Alat ATP Hentikan Lokomotif Yang Langgar Sinyal

Kamis, 19/01/2012

Bandung - Alat "Automatic Train Protection: ATP" atau pengaman otomatis KA akan menghentikan laju lokomotif yang melanggar sinyal atau masinis terlambat melakukan pengereman.

"Ke depan lokomotif dan stasiun akan dilengkapi dengan ATP, alat itu akan menggantikan atau `memback up` manakala terjadi kelalaian dari masinis dalam melakukan pengereman, saat masuk sinyal salah KA akan berhenti atau melambat," kata Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwiatmoko di sela-sela Workshops Penyusunan Standard Teknis dan Komponen Automatic Train Protection" di Bandung, Rabu.

Perangkat baru itu, kata Hermanto akan meminimalisasi angka kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kesalahan manusia. Perangkat itu akan bertindak secara otomatis dimana terjadi kesalahan prosedur pengoperasiakn KA.

"Saat ini standarisasinya sedang dibahas, salah satunya mengumpulkan paparan dari industri ATP dari Eropa dan Jepang. Nantinya akan disinergiskan dengan industri perkeretaapian dalam negeri," kata Hermanto.

Alat ATP itu, kata Hermanto selama ini sudah dipergunakan di luar negeri, diharapkan dengan berkoordinasi dengan BBPT, Ristek dan LEN, pihaknya bisa mensinergiskan penggunaan alat baru itu di lokomotif dan stasiun kereta api.

Sementara itu lima pabrikan ATP diundang untuk memberikan paparan produknya yakni Siemens dan Signon (Jerman), Bombardier (Swedia), Alfro (Kroasia) dan Toshiba (Jepang).

Pada 2012 ini, kata Hermanto akan dibuatkan prototipe ATP yang akan dipasangkan di sejumlah lokomotif dan stasiun. Menurut dia saat ini ada sekitar 400-an stasiun dan 500-an lokomotif yang beroperasi selama ini.

Menurutnya, untuk tahap prototipe yang akan digelar pada 2011 dibutuhkan dana sebesar Rp20 miliar. Sedangkan untuk memenuhi keseluruhan ATP dibutuhkan investasi sebesar Rp600 miliar.

"Pendanaanya masih akan dibahas apakah akan dilakukan pemerintah atau sharing dengan operator. Masih akan dibahas," kata Hermanto.