Infrastruktur Terminal Impor Cocok di Luar Jawa - Guna Dorong Pertumbuhan Ekonomi

NERACA

Jakarta—Rencana pemerintah memindahkan terminal impor produk hortikultura dari Tanjung Priok ke Tanjung Perak sangat merasahkan petani holtikultura di Jawa Timur. Alasanya selain bisa merusak pasar holtikuktura di Jawa Timur. Apalagi Jawa Timur selama ini memberi kontribusi 32% pasokan komiditi holtikultura nasional. “Kita minta agar SK Menteri Pertanian terkait pemindahan terminal import tersebut ditinjau ulang, karena bisa merusak pasar komoditi holtikultura,” kata Wakil Gubernur Jawa, Saifullah Yusuf disela-sela rapat kerja dengan enam gubernur dan komisi VI DPR di Jakarta,8/2

Lebih jauh Gus Ipul-panggilan akrabnya menyarankan agar terminal import tersebut sebaiknya dipindahkan ke Pelabuhan lain di daerah yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu pertumbuhan ekonomi bisa merata ke seluruh daerah. “Kita banyak menerima keluhan dari berbagai petani dan asosiasi komoditi local holtikultura. Karena produk local akan kalah bersaing. Kita ingin melindungi komoditi local holtikultura local,”tambahnya.

Sejumlah produk komoditi local yang menjadi unggulan Jatim, kata Saiful lagi, antara lain, cabe rawit, belimbing, mangga dan lainnya “Beberpa dampak negative lainnya yang cukup berbahaya dengan rencana keberadaan terminal import tersebut adalah penyakit. Dari dampak ini, maka kerugian tidak bisa dihitung. Bahkan bisa menurunkan pendapatan petani,”tegasnya

Selama ini PDB Jatim, lanjut keponakan Gus Dur ini, secara nasional kalau untuk pertubuhan ekonomi, ditopang oleh bisnis perdagangan, perhotelan, pariwsiawata, industry olahan dan pertanian yg saling terkait dg holtikultura. Karena itulah, maka Pempov Jatim mengirim surat kepada presiden terkait keberadaan terminal import. “Sudah dikirim suratnya ke presiden. Masalahnya, SK Menteri Pertanian soal keberadaan terminal import ini , berlaku 19 Maret 2012, jadi waktunya masih ada,”paparya

Saat ditanya sebaikanya kemana terminal import tersebut dipindahkan, Saiful meminta agar dikembalikan ke tempat semula, yakni Tanjung Priok. “Kita minta ditinjau ulanglah SK Mentan, kita ingin jangan sampai Jatim diserbu produk komoditi asing meski ada pasar besar,”tukasnya

Adapun SK Mentan yang menjadi keberaran adalah SK Peratruan Menteri No 89 permentan OT. 140/12/2011 tentang perubahan atas peraturan menteri pertanian no 37 KPT pak 060/2006 tentang persyaratan teknis dan tindakan tentang karantina tumbuhan untuk pemasukan buah-buahan dan atau sayuran buah segar ke dalam wilayah RI. **cahyo

BERITA TERKAIT

Wacana Kenaikan HPP Gula Bisa Dorong Biaya Produksi UMKM

NERACA Jakarta – Wacana untuk menaikkan HPP gula akan membawa dampak bagi industri, salah satunya berpotensi menambah biaya produksi UMKM.…

Usaha Kecil - Petani Garam Rakyat Fokus Intensifikasi untuk Dorong Produksi

NERACA Jakarta – Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) akan fokus melakukan upaya intensifikasi untuk mendorong produksi garam rakyat yang…

Atasi Defisit Produksi Migas, Pemerintah Dorong Eksplorasi

      NERACA   Jakarta - Defisit minyak dan gas yang makin besar untuk memenuhi kebutuhan nasional akan mulai…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Benny Tatung Minta Kades Baru Mampu Tingkatkan Perekonomian Desa

  NERACA   Oku Timur - Sebanyak 39 Kepala Desa dari 48 Desa yang telah melakukan pemilihan beberapa waktu lalu…

Astrindo Refinancing Pinjaman Credit Suisse

    NERACA   Jakarta - Pada penghujung tahun 2018, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (Astrindo) berhasil mendapatkan dana US…

Pembangunan Perkebunan Kebijakan Jangka Panjang

      NERACA   Jakarta - Pembangunan perkebunan tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek, namun perlu kebijakan jangka panjang…