Garuda Targetkan 80% Penumpang

Penerbangan Surabaya-Bandung

Selasa, 31/01/2012

NERACA

Surabaya---PT Garuda Indonesia Tbk menargetkan tingkat isian penumpang (load factor) rute baru Surabaya-Bandung 80% karena besarnya animo pasar transportasi udara terhadap penerbangan langsung tersebut. "Hal tersebut karena selama ini masyarakat Bandung yang ingin ke Surabaya harus ke Jakarta terlebih dulu," kata `Marketing and Sales` PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Cabang Surabaya, Antony Zulkarnaen, ditemui di sela pameran Garuda Vaganza di Atrium Galaxy Mall Surabaya, Senin.

Menurut Antony, penerbangan langsung yang mulai diterapkan per 10 Februari mendatang sangat efektif membantu masyarakat dalam mendapatkan akses dan sarana transportasi yang mudah dan tarif penerbangannya terjangkau. "Apalagi, kami selalu berkomitmen menghadirkan penerbangan dengan tingkat keamanan tinggi," tambahnya

Terkait jenis armada yang dioperasionalkan di rute tersebut, ungkap dia, memakai pesawat Boeing 737-500. Armada itu memiliki kapasitas sebanyak 96 kursi meliputi 84 kursi kelas ekonomi dan 12 kursi eksekutif. "Jadwal penerbangannya, setiap hari ada satu penerbangan yakni berangkat dari Surabaya pada pukul 12.35 WIB dan tiba di Bandung pukul 13.45 WIB. Sebaliknya, dari Bandung penumpang bisa berangkat pukul 14.30 WIB dan datang di Surabaya pukul 15.45 WIB," ucapnya

Menyikapi pembukaan rute baru tersebut, "Vice President Corporate Communications" PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Pujobroto, mengurai, para penumpang dari Bandung ke Surabaya juga dapat meneruskan penerbangannya ke kota lain seperti Bali dan Makassar. "Selain membuka rute baru, kami menambah frekuensi penerbangan seperti Jakarta-Pekanbaru dari lima kali menjadi enam kali per hari dan Jakarta-Batam dari empat kali menjadi lima kali setiap hari," katanya.

Di samping itu, kata Pujo, sejak Oktober 2011 Garuda Indonesia telah menambah frekuensi penerbangan rute Denpasar-Sydney dari enam kali menjadi tujuh kali setiap pekan dan Denpasar-Seoul dari lima kali menjadi tujuh kali per pekan. "Lalu, frekuensi penerbangan Jakarta-Melbourne dari tiga kali menjadi empat kali setiap pekan dan Denpasar-Melbourne dari empat kali menjadi lima kali setiap pekan," terangnyakatanya.

Bahkan, lanjut Pujo, pada bulan Desember 2011 menambah frekuensi penerbangan rute Jakarta-Shanghai dari lima kali menjadi tujuh kali setiap pekan, Jakarta-Beijing dari tiga kali menjadi lima kali setiap pekan, dan rute Jakarta-Seoul dari enam kali menjadi tujuh kali setiap pekan.

Sementara itu, Komisi V DPR mempermasalahkan manajemen Garuda Indonesia yang baru memberikan sertifikat kepada awak kabin. Padahal sesuai peraturan perundang-undangan awak kabin termasuk pramugari harus berlisensi dari pemerintah. "Sebagaimana disampaikan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) ternyata mereka baru memiliki sertifikat, belum memiliki lisensi dari pemerintah," kata anggota Komisi V Muchtar Amma.**cahyo