya dana PMN pada 30 Desember 2011 lalu. Namun Merpati membuktikan mampu tetap bernafas dan menjalankan operasional sebagaimana mestinya, sekaligus mengoptimalkan revenue dan meminimalkan biaya operasional sebisa mungkin.

Keterlambatan dari realisasi PNM terhadap Merpati, memang sempat menimbulkan rasa curiga pihak direksi kepada pemerintah, yang seolah tidak memberikan kepercayaan penuh untuk mengelolan dana 561 miliar rupiah, yang sebenarnya terasa minim dengan kondisi Merpati yang harus menutupi banyak kewajiban.

Misalnya dengan adanya penundaan selama 9 bulan juga mengakibatkan Merpati sempat terlibat banyak pinjaman hingga 250 miliar rupiah, bahkan Dirut Merpati Jhonny sempat berniat untuk mengundurkan diri. Tetapi niat Menteri BUMN Dahlan Iskan, untuk membangkitkan dan merevitalisasi Merpati, akhirnya mendapat dukungan penuh dari seluruh direksi dan karyawan. “Pak Dahlan sendiri sangat terharu melihat soliditas dan kekompakan yang luar biasa sesama karyawan dan direksi. Apalagi beliau sangat menyadari, keterpurukan yang kini dialami Merpati, bukanlah sepenuhnya datang dari mereka yang kini berada di perusahaan maskapai Merpati,” ujar Jhonny.

Menurut Jhonny, memang ada kesalahan masa lalu dalam mengelola PT MNA. Namun hal tersebut kini menjadi cambuk bagi seluruh karyawan dan direksi Merpati, agar maskapai nasional ini bisa kembali terbang tinggi. “Komitmen kami adalah, tidak mau menyianyiakan kepercayaan yang diberikan oleh negara, untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Nusantara. Kami juga optimis, bukan saja mengembalikan era keemasan Merpati, tetapi sejarah akan membuktikan Merpati akan tetap mengepakkan sayapnya, terbang tinggi di angkasa,” pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Ketum PBNU Dorong Penggerak NU Care-LAZISNU Semangat Kelola Dana Kemanusiaan

Sleman, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mendorong seluruh penggerak NU Care-LAZISNU se-Indonesia memiliki semangat yang besar dalam mengelola…

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar - Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong NERACA Depok - ‎Pemerintah Kota…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Bantah Anggaran Bocor Rp392 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menegaskan, keberhasilan dalam mengidentifikasi pos…

Target RPJMN Bidang Infrastruktur Diyakini Tercapai

      NERACA   Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyakini bahwa sasaran Rencana…

Indeks Kemudahan Berusaha Turun, Pemerintah Diminta Perbaiki Izin

      NERACA   Jakarta - Pemerintah diminta memberi kepastian pengurusan perizinan konstruksi gedung dan properti. Kepastian pengurusan izin…