Saratoga Beri Pelatihan TOT 46 Guru di Indonesia - Dukung Kreatifitas Guru

Masih dalam memperingati hari guru nasional ke-72, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga) sebagai perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia menunjukkan kepedulian terhadap profesi guru dengan memberikan pelatihan TOT (Training of Trainers) berbasis lingkungan, budaya dan teknologi kepada 46 guru yang telah diseleksi lebih dari 200 guru di Indonesia pada program Saratoga Berbagi “To Be A New Green Leader” batch III.

Kegiatan tersebut merupakan komitmen Saratoga sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mengembangkan kemampuan sumber daya manusia sehingga lebih kreatif, produktif dan berkualitas. DirekturKeuangan Saratoga,Jerry Ngo dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengatakan,sebagai perusahaan yang menjalankan prinsip good corporate governance, Saratoga memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan investasi sumber daya manusia (human capital) melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR).”Investasi di bidang pendidikan yang berkualitas dapat memajukan kehidupan bangsa. Melalui peningkatan kualitas dan kapasitas sumber daya manusia yang strategis akan mendorong perubahan ke arah yang lebih baik yang selalu dibutuhkan. Hal inilah yang juga menjadi konsen Saratoga,”ujarnya.

Menurut Jerry, guru adalah ujung tombak dalam meningkatkan pendidikan berkualitas.Seorang guru penting memiliki bekal yang cukup dalam melakukan transfer knowledge kepada murid maupun lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, lanjutnya, Saratoga sangat bangga terhadap para guru di Indonesia, selain berprofesi sebagai tenaga pendidik, para guru ini memiliki ilmu yang sangat potensial untuk dikembangkan. Jika ilmu ini diterapkan di lingkungannya, mereka akan menciptakan ekonomi mandiri dan secara tidak langsung mendukung peningkatan perekonomian negara.

Head of Corporate Communications & CSR Saratoga, Catharina Latjuba menjelaskan, Saratoga melihat investasi sumber daya manusia sebagai pilar utama dalam mendukung pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menyatakan bahwa investasi sumber daya manusia (SDM) sama pentingnya dengan investasi pembangunan yang lain. Hal ini juga didukung oleh Bank Dunia yang menjelaskan investasi sumber daya manusia dalam bidang pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial sangat diperlukan karena dapat memberikan kesempatan untuk meningkatkan tingkat perekonomian.

Program Saratoga Berbagi “To Be A New Green Leader”di bidang pendidikan berbasis lingkungan, budaya dan teknologi ini dilaksanakan selama 10 hari dengan menggandeng Eco Camp (Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup) yang memiliki pengalaman dalam menerapkan ilmu pengembangan diri, manajemen individu dan tim sebagai landasan keilmuan yang dibutuhkan untuk menciptakan pribadi yang berkualitas. Selain teori, peserta juga mendapatkan kesempatan praktek secara langsung untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh.

Kegiatan Saratoga Berbagi ini telah menciptakan lebih dari 100 guru yang memiliki kualitas unggul di bidangnya. Sejumlah alumni Saratoga Berbagi berhasil mengembangkan ide dan kreatifitas di wilayahnya masing – masing seperti seorang guru yang mengaplikasikan Solar Cell di Sekolah Bina Insan Mandiri Medan yang manfaatnya dirasakan oleh ratusan siswa di wilayah tersebut. Di wilayah lain seperti Tabalong, Kalimantan Selatan alumni Saratoga Berbagi dapat membentuk komunitas Green Ranger yang diikuti oleh lebih dari 100 anak muda yang memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan dengan baik bahkan memprakarsai ide bank sampah dengan memisahkan sampah sesuai jenisnya yang pada akhirnya memberikan keuntungan bagi masyarakat di sekitarnya. “Kami berharap para guru-guru ini akan menjadi agen perubahan yang berkualitas sehingga ilmunya dapat diterapkan dan diikuti oleh murid-murid dan masyarakat di lingkungan sekitarnya dan pada akhirnya akan menciptakan masyarakat yang lebih produktif sehingga semakin banyak kontribusi yang diberikan untuk bangsa dan negara,”kata Catharina.

BERITA TERKAIT

Merefleksikan Semangat Natal untuk Indonesia Damai & Bermartabat

  Oleh: Faturahman Dewantara, Pemerhati Masalah Sosial, aktif di Lembaga Kajian Ketahanan Sipil   Seolah telah menjadi tradisi bahwa setiap…

Gerakan Antikorupsi Indonesia Raih Penghargaan PBB

Gerakan Antikorupsi Indonesia Raih Penghargaan PBB NERACA Jakarta - Gerakan "Saya Perempuan Anti Korupsi" dari Indonesia, yang merupakan bagian dari…

OJK: Investasi Bitcoin Ilegal di Indonesia - RISIKO MATA UANG DIGITAL JANGAN DIANGGAP RINGAN

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa investasi mata uang digital seperti bitcoin, altcoin, belum berizin secara resmi di Indonesia. OJK…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga - Istri Nelayan Diberdayakan Lewat Edukasi Keuangan

Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung perluasan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, HSBC bekerja sama dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF)…

Berbagi Kasih dan Sukacita Sambut Natal - Telkomsel Bantu 5000 Anak Yatim Piatu di 4 Kota

Berbagi kebahagian dan kecerian dalam rangka menyambut hari raya Natal 2017, Telkomsel menggelar rangkaian kegiatan kepedulian sosial dengan tema “Saatnya…

Dukung Kreatifitas Guru - Saratoga Beri Pelatihan TOT 46 Guru di Indonesia

Masih dalam memperingati hari guru nasional ke-72, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (Saratoga) sebagai perusahaan investasi aktif terkemuka di Indonesia…