Komitmen Tetra Pak Gunakan Bahan Baku Berkelanjutan - Program FSC Indonesia Leadership Forum

Komitmen mendukung pelestarian lingkungan, Tetra Pak Indonesia yang merupakan perusahaan global terkemuka yang bergerak di bidang pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman mendukung pengelolaan hutan yang bertanggung jawab bersama dengan FSC Indonesia. Perubahan besar atas lingkungan hidup yang terjadi saat ini cepat atau lambat akan menyebabkan perubahan gaya hidup manusia. Manusia akan beralih dari pemanfaatan sumberdaya yang boros ke pilihan gaya hidup yang lebih ramah terhadap sumberdaya alam yang dapat menipis jika tidak dikelola secara bertanggung jawab.

Hal tersebut menyinggung tentang sertifikasi FSC dan responsibily sourcing materials yang berasal dari hutan. Merespon hal tersebut, Tetra Pak Indonesia sudah memenuhi kewajiban sertifikasi FSC dalam menjalankan bisnisnya sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan untuk peduli pada lingkungan.

Reza Andreanto, Evironment Manager Tetra Pak Indonesia menegaskan, Tetra Pak yang merupakan perusahaan global terkemuka yang bergerak di bidang pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman yang telah bersertifikat FSC sejak tahun 2007 memandang sertifikasi FSC penting untuk mengamankan sumber bahan baku yang berkelanjutan yang sesuai bagi strategi lingkungan Tetra Pak karena Tetra Pak hanya menggunakan sumber bahan baku dari hutan yang berkelanjutan dengan desain kemasan dan proses manufaktur yang efisien. “Kebijakan penanganan sampah kemasan karton, Tetra Pak menjadi perusahaan yang memiliki daya saing yang tinggi di bidang bisnis kemasan sehingga meningkatkan nilai perusahaan Tetra Pak di mata para shareholdersnya. Fakta-fakta di atas menunjukkan bisnis yang menerapkan keberlanjutan akan semakin dibutuhkan di masa depan,”ujarnya.

Dirinya menuturkan, bisnis yang berperan dalam pengolahan sumberdaya alam terbarukan, mempraktekkan pengelolaan sumberdaya alam yang bertanggung jawab, efisiensi sumberdaya, pelestarian, dan pendauran ulang, akan semakin berprospek di masa depan. Menurut IBCSD (2017) dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terjadi peningkatan perusahaan yang menerapkan sustainable development sebagai strategi untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu panjang.

Asosiasi Pulp dan Kertas (2014) menyatakan tantangan yang dihadapi oleh industri pulp dan kertas di dunia khususnya di negara-negara berkembang adalah berkaitan dengan perluasan pabrik yang cepat, akan tetapi harus diikuti dengan efektifitas dan efisiensi yang tinggi serta berkelanjutan, karena itu Hutan Tanaman Industri (HTI) harus dapat menjalankan kegiatan usahanya, dengan menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan dengan menerapkan prinsip-prinsip berkelanjutan.

Survey yang dilakukan McKinsey & Company (2012), terjadi peningkatan perusahaan yang menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan perusahaannya sebagai strategi untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, meningkatkan keuntungan, dan meningkatkan peluang investasi sehingga meningkatkan kemampuan perusahaan dalam kompetisi dan pada akhirnya meningkatkan nilai perusahaan. Penerapan atas bisnis keberlanjutan terlepas dari permintaan konsumen akan produk yang berkelanjutan. Dalam dunia bisnis kehutanan, riset yang dilakukan oleh FSC® menghasilkan peningkatan jumlah perusahaan dalam daftar Fortune 500 yang menerapkan system sertifikasi FSC di dalam perusahaan (Market Info Pack, 2017).

Riset lain yang dilakukan oleh WWF Internasional (2015) terhadap terhadap 11 perusahaan yang mengukur dampak adopsi system sertifikasi FSC di dalam perusahaan menunjukkan nilai Net Present Value (NPV) yang positif dalam 6 bulan. Ini berarti investasi atas system sertifikasi FSC di dalam perusahaan berdampak positif bagi perusahaan yang mampu dicapai dalam waktu 6 tahun setelah sertifikasi FSC. Hasil riset juga menunjukkan perolehan keuntungan finansial perusahaan setelah bersertfikat FSC yang mencapai US$6.03 per m3 kayu bulat, sehingga mampu menutupi investasi sertifikasi FSC yang mencapai US$3.74 per m3 kayu bulat.

BERITA TERKAIT

Sriwahana Ekspansi di Bisnis Paper Mill - Hadapi Kendala Bahan Baku

NERACA Jakarta – Mensiasati kendala keterbatasan bahan baru produksi, khususnya kertas sebagai bisnisnya. PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) bakal melakukan…

Indonesia Siap Gelar Asian Games 2018

  Oleh : Steven Sulu, Mahasiswa Nusa Cendana Kupang Kali ini ajang pertandingan antar negara siap dilakukan di Indonesia. Asian…

Kontribusi Sektor Logam Pada Transaksi Online Hingga 70 Persen - Hasil Program e-Smart IKM

NERACA Jakarta – Pelaku industri kecil dan menengah (IKM) nasional terus didorong agar dapat memanfaatkan fasilitas promosi online melalui platform…

BERITA LAINNYA DI CSR

Lewat Permainan Interaktif Digital - SHARP Bersedekah Bagikan 1000 Paket di 22 Kota

Indahnya berbagi kepada sesama kembali dilakukan PT SHARP Electronics Indonesia. Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility…

APP Sinar Mas Wakafkan 10 Ribu Al-Quran ke Penjuru Riau

Melanjutkan program tahun sebelumnya, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas bersama PT Arara Abadi, PT Indah Kiat Pulp &…

Sinergi Dalam Kebaikan - Pertamina Santuni 38 Ribu Anak Yatim dan Dhuafa

Memanfaatkan keberkahan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H, PT Pertamina (Persero) pacu meningkatkan kinerja dan semangat spiritualitas dengan…