Rel KA Jakarta-Surabaya Alami "Kemandegan"

Kurang Dana Rp 1,8 Triliun

Rabu, 25/01/2012

NERACA

Jakarta---proyek pembangunan jalur ganda Kereta Api (double track) Jakarta-Surabaya belum ada kemajuan yang berarti, alias mandeg. Masalah pembebasan lahan juga belum terpecahkan. Bahkan proyek kekurangan dana hingga Rp 1,8 triliun. "Kita kekurangan Rp 1,8 triliun, itu untuk Agustus sampai kesana (Desember). Jumlah total keseluruhan Rp 9,8 triliun," ujar Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bapennas Dedy Supriadi Priatna di Jakarta,24/1

Menurut Dedy, dalam rapat tersebut dibahas berbagai cara untuk mengatasi pembebasan lahan juga diusulkan membangun jalur rel atas atau elevated. Namun demikian, menurut dia, pembangunan jalur atas terlalu mahal. "Tadi Walikota Surabaya usulkan agar elevated, bisa saja tapi mahal," tambahnya

Dikatakan Dedy, untuk pembebasan tanah saja, proyek ini menghabiskan dana sekitar Rp 800 miliar. Tanah yang masih bermasalah terutama di Kota Surabaya.

Sementara, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyampaikan, dari total jalur ganda Jakarta-Surabaya sepanjang 714 kilometer, sepanjang 250 km diantaranya sudah beroperasi. Fokus pekerjaan pembangunan berikutnya adalah adalah Cirebon-Tegal sepanjang 63 Km, Pekalongan-Semarang sepanjang 90 Km, Semarang-Bojonegoro 183 Km dan Bojonegoro-Surabaya 103 Km.

Wapres Boediono yang memantau pembangunan rel ganda via tele komunimasi dari kantornya, berharap proyek ini bisa segera selesai. Diharapkan tahun 2013, rel ganda Jakarta-Surabaya sudah bisa digunakan untuk mudik lebaran dan menunjang pariwisata. "Yang paling penting saat ini adalah untuk mengecek lagi apa yang terjadi di lapangan dan apa yang bisa kita percepat," tuturnya

Dalam rapat tersebut dikemukakan, masalah utama pembangunan jalur ganda Jakarta-Surabaya adalah pembebasan dan penertiban lahan, terutama di kawasan perkotaan. Di Surabaya misalnya, pembebasan tanah masih terkendala karena rel kereta api jalur ganda melalui kawasan yang sangat padat penduduk.

Sedangkan di dalam kota Semarang, proyek ini terhambat penurunan tanah yang berlangsung secara terus-menerus. Apabila dibangun jalur ganda di atas tanah ini, perlu ada peninggian elevasi yang bervariasi antara 50 sentimeter hingga 1 meter. Masalahnya, tanah di Semarang turun 10 sentimeter setiap tahun.

Kemarin, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Tunjung Inderawan mengakui pembangunan fisik rel KA ganda ini belum mencapai setengah dari total sepanjang 785 kilometer. “Dijadwalkan setelah pengumuman pemenang tender, pelaksanaan pekerjaan fisik pembangunan rel KA ganda dimulai Maret, " ujarnya

Tunjung menjelaskan, pekerjaan pembangunan fisik pembangunan rel KA itu dibagi menjadi 127 paket "Peserta tender semuanya kontraktor dalam negeri, sebab proyek ini dananya dari APBN, totalnya mencapai Rp 9,3 triliun, " jelasnya.

Diperkirakan, pembangunan fisik rel KA ganda Jakarta - Surabaya , sepanjang 785 kilometer, sudah terealisasi sekitar 50 persen. Jalur rel KA ganda yang sudah terbangun yaitu mulai Jakarta - Cirebon, sedangkan yang baru dalam tahap persiapan, jalur Cirebon - Brebes.

Jalur Brebes ke arah Pekalongan, lanjutnya, pembangunan fisik rel KA ganda sudah rampung terbangun. Sementara itu, jalur sepanjang Semarang ke arah Bojonegoro, hingga Surabaya, pembangunan fisik juga masih dalam tahap persiapan, sambil menunggu penyelesaian masalah tanah yang dimanfaatkan untuk lokasi jalur rel KA ganda. "Kebutuhan lebar jalur rel KA ganda minimal 10,5 meter, demi keamanan transportasi KA juga kendaraan umum lainnya, di sepanjang jalur rel KA ganda, " katanya. **cahyo