Proyek Rel KA Kaiimantan “Bernuansa” Ekologi

NERACA

Jakarta---Keseriusan Pemerintah Rusia membangun rel kereta api di Kalimantan Timur mulai dibuktikan dengan penandangan kerjasama. Apalagi proyek senilai Rp21,5 triliun ini sudah dibahas sejak 2010. “Pembicaraan mengenai proyek ini dimulai pada April 2010. Kami melakukan presentasi dan memperkenalkan teknologi yang digunakan, konstruksi dan hemat biaya," kata Perwakilan JSC Russian Railways Dennis Muratov di Jakarta,7/2

Rel kereta api itu nantinya akan menghubungkan Balikpapan (Kalimantan Timur) dengan Murung Raya (Kalimantan Tengah), dan untuk tahap awal, kereta api itu digunakan untuk mengangkut batu bara.

Lebih jauh Dennis menambahkan ada beberapa isu penting dalam pembangunan rel kereta api di Kalimantan tersebut yakni pengenalan teknologi terbarukan, inovasi, sosial dan lingkungan. "Pembangunan proyek ini juga berdasarkan prinsip ekologi," tambahnya.

Sementara itu Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek mengatakan dengan adanya pembangunan rel kereta api sangat penting bagi warga di provinsi tersebut. "Pembangunan infrastruktur merupakan hal yang terpenting di Kalimantan Timur karena mempunyai luas satu setengah kali lipat dari Pulau Jawa," ujar Awang Faroek.

Dengan adanya nota kesepahaman itu, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di daerah tersebut. "Untuk pembebasan lahan, kami sudah menggandeng tokoh adat setempat untuk melakukan sosialisasi," tambah Awang.

Awang berharap pembangunan rel kereta api bisa dilakukan pada 2013 dan selesai secepatnya. "Ke depan, kami berharap kereta api ini tidak hanya dapat mengangkut batu bara, hutan tanaman industri dan karet tetapi juga mengangkut penumpang," katanya.

Nantinya, rel kereta api ini akan digunakan untuk mengangkut batu bara dari perusahaan pertambangan milik Rusia. Per tahunnya, diharapkan rel kereta api dapat mengangkut hingga 15 juta ton di Kaltim. Awang mengatakan, ditargetkan kenaikan produksi dengan adanya moda pengangkutan baru dapat mencapai 7,6 persen. "Saat ini, Kalimantan menyumbang 60,8 persen dari produksi batu bara nasional," jelas Awang.

Sementara Direktur Kalimantan Rail Andrey Shigaev menjelaskan rel kereta api mempunyai total panjang 243 kilometer dengan nilai investasi 2,4 miliar dolar AS yang dibangun dua tahap. Pembangunan direncanakan akan dimulai pada kuartal pertama 2014 dan diharapkan selesai pada awal tahun 2017. untuk proyek ini, Rusia menggelontorkan dana hingga US$2,4 miliar atau sekitar Rp21,5 triliun.

Tahap pertama mempunyai panjang 183 kilometer dengan nilai investasi 1,8 miliar dolar AS dan tahap ke dua dengan panjang 60 kilometer dengan investasi 0,6 miliar dolar.Pekerjaan rel kereta ini akan membuka sebanyak 2.500 lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal Kalimantan dan 8.000 pekerja dari seluruh Indonesia. Tidak hanya membangun rel, Rusia juga akan menyediakan lokomotif beserta gerbong dan melaksanakan seluruh operasi pengangkutan. **cahyo

BERITA TERKAIT

Target Penjualan Agung Podomoro Stagnan - Mengandalkan Proyek Eksisting

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menargetkan marketing sales atau prapenjualan senilai Rp 4,9 triliun.…

REKOR MURI PROYEK JEMBATAN HOLTEKAMP

Proses pengangkatan dan pemasangan center span pada pembangunan Jembatan Holtekamp Jayapura yang menghubungkan daratan Holtekamp dengan daratan Hamadi, dengan panjang…

Pemerintah Hentikan Proyek Konstruksi Layang - PERLU EVALUASI TOTAL PROYEK INFRASTRUKTUR

Jakarta-Pemerintah akhirnya menghentikan sementara semua pekerjaan infrastruktur kontruksi layang (elevated) baik jalan tol, proyek LRT maupun jembatan di seluruh Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengendalian Harga Mencegah PLN Bangkrut Akibat Harga Batubara

      NERACA   Jakarta - Sesuai prinsip berbagi keadilan Kabinet Kerja Joko Widodo, maka pengendalian harga batubara melalui…

Kemampuan Moneter Calon Gubernur BI Harus Teruji

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati,…

Mendes Sebut Penyerapan Dana Desa Terus Meningkat

    NERACA   Semarang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo menyebutkan penyerapan dana…