Animo Berinvestasi Diharapkan Meningkat - Tambah Emiten Baru

NERACA

Jakarta – Maraknya perusahaan yang bakal mencatatkan sahamnya di pasar modal semester kedua tahun ini, diharapkan bisa meningkatkan animo masyarakat berinvestasi di pasar modal. Terlebih pasar modal saat ini lebih banyak didominasi investor asing.

Menyadari besarnya konsitribusi pasar modal dan juga meningkatkan likuiditas, peran investor ritel dibutuhkan. Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri, Elisabeth RT Siahaan mengatakan, perseroan memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai pasar modal kepada 40 debitur perseroan dari segmen corporate banking untuk memotivasi agar tertarik melantai di Bursa Efek Indonesia.

Peserta nantinya akan mendapatkan materi mengenai ketentuan dan keuntungan bagi perusahaan yang terdaftar di pasar modal, termasuk proses perusahaan melakukan penawaran saham perdana (IPO).” Sejalan dengan upaya penambahan jumlah emiten itu, penguatan literasi pasar modal kepada perusahaan yang potensial menjadi faktor yang esensial. Dengan pemahaman yang baik, badan usaha tidak akan ragu-ragu dan khawatir untuk melepaskan sebagian kepemilikan perusahaan kepada publik,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menjelaskan, dengan menjadi anggota Bursa Efek Indonesia maka pihaknya berharap hal itu dapat berpengaruh kepada peningkatan manajemen pengelolaan perusahaan. Sehingga debitur dapat meningkatkan kinerja dan profitabilitas.”Bank Mandiri telah memiliki komitmen kuat dalam mendukung penguatan Bursa Efek Indonesia melalui peran perusahaan anak, yakni Mandiri Sekuritas," tambahnya.

Sebagai informasi, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Mandiri Sekuritas secara konsisten menjadi pemimpin dalam pasar penjaminan emisi saham dan obligasi melalui lini bisnis Investment Banking dengan menyelesaikan lebih dari 470 transaksi senilai total Rp108,5 triliun. Secara khusus, Mandiri Sekuritas telah berkontribusi dalam 19 transaksi equity fundraising (6 IPO, 9 Right Issue, dan 4 Placement) dengan total emisi sekitar Rp 15,8 Triliun, atau menguasai pangsa pasar sebesar 12% dalam 3 tahun terakhir (periode 2014 . 2017).

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Samsul Hidayat pernah bilang, target IPO hingga akhir tahun 2017 diyakini mencapai target 35 perusahaan.”Artinya hingga akhir tahun ini kami optimis target 35 perusahaan untuk IPO bisa tercapai,"tuturnya.

Keoptimisan tersebut kata dia, dapat dilihat dari realisasi saat ini, yang mana terdapat 21 perusahaan telah menjadi emiten baru dengan melakukan penawaran umum sahamnya.”Sampai saat ini sudah ada 21 perusahaan yang sudah IPO, dan ada tujuh perusahaan lagi yang masih dalam proses," ujarnya.

Perusahaan di Indonesia yang telah melepas sahamnya ke publik melalui mekanisme penawaran umum perdana saham di lantai bursa efek tersebut bergerak di berbagai sektor. Selain itu kata Samsul, saat ini juga terdapat sejumlah perusahaan dengan kepemilikan asing yang beroperasi di Indonesia berencana melakukan penawaran umum karena dinilai berdampak yang positif terhadap kapitalisasi pasar.

Related posts