Riset Genetika dan Pendampingan Difabel - FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter

Riset Genetika dan Pendampingan Difabel

FK Unswagati Tingkatkan Kualitas Calon Dokter

NERACA

Cirebon - Tidak banyak kampus di negeri ini yang fokus pada riset standar internasional sekaligus pengabdian kemanusiaan. Di antara yang sedikit itu, Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon melangkah jauh untuk pengembangan riset kelas dunia. Riset berstandar internasional dan pengabdian Fakultas Kedokteran Unswagati menjadi ritme akademik di kampus ini. Dokter dan calon dokter dari Unswagati juga didorong terjun langsung di tengah masyarakat untuk pengabdian, di antaranya mendampingi masyarakat yang mengalami kelainan genetika dan difabel.

Rektor Unswagati, Prof. Dr. H. Rochanda Wiradinata, MP, mengungkapkan betapa pimpinan dan tim dosen Unswagati bekerja keras untuk percepatan akademik dan riset."Kami fokus pada pengembangan akademik dan riset-riset berstandar internasional. Dosen-dosen kami pacu untuk mempublikasikan risetnya di jurnal internasional berstandar akademik, agar memiliki kontribusi keilmuan yang dikenal di level dunia. Kami juga mendorong program-program pendampingan dan pengabdian untuk kemanusiaan," ungkap Prof. Rochanda kepada wartawan, Senin (16/10).

Rektor Unswagati menambahkan bahwa pengabdian untuk kemanusiaan sangat penting, sebagai pilar tridharma pendidikan, selain pengajaran dan riset."Kami terus bekerja keras memperbaiki kualitas akademik, alhamdulillah secara bertahap akreditasi selalu naik. Terbaru, Fakultas Kedokteran memperoleh level akreditasi B. Sudah bagus bagi kampus ini, tapi kami akan terus dorong hingga mencapai A," ungkap dia.

Dekan Fakultas Kedoteran Unswagati, dr. Catur Setiya Sulistiyana,M.MedEd, menjelaskan para calon dokter didikan FK Unswagati akan ditempa sebagai dokter dengan integritas, kualifikasi, dan pengabdian untuk kemanusiaan."Kami ingin para dokter lulusan kampus ini memiliki kontribusi besar di masyarakat, mereka dapat menjadi leader dalam transformasi kesehatan dan memberi solusi pada tantangan kemanusiaan. Kami mendorong riset-riset akademik berstandar internasional, di antaranya fokus pada riset kolektif tentang genetika. Kami juga merancang program pendampingan untuk komunitas difabel," jelas Catur.

Ke depan, FK Unswagati berfokus pada peningkatan level calon dokter yang berstandar internasional, dan siap dengan profesinya."Kami mendorong lahirnya dokter-dokter yang mengabdi pada kemanusiaan, dokter profesional pada keahliannya serta memiliki tanggungjawab di tengah masyarakat," ujar dia.

Dalam proses reakreditasi Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon , tampak jelas bagaimana peran nyata dan bukti dari Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunungjati Cirebon, Raden Dadang Sukandar Kasidin.

Adapun peran Ketua Yayasan didalam reakreditasi tersebut meliputi 3 tahap, yakni mendukung dan membantu pada saat Tim Akreditasi FK Unswagati menyiapkan borang sebelum akreditasi. Berperan serta saat visitasi yang dilakukan oleh asesor dari LAM PTKes mulai dari saat penjemputan, pelaksanaan visitasi sampai pada teknis pelaksaan visitasi dengan memberikan arahan-arahan pada Tim Akreditasi. Serta membantu agar hasil reakreditasi bisa berhasil baik bahkan sampai pada agar hasil reakreditasi bisa cepat keluar hasilnya namun tentunya dengan hasil yang maksimal.

"Kami bersyukur hasil bisa keluar dalam waktu kurang dari 1 bulan dan Fakultas Kedokteran Unswagati mendapatkan hasil akreditasi B," kata Raden Dadang Sukandar Kasidin.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap mahasiswa, Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati membangun Campus 2 Fakultas Kedokteran Unswagati . Hal itu sesuai dengan komitmen yang tinggi dari Bapak H Raden Dadang Sukandar Kasidin sebagai Ketua Yayasan untuk meningkatkan mutu dan kualitas Fakultas Kedokteran Unswagati Cirebon agar dapat bersaing dengan Fakultas Kedokteran besar yang ada di Indonesia bahkan Fakultas Kedokteran Negeri.

Awalnya pembangunan itu tidak berjalan dengan baik karena dalam waktu 10 bulan proses perijinan belum juga disetujui, namun berkat bantuan dan dukungan dari Raden Dadang Sukandar Kasidin sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunungjati, proses pembangunan dapat dilaksanakan dan lancar bahkan saat ini pembangunan tahap I sudah mencapai 70 % dan diperkirakan pada bulan maret 2018 Campus 2 Fakultas Kedokteran Unswagati dapat dipergunakan.

Selain pembanguanan peran yayasan juga membantu dalam hal pembiayaan yang berdasarkan pada kemandirian sehingga tidak bergantung dari pihak luar.

Kampus Unswagati selama ini dikenal sebagai kampus rakyat yang memiliki program riset dan pengabdian akademik yang menjawab tantangan masyarakat. Fakultas Kedokteran Unswagati, telah meluluskan 126 dokter yang tersebar dalam karir profesional di beberapa kawasan nasional dan institusi luar negeri.

Saat ini, mahasiswa FK Unswagati sejumlah 322, dan mahasiswa profesi sejumlah 96 calon dokter. Adapun staf akademiknya memenuhi kualifikasi Kemenristek Dikti, dengan dosen dokter 57, dosen tidak tetap 36, serta 47 dosen untuk kualifikasi profesi.

Riset-riset internasional yang dikembangkan FK Unswagati patut menjadi referensi. Serta, keberpihakan pada pendampingan komunitas difabel layak menjadi rujukan pengabdian kemanusiaan. Mohar

BERITA TERKAIT

Globalisasi, Demokratisasi, Liberalisasi, dan Digitalisasi

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Masalah Ekonomi dan Industri   Empat kata yang menjadi judul tulisan ini telah menjadi realitas yang…

Pajak e-Commerce, Asas Equity, dan Kisah Graham Bell

Oleh: Andi Zulfikar, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak *) Siapa yang tidak mengenal Alexander Graham Bell? Lelaki yang lahir di Edinburgh, Skotlandia,…

OJK Minta BPR Syariah Tingkatkan Modal Inti

      NERACA   Surabaya - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur mendorong agar Bank Perkreditan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

50 Anggota BPSK Berbagai Daerah Ikuti Bimtek Dasar

50 Anggota BPSK Berbagai Daerah Ikuti Bimtek Dasar NERACA Jakarta - Sebanyak 50 orang anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK)…

Pemprov Sumsel Kaji Potensi PAD 2018

Pemprov Sumsel Kaji Potensi PAD 2018 NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melalui dinas terkait melakukan kajian…

Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Pangan Aman

Pemkot Bandung Pastikan Ketersediaan Pangan Aman NERACA Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan ketersediaan pangan hingga akhir periode tahun…