LG Ingin Jadi Market Leader - Luncurkan AC Komersial Multi V5 VRF

NERACA

Jakarta – PT LG Electronics Indonesia (LG) baru saja memperkenalkan Air Conditioners (AC) untuk komersial dengan penggunaan teknologi kompresor inverter yang diberi nama Multi V5 VRF (Variable Refrigerant Flow). General Manager SEA Regional Air Solution Leader PT LG Electronics Indonesia Yong Kim mengatakan bahwa saat ini market share LG masih berada di urutan ke tiga. Dengan teknologi-teknologi yang diciptakan oleh LG, kedepannya ia menargetkan bisa menjadi market leader.

“Saat ini kita masih di urutan ke tiga. Kita menargetkan di 2018 mencapai posisi ke 2 dan nantinya bisa menjadi market leader,” ungkap Yong Kim saat peluncuran AC LG Multi V5 di Jakarta, Senin (13/11). Di tempat yang sama, Air Conditioning Business Leader PT. LG Electronics Indonesia, Dae Hyun Kim mengatakan kehadiran Multi V 5 menjadi wujud bagian filosofi perusahaan yaitu inovasi untuk kehidupan lebih baik. “Lebih dari sekedar pengaplikasian teknologi inverter, pendingin ruangan skala gedung ini menjadi cerminan keberhasilan inovasi kami membawa teknologi inverter pada tingkatan lebih tinggi,” katanya.

Pernyataan ini menurutnya merujuk pada berbagai inovasi yang terbenam dalam Multi V 5 VRF. Menjadi generasi kelima dan terkini dari solusi pendingin ruangan skala gedung, menurutnya, pengembangan Multi V 5 VRF berfokus pada dua faktor utama yaitu penggunaan energi lebih efisien dan kenyamanan penggunaan. Kedua fokus inilah yang kemudian mewarnai empat fitur utamanya yaitu Dual Sensing Control, Ultimate Inverter Compressor, Ocean Black Fin dan Continuous Heating.

Menjadi salah satu andalan LG MULTI V 5, fitur Dual Sensing Control membantu unit pendingin ruangan ini mengevaluasi kondisi iklim hingga detail terkecil. Bila sistem pendingin ruangan konvensional hanya melacak suhu, LG MULTI V 5 melakukan pengukuran suhu dan tingkat kelembaban dalam ruangan maupun lingkungan luar ruang yang melingkupinya.

Sementara fitur, Ultimate Inverter Compressor yang melekat pada kompresor berteknologi inverter ini merujuk pada kemampuan besarnya dalam memberikan tingkat efisiensi dan performa kerja yang diklaim lebih handal. Salah satu pengembangan kompresor ini terlihat dari peningkatan rentang putaran kompresor. Bila generasi sebelumnya hanya mampu beroperasi pada rentang 15 Hz hingga 150 Hz, kompresor generasi terkini yang dibawa LG Multi V 5 sanggup beroperasi dalam rentang 10 Hz sampai dengan batas tertingginya yaitu 165Hz. Semakin melebarnya rentang ini memberikan kemampuan lebih baik bagi LG Multi V 5 untuk bekerja lebih efisien dalam penggunaan energi sekaligus lebih cepat mencapai suhu yang diinginkan.

Kapasitas ODU Besar. Kinerja kompresor yang lebih baik ini mendukung penuh desain kipas biomimetic (biomimetic fan)inovatif dan penyalur panas 4 sisi (4-sided heat exchanger). Kerja terintegrasi inilah yang kemudian memungkinkan sebuah ODU LG Multi V 5 mencapai 26HP.

Dan fitur Ocean Black Fin, memastikan seluruh kehandalan LG Multi V 5 dapat terjaga performanya untuk rentang waktu panjang, LG menanamkan Ocean Black Fin sebagai penukar panas (heat exchanger) besutannya yang dilengkapi dengan Dual Protection. Perlindungan ganda ini berwujud terapan dua lapisan yang pula terlapisi material khusus pada kedua sisinya.

Sengaja dibuat demikian untuk memastikan LG Multi V 5 terlindung dari berbagai substansi penyebab korosi atau karat. Seperti halnya garam, pasir dan elemen lain yang terbawa angin laut ataupun polusi industrial yang didapat dari lingkungan sekitar.

BERITA TERKAIT

Acer Luncurkan Notebook Gaming Predator Triton 700

Acer Indonesia mengumumkan kehadiran produk terbarunya dari lini Predator gaming series di pasar Indonesia, Predator Triton 700. Memiliki ketebalan 18,9mm,…

Setia Luncurkan Apartemen UNO di Melbourne

NERACA Jakarta- Sukses dengan peluncuran proyek apartemen Sapphire By The Gardens di Melbourne CBD, dengan angka penjualan mencapai 80 persen…

BEI Bakal Luncurkan Indeks Baru di Pasar - Gandeng Perusahaan Indeks Global

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, mendorong PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Rucika Ingin Lebih Kuat Di Industri Perpipaan - Kaloborasi dengan Mitra Internasional

    NERACA   Jakarta – PT Wavin Duta Jaya yang merupakan produsen pipa PVC dengan produknya Wavin dan Rucika,…

Kementan Diminta Jujur Ungkap Data Pangan

      NERACA   Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Ichsan Firdaus meminta Kementerian Pertanian jujur soal data…

Ekonomi 2018 Diprediksi Mampu Tumbuh Minimal 5,1%

      NERACA   Jakarta - Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menilai…