Pasal Ujaran Kebencian: Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar

Pasal Ujaran Kebencian: Peradi Nilai Eggi Sudjana Tak Melanggar

NERACA

Jakarta - Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) menilai pernyataan advokat Eggi Sudjana seusai sidang terkait Perppu Ormas di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu, tidak menyalahi undang-undang. Pernyataan Eggi dinilai belum off side."Menurut kami pernyataan-pernyataan Eggi itu adalah murni buah pikirnya saja, diduga keras tidak ada niatan ujaran kebencian terhadap ajaran-ajaran agama lain," kata Ketua bidang Pembelaan Profesi DPN Peradi Dr (C). Tasman Gultom SH MH AAAI (K) CLA yang didampingi Wakil Sekretaris bidang Pembelaan Profesi Bahrain SH MH dan Anggota Bidang Pembelaan Profesi lainnya (Andrian Bayu Kurniawan, Justiarta Hadiwinata, Andra Reinhard Pasaribu & Riana), kepada wartawan di gedung Grand Soho Jakarta, Kamis (7/12)

Peradi, dalam kasus ini diminta oleh Bareskrim Polri (diwakilkan kepada AKBP Hujra Soumena SIK MH), untuk memberikan keterangan Ahli terkait Penyelidikan dugaan tindak pidana di muka umum, menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan dan atau diskriminasi ras, etnis, suku agama atau golongan tertentu sebagaimana dimaksud dalam pasal 156 KUHP dan atau 156A KUHP yang diduga keras dilakukan oleh Advokat Eggi Sudjana. Polri sudah mengetahui saat ini ada tiga Peradi dan Egi juga tak lagi anggota Peradi, khususnya Peradi yang pimpinan Fauzi Yusuf Hasibuan & Thomas Edison Tampubolon.

"Mereka berfikir Peradi pimpinan Fauzi Yusuf Hasibuan - Thomas Tampubolon adalah organisasi advokat yang paling netral dalam memberikan pendapat. Faktanya juga Peradi kita ada MoU dengan Mabes Polri. Faktanya juga Eggi Sudjana masih terdaftar sebagai anggota di Peradi kami," kata Tasman. Kalaupun tidak terdaftar, kami tetap bersedia memberikan keterangan secara proporsional dan profesional terhadap seluruh Profesi Advokat Indonesia," papar Tasman.

Seperti diketahui, Eggi Sudjana dilaporkan oleh sejumlah ormas ke Bareskrim Polri, terkait dengan video wawancara Egi, di Gedung MK, 2 Oktober 2017. Menurut Egi, ajaran selain Islam bertentangan dengan sila pertama Pancasila. Egi sendiri membantah bahwa ucapannya itu bertujuan untuk mendiskreditkan agama selain Islam. Hal itu lebih ditujukan bagi efek Perppu Ormas bagi kelangsungan organisasi keagamaan.

Menurut Tasman, kalau memang Eggi menyalahi Undang-undang, harusnya MK menyatakan bahwa Eggi contem of court,"faktanya kan tidak. Sebagai advokat kami nilai Eggi masih dalam koridor dan dalam batas-batas menjalankan fungsi profesi advokat," jelas Tasman.

Ia menambahkan, di dalam pasal 16 Undang-undang No. 18 tahun 2003 tentang advokat berbunyi, dalam menjalankan profesinya seorang advokat mempunyai hak imunitas baik di dalam maupun diluar pengadilan, dan ini dikuatkan oleh putusan MK No. 26/PUU-XI/2013. Dalam UU No. 18 tahun 2003 tersebut memang diatur mengenai hak imunitas atau kekebalan hukum terhadap seseorang advokat dalam menjalankan profesinya.

Pasal 16 : Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan Klien dalam sidang pengadilan. (Penjelasan:Yang dimaksud dengan “iktikad baik” adalah menjalankan tugas profesi demi tegaknya keadilan berdasarkan hukum untuk membela kepentingan kliennya. Danyang dimaksud dengan “sidang pengadilan” adalah sidang pengadilan dalam setiap tingkat pengadilan di semua lingkungan peradilan). Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

Pengamat: Nilai Profesi Advokat Ada Yang Hilang

Pengamat: Nilai Profesi Advokat Ada Yang Hilang NERACA Jakarta - Pengajar hukum pidana Universitas Bung Karno Azmi Syahpura menilai fenomena…

Tak Hanya Diusut, KPK Diminta Sita Aset - Kasus BLBI

    NERACA   Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk mengusut kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang…

Summarecon Bangun Infrastruktur Pacu Nilai Investasi - Gandeng Pemda Jabar

NERACA Jakarta - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melalui unit usahanya, Summarecon Bandung, PT Mahkota Permata Perdana menjalin kerja sama…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Ketua KPK - Perguruan Tinggi Belum Peka Soal Korupsi

Agus Rahardjo Ketua KPK Perguruan Tinggi Belum Peka Soal Korupsi Medan - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menilai…

KPK Ingatkan Jauhi Politik Uang Momentum Pilkada

KPK Ingatkan Jauhi Politik Uang Momentum Pilkada NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan agar pasangan calon Kepala Daerah…

Koperasi Berkualitas Bila Anggotanya Bertambah

Koperasi Berkualitas Bila Anggotanya Bertambah NERACA Tangerang - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram menekankan bahwa sebuah koperasi bisa…