SDPC Patok Rights Issue Rp 110 Per Saham

NERACA

Jakarta - Emiten farmasi, PT Millennium Pharmacon International Tbk (SDPC) telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 110 per saham. Sehingga, emiten distributor produk kesehatan itu bakal meraup dana segar sekitar Rp 60,06 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, SDPC menetapkan harga pelaksanaan perolehan dana itu mengacu pada jumlah saham yang diterbitkan perusahaan, yakni sebanyak 546 juta saham atau setara 42,86% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan. SDPC menggelar aksi korporasi ini melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Adapun setiap pemegang empat saham lama akan memiliki tiga HMETD, dimana setiap satu HMETD memberikan hak atas satu saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Pharmaniaga International Corporation Sdn Bhd menjadi pembeli siaga dalam rights issue SDPC. Pharmaniaga tak lain merupakan pemegang 55% saham SDPC.

Sebagai informasi, hasil dana yang dihimpun lewat rights issue akan digunakan untuk mengakuisisi 15% saham PT Errita Pharma, produsen obat generik yang beroperasi di Bandung. Direktur Utama PT Millenium Pharmacon Internasional Tbk, Muhamad Muhazni bin Mukhtar pernah bilang, perseroan akan memanfaatkan pasar obat generik dengan mengakuisisi pabrik obat generik.”Saat ini kontribusi penjualan obat generik baru 5% dari total penjualan kami. Oleh karena itu, dengan akuisisi ini diharapkan pertumbuhan penjualan obat generik kami akan tumbuh positif ke depannya," ujarnya.

Perseroan, lanjutnya, menargetkan akuisisi perusahaan manufaktur obat generik tersebut bisa selesai pada November 2017 mendatang. Nantinya, akuisisi ini bisa menambah kontribusi penjualan obat generik perusahaan tersebut. Namun, Muhazni belum bisa menyebutkan besar tambahan kontribusi penjualan obat generik dari akuisisi ini. Pasalnya saat ini perusahaan masih melakukan proses evaluasi sehingga belum bisa menyebutkan dampak pembelian saham PT Errita Pharma ke SDPC.

BERITA TERKAIT

Bakrieland Pilih Pendanaan Rights Issue - Restrukturisasi Utang Rp 3,9 Triliun

NERACA Jakarta - Pemegang saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menyetujui rencana perusahaan untuk menerbitkan waran dengan mekanisme penambahan modal…

OJK Tegur BEI Soal Suspensi Saham MNCN

Meskipun kebijakan penghentian sementara perdagangan saham atau suspensi saham perusahaan yang tercatat di pasar modal adalah kewenangan PT Bursa Efek…

PADI Agendakan RUPSLB 7 Februari 2018 - Gelar Rights Issue

NERACA Jakarta – Guna memuluskan ambisinya mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) bakal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dongkrak Kapitalisasi Pasar - BEI Kejar 22 Perusahaan Kakap Untuk IPO

NERACA Bandung – Masih kecilnya nilai kapitalisasi pasar IPO di tahun 2017 kemarin, memacu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk…

Gandeng Perusahaan Cina - ELTY Garap Proyek di Jakarta dan Surabaya

NERACA Jakarta - Memanfaatkan geliat pembangunan infrastruktur yang tengah dilakukan pemerintah, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga ikut ambil bagian…

Ramaikan Pasar Reksadana di 2018 - Minna Padi AM Rilis Pringgondani Saham

NERACA Jakarta -  Selain ramai soal aksi korporasi berupa penerbitan saham baru atau rights issue yang bakal dilakukan PT Minna…