Prospek Ekonomi Digital

Beberapa tahun lalu kita belum membayangkan sopir taksi dapat mengemudikan mobilnya sendiri tanpa terikat formal bekerja di perusahaan taksi konvensional, kini sudah terlihat dimana-mana apa yang dikenal dengan taksi online. Masyarakat berpenghasilan pas-pasan sekarang tidak lagi perlu berpikir untuk membeli mobil pribadi, tapi cukup menggunakan jasa taksi online sudah bisa pergi kemana saja tanpa halangan apapun. Gejala ini yang disebut revolusi industri keempat, yaitu dinamika perubahan cepat dengan cakupan dan dampak luas sebagai akibat digitalisasi.

Tidak hanya itu. Keahlian tenaga kerja saat ini juga mengalami perubahan. Beberapa tahun ke depan, kebutuhan tenaga kerja bukan yang memiliki jawaban atas pertanyaan, tapi yang dapat memberikan pertanyaan tepat. Pasalnya, mesin pencari di internet (google search) dapat menjawab hampir semua pertanyaan kita. Era digital membutuhkan kemampuan memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis, kreatif, serta mampu mengelola dan berkoordinasi dengan yang lain. Bukan hanya menuruti perintah atasan.

Dengan digitalisasi dan perkembangan teknologi, beberapa sektor ekonomi mengalami pengurangan tenaga kerja. Contohnya jasa administrasi, manufaktur dan industri, jasa kuliner, konstruksi dan pertambangan serta banyak jenis pekerjaan lainnya yang selama ini berfungsi standar dan berulang, pada akhirnya digantikan oleh mesin otomatis yang serba efisien.

Yang diperkirakan mengalami peningkatan tenaga kerja adalah sektor bisnis dan keuangan, manajemen dan bidang komputer. Ini disebabkan jenis pekerjaan baru akibat perkembangan teknologi digital seperti artificial intelligence, penggunaan big data dalam analisa bisnis serta penggunaan internet of things. Yaitu menghubungkan beberapa peralatan rumah tangga dan kantor dengan jaringan internet.

Perubahan budaya kerja dengan memanfaatkan digital akan memberikan opsi pekerjaan di masa depan, kecuali pekerjaan baru yang tak dapat digantikan mesin. Contohnya pekerjaan kreatif, pekerjaan yang berhubungan dengan pengelolaan data dan pekerjaan yang membutuhkan keahlian tinggi. Pembuatan konten website pada beberapa tahun lalu tidak pernah terbayangkan akan muncul. Pembuat konten website dapat bekerja di rumah dengan mengenakan pakaian tidur dan kapan saja tanpa dibatasi jam kerja serta keharusan datang ke tempat kerja.

Kedua, pekerjaan yang menggabungkan pekerjaan dengan mesin atau robot, seperti dokter atau ahli bedah yang menggunakan robot. Pekerjaan ini juga tak pernah dibayangkan sebelumnya. Pasien tidak langsung berhadapan dengan dokter bedah, tapi ditangani robot yang dioperasikan dokter bedah jauh dari sang pasien.

Tetapi untuk pekerjaan standar yang mempunyai pola tertentu dan berulang, seperti pekerja administrasi dan sopir truk. Tidak terlalu jauh lagi, layanan konsumer, baik bidang finansial bahkan hukum nantinya tidak perlu lagi dilakukan manusia, tapi digantikan mesin atau robot. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan teknologi artifical intelligence yang dapat menjawab pertanyaan standar dan berulang.

Kita menyadari disrupsi teknologi ini terjadi di seluruh dunia. Di negara maju, penyebab utama perubahan karena jam kerja lebih fleksibel. Di negara berkembang, era perubahan akan meningkatkan penduduk berpendapatan menengah yang mempunyai konsumsi dan gaya hidup yang berbeda.

Karena itu, kita perlu mempersiapkan diri. Perubahan ini sebuah keniscayaan. Perusahaan tidak dapat mempertahankan pekerjaan yang tergantikan oleh mesin, tapi dapat mempertahankan pegawai. Caranya, mempersiapkan mereka lebih fleksibel dan adaptif menghadapi perubahan. Ini juga berlaku bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang selama ini menjadi beban APBN, saatnya perlu dilakukan perubahan yang radikal. Artinya, PNS yang tidak kreatif dan inovatif mengikuti era digitalisasi, harus legowo masuk ke persiapan pensiun dini.

Bagaimanapun, akibat perbedaan kemampuan dan sikap pekerjaan di era digital ini, lembaga pendidikan baik formal maupun non formal juga perlu melakukan perubahan dan penyesuaian. Sistem pendidikan yang menghasilkan manusia yang hanya menuruti perintah atasan tidak lagi dibutuhkan. Tapi mewujudkan manusia yang dapat belajar, meninggalkan apa yang telah dipelajari dan mempelajari lagi sesuatu yang baru dibutuhkan di masa depan.

BERITA TERKAIT

Konsumen FMCG Mulai Perhatikan Media Digital

      NERACA   Jakarta – Perusahan riset Kantar Worldpanel menyatakan bahwa lanskap media di Indonesia telah mengalami perubahan.…

Mata Uang Digital Dilarang Sebagai Alat Pembayaran

  NERACA Jakarta -  Bank Indonesia memperingatkan bahwa mata uang digital (virtual currency) termasuk bitcoin dilarang digunakan sebagai alat pembayaran…

Aspek Fundamental dan Perilaku Jadi Penting - BERPENGARUH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

Jakarta-Reposisi sektor jasa keuangan dalam mendukung perekonomian suatu negara, sudah seharusnya memperhatikan aspek fundamental maupun perilaku. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi memiliki…

BERITA LAINNYA DI EDITORIAL

Inkonsistensi Kebijakan

  Ketika pemerintah memutuskan mengimpor 500 ribu ton beras khusus dari Thailand dan Vietnam untuk menjamin ketersediaan di dalam negeri…

APBN vs Utang Negara

Di tengah gencarnya pemerintah menerbitkan surat berharga negara (SBN) sebagai upaya untuk menutupi kelangkaan likuiditas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara…

Ulah Permainan Kartel?

Kenaikan harga beras medium belakangan ini hingga melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, ternyata banyak menimbulkan pertanyaan dari…