Pesona Alam Anak Gunung Krakatau

Sabtu, 28/01/2012

Neraca. Gunung Krakatau, tak hanya dikenal di Indonesia, namun amuk letusannya bahkan terkenal diseluruh dunia. Berpetualang di kawasan Gunung Krakatau menjadi sensasi unik tersendiri.Krakatau pernah meletus dahsyat pada Agustus 1883 yang menewaskan lebih dari 36.000 jiwa dan menenggelamkan pantai-pantai di Jawa serta Sumatera. Gelombang hebat Tsunami pun terjadi, melanda hampir keseluruhan Banten. Ketinggian tsunami sekitar 15 meter menghantam Ujung Kulon, Carita, Anyer, Teluk Betung, Tanjung Karang, dan Merak.

Krakatau yang sebelumnya sempat diperebutkan dua provinsi yakni Banten dan Lampung, tak hanya menawarkan wisata gunung. Namun juga wisata bahari, yang memang membuat iri bagi wisatawan jika tak mengunjungi.

Meskipun masih aktif, GunungAnak Krakatausudah dihuni tumbuhan dan biota. Kawasan itu merupakan laboratorium alami untuk mempelajari pengetahuan alam, geologi, vulkanologi, dan biologi. Wisatawan bisa mengetahui berbagai gejala alam, seperti proses pembentukan pulau, gunung, dan hutan. Di pinggir pantai, sekalipun tandus, tumbuh pohon seperti cemara, waru, ketapang, kangkung laut, dan alang-alang.

GunungAnak Krakataumemang dibuka untuk tujuan objek wisata.Daya tarik Krakataujustru saat kondisi aktif mengeluarkan asap tebal dan debu vulkanik. Meskipun sudah dibuka untuk tujuan wisata, pengunjung tetap harus berhati-hati. Wisatawan hanya diperbolehkan berada dalam radius dua kilometer dari kawah. Bagaimanapun, Anak Krakatau tergolong berbahaya bagi siapa pun yang mendekati. Terkadang, ada juga kesempatan mendaki Anak Krakatau. Izin pendakian yang aman hanya diberikan sampai batas lereng. Pasir hitam dan angin kencang sangat riskan bagi keselamatan pendaki.

Wisatawan yang mau datang ke Kawasan Krakatau harus mendaftar dulu di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung untuk mendapatkan izin. Dengan mengurus izin, pengunjung akan mendapatkan penunjuk jalan.

Para wisatawan yang akan berkunjung ke Kepulauan Krakatau bisa memilih berbagai rute disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran. Alternatif yang pertama adalah berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priuk dengan naik Jet-Foil atau Kapal Phinisi Nusantara. Jalur selanjutnya adalah dari Pelabuhan Labuan, Banten. Dari sini anda dapat menyewa kapal motor atau kapal nelayan yang berkapasitas antara 5 sampai 20 orang. Alternatif ke dua Wisatawan juga bisa berangkat dari kawasan Pantai Anyer atau Pantai Carita Propinsi Banten Jawa Barat, yang letaknya kurang lebih 130 km sebelah barat Jakarta.

Rute lainnya yang bisa kita tempuh adalah dari Pelabuhan Bakauheni P. Sumatera menuju Pelabuhan Tanjung Bom yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Beaya sewa perahu untuk trip selama di Krakatau sekitar Rp.2.000.000,- (2 Hari 1 Malam) yang bisa terisi hingga 30 penumpang. (harga sewa kapal sangat tergantung dengan rute, lama perjalanan, kapasitas kapal, dan keahlian tawar menawar).

Wisata bahari di gugusan Krakatau sungguh tak kalah luar biasa. Jika anda diving di kawasan Pulau Rakata, disini masih terdapat karang yang berbentuk kipas besar,dan juga sering terlihat gelembung-gelembung air yang keluar dari perut Gunung anak Krakatau. Dimana kejadian tersebut hingga kini masih menjadi misteri dari mana keluarnya gelembung-gelembung itu? Dan Juga apakah gelembung itu gas atau lava gunung, ini yang masih menjadi tanda tanya, karena belum pernah mendapat penjelasan dari para ahli.

Selain itu menyelam di kawasan pulau Rakata, anda juga akan dapat melihat jutaan ikan laut yang hidup bebas serta terumbu karang indah yang terjaga dengan baik. Bahkan jika anda sedang untung anda akan melihat habitat lumba-lumba, penyu hijau, Blue merlin(sejenis ikan langka di dunia), kuda laut, dan penyu sisik.