Pertamina Konsisten Kembangkan Energi Terbarukan

NERACA

Jakarta - PT Pertamina (Persero) secara konsisten mengembangkan energi baru dan terbarukan bagi masyarakat Indonesia memasuki usianya ke-60 tahun pada 10 Desember 2017. Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik mengatakan pihaknya terus menyiapkan diri mengantisipasi kebutuhan energi baru terbarukan di masa depan. "Mengantisipasi kebutuhan energi terbarukan di masa depan, perusahaan sudah sejak lama menjalankan operasi di bidang energi baru terbarukan yaitu panas bumi," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/12).

Menurut dia, baru-baru ini Pertamina menambah kapasitas terpasang pembangkit panas bumi sebesar 55 MW setelah beroperasinya proyek Ulubelu Unit 4. Saat ini total kapasitas terpasang panas bumi Pertamina menjadi 587 MW. Massa menyatakan, tidak hanya panas bumi, Pertamina juga siap berpartisipasi di bidang energi terbarukan seperti panel surya, angin, mikrohidro, green diesel, bahkan mungkin sampai ke bisnis penyimpanan (storage) dalam jangka menengah.

Perusahaan pun terus membuka diri untuk bekerja sama dengan para pemain eksisting, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya untuk dapat mengakselerasi kemampuan Pertamina. "Kami siap melakukan 'partnership', berinvestasi atau 'chip-in' di perusahaan lain yang mempunyai atau telah mengembangkan teknologi sebelumnya. Melalui acara Pertamina Energy Forum (PEF) 2017 ini lah, sejatinya Pertamina ingin membuka peluang pengembangan bidang 'sustainable and renewable energy', salah satunya dengan belajar, bekerja sama, dan bertukar wawasan dengan para ahli dan pembicara di forum ini," ujar Massa dalam PEF di Jakarta, Selasa (12/12).

Ia menambahkan saat ini penyediaan sumber energi, baik energi konvensional maupun energi baru dan terbarukan yang dikelola Pertamina sudah lebih efisien, bersih dan efektif. Menurut Massa, kesadaran akan pentingnya energi terbarukan di kalangan internasional juga makin meningkat. "Untuk itu, Pertamina ingin memastikan diri untuk berada di baris terdepan," ujarnya. Dari perspektif internasional, lanjutnya, terdapat kesepakatan PBB untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang dituang dalam Perjanjian Paris (Paris Agreement) pada 2016.

Saat ini, bahan bakar berstandar Euro 4 dan Euro 5 pun sudah semakin lazim diterapkan di berbagai negara, karena lebih ramah lingkungan. "Di dalam negeri, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah berkomitmen untuk mengurangi emisi rumah kaca hingga 29 persen pada 2030," katanya. Pemerintah telah berupaya meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional ke level 23 persen pada 2025 dari tujuh persen pada 2016.

Pemerintah juga memiliki visi untuk beralih dari bahan bakar fosil ke energi bersih dan hijau untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di masa depan. "Jadi, ini lah tantangan untuk kita karena Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup secara konsisten ingin mendorong energi terbarukan ini untuk memiliki peran yang lebih besar pada masa yang akan datang. Kami juga menyambut baik standar pemerintah untuk menuju ke standar Euro 4 pada 2021. Kami juga mulai meng-'upgrade' kilang-kilang dalam mengantisipasi hal ini," jelas Massa.

BERITA TERKAIT

Serap 100% Hasil Rights Issue - DAYA Fokus Kembangkan Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta - PT Duta Intidaya Tbk (DAYA) melaporkan telah menggunakan seluruh dana yang didapat dari Penambahan Modal dengan Hak…

Kementerian ESDM-Polri Teken MoU Pengamanan Bidang Energi

Kementerian ESDM-Polri Teken MoU Pengamanan Bidang Energi NERACA Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan…

AXA Mandiri Fokus Kembangkan Digitalisasi

      NERACA   Jakarta - Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) Handojo G. Kusuma terus…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bantuan 50 Ekor Ayam Kementan Bantu Kehidupan Masyarakat

    NERACA Tasikmalaya - Kehidupan Cicih, seorang buruh tani di Desa Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi…

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PII Ingin Berikan Kenyamanan Berinvestasi - Indonesia PPP Day 2019

  NERACA Singapura - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan Indonesia Public Private Partnership (PPP) Day 2019 di Singapura pada Selasa, (15/01)…