Asean – India Jadi Generator Ekonomi Dunia

NERACA

Manila - Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan India memiliki potensi yang sangat besar yakni pasar bersama yang mencapai 2 miliar orang dan total GDP US$4,5 miliar. Dari data tersebut, ASEAN - India selayaknya dapat menjadi salah satu generator ekonomi dunia. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menghadiri KTT ke-15 ASEAN-India yang juga dihadiri oleh Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Pertemuan tersebut digelar di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina, Rabu (15/11).

“Namun, neraca perdagangan dan investasi kita masih jauh dari optimal,” ujar Presiden. Indonesia juga mengapresiasi kemajuan kerja sama kemitraan ASEAN-India selama 25 tahun. Sebagai momentum untuk mendorong penguatan kerja sama menuju puncak perayaan ASEAN-India Commemorative Summit tahun depan. “Saya ingin garis bawahi optimalisasi kerja sama ekonomi ASEAN-India sebagai prioritas bersama,” kata Kepala Negara.

Optimalisasi kerja sama ekonomi tersebut dilakukan melalui berbagai langkah termasuk melalui percepatan penyelesaian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). “Keberhasilan RCEP mengirimkan pesan kuat bahwa integrasi ekonomi dapat menghasilkan manfaat bagi semua,” tutur Presiden. Ia mengingatkan bahwa hingga kini dunia masih terus dibayangi ketidakpastian. “Untuk itu ASEAN dan India perlu memperkuat kerja sama penguatan arsitektur keamanan kawasan dan kerja sama maritim termasuk melalui EAS dan IORA di Samudera Hindia, dan penyelesaian ASEAN-India Maritime Transport Agreement,” ujar Presiden.

Disamping itu, Indonesia juga mengangkat isu tentang pemberdayaan ekonomi sebagai kunci pengentasan kemiskinan. “Presiden Joko Widodo terus memperjuangkan isu kesenjangan dalam diplomasi international yang melibatkan 21 pimpinan negara APEC, melihat bahwa kesenjangan ekonomi terjadi di mana-mana, bukan hanya pada negara berkembang, melainkan juga pada negara maju,” kata Ketua ABAC Indonesia Anindya Bakrie.

Anindya menjelaskan, Presiden Jokowi juga memaparkan pencapaian langkah pengentasan kemiskinan dalam tiga tahun terakhir dalam forum tersebut. Poin yang dikedepankan adalah bagaimana menciptakan suatu kondisi yang bisa menyelaraskan antara pertumbuhan ekonomi dengan ekonomi yang berkeadilan di masyarakat. Dari poin besar itu, tutur Anindya, Presiden Jokowi menjabarkan ke tiga langkah yang telah dilakukan pemerintah.

Pertama, soal program dana desa dan penguatan lembaga dana desa, lalu program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta program ekonomi digital. Untuk program dana desa, Presiden Jokowi menekankan bahwa pemerintah bukan sekadar mengucurkan dana Rp 800 juta per desa, tetapi juga memberdayakan dana itu sebagai cash for work.

BERITA TERKAIT

ASEAN dan Kemiskinan

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo ASEAN yang kini menapaki 51 tahun ternyata…

Dampak Ekonomi Pesta Olahraga Asian Games 2018

NERACA Jakarta-Pesta olahraga spektakuler di Asia, Asian Games 2018, resmi dibuka Presiden Jokowi di Jakarta, Sabtu (18/8). Indonesia sebagai tuan…

Harian Ekonomi NERACA Genap 33 Tahun

  Di tengah maraknya bermunculan media online belakangan ini, ternyata  masih banyak orang di negeri ini yang tetap setia setiap…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Rupiah dan Neraca Perdagangan Perlu Jadi Perhatian Capres

      NERACA   Jakarta - Kondisi ekonomi Indonesia yang naik turun belakangan ini wajib menjadi perhatian para Calon…

TM Seasons City Ikut Meriahkan Asian Games 2018

  NERACA   Jakarta - Menyambut kemeriahan pesta olahraga Asian Games 2018, TM Seasons City melibatkan lebih 2.500 pelari ramaikan…

Bangun Infrastruktur, Jangan Bebani Devisa

    NERACA   Jakarta - Anggota Komisi XI DPR Johnny G. Plate menginginkan pembangunan infrastruktur jangan sampai membuat defisit…