FIHRRST Ingin Wujudkan Kota HAM Lewat Partisipasi Warga

NERACA

Jakarta - Foundation for International Human Rights Reporting Standars (FIHRRST) ingin membangun kota Hak Asasi Manusia. Menurut Pendiri FIHRRST H.S Dillon, kota HAM jadi salah satu perkembangan yang sangat penting akhir akhir ini terkait pemenuhan HAM. Hal itu sebagaimana dinyatakan pada laporan akhir komite penasihat PBB tentang peran pemerintah daerah dalam pemajuan dan perlindungan HAM, termasuk pengarustamaan HAM dalam pemerintah daerah dan layanan publik, konsep kota HAM tidak saja menyatakan pengakuan atas penghormatan HAM, tetapi juga kerangka pelaksanaan penghormatan HAM oleh Pemda.

Di Indonesia, Kota Bandung menjadi pionir dalam pembentukan kota HAM. FIHRRST bersama dengan paguyuban HAM Fakultas Hukum Universitas Padjajaran telah menyelesaikan citizen driven proses yang melibatkan berbagai unsur kepentingan di kota Bandung. Hasilnya adanya Kota Bandung menjadi yang pertama dan dituangkan pada piagam HAM yang diluncurkan pada 10 Desember 2015.

Direktur Operasional FIHRRST Bahtiar Manurung mengatakan untuk mewujudkan kota HAM yang paling penting adalah komitmen terhadap pemimpin. "Di Bandung, Walikota Bandung mempunyai komitmen seperti ruang terbuka hijau, ruang pejalan kaki dan sebagainya. Jadi apa kaitannya dengan HAM? Karena ruang terbuka hijau dan trotoar merupakan hak pejalan kaki. Jadi bisa dibilang banyak aspek yang harus dipenuhinya," jelasnya.

Sejauh ini, kata Bahtiar, baru ada kota di Indonesia yang mendeklarasikan sebagai kota HAM yaitu Bandung, Wonosobo dan Palu. Namun begitu, tak menutup kemungkinan daerah lain bisa menerapkan hal yang sama. Maka dari itu, FIHRRST menyusun website Human Rights City Center (HRCC) www.hrcitycenter.org. Nantinya website ini bisa menjadi jembatan bagi para pemimpin daerah untuk mewujudkan kota HAM.

"Agar kota HAM dapat menjadi kendaraan yang dapat mengantarkan ke tujuan pemenuhan HAM masyarakat perkotaan perlu dibangun pemahaman bersama tentang pengertian dan proses penyusunan kota HAM. Website HRRC menyajikan analisa mekanisme penyusunan kota HAM yang ada di Indonesia, bersama dengan aspek aspek utama yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintah kota yang berkomitmen menjadi kota HAM," tukasnya.

Dari berbagai inisiatif penyusunan kota HAM, terdapat dua kriteria kunci pembentukan kota HAM. Pertama, cara yang paling efektif dalam penyusunan kota HAM adalah melalui pendekatan bottom up dimulai dari warga kota dengan melakukan dialog terbuka dan sukarela yang memberikan warga kesempatan mengeluarkan pendapat mereka. Kedua, diperluka sistem pengawasan yang memungkinkan warga kota mengawasi dan menelaah tindakan pemerintah dalam pemenuhan komitmen atau piagam kota HAM.

BERITA TERKAIT

Catatan Positif Penegakan HAM di Indonesia

  Oleh : Muhammad Ridean, Pemerhati Sosial Kemasyarakatan   Pelanggaran HAM merupakan permasalahan serius di Indonesia, beberapa kasus bahkan harus…

Dishub Kota Sukabumi Sisir Kendaraan Parkir Sembarangan

Dishub Kota Sukabumi Sisir Kendaraan Parkir Sembarangan NERACA Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota sukabumi melakukan penindakan kepada kendaraan yang…

Kota Tangerang Raih Empat Penghargaan "TOP IT & TELCO 2018"

Kota Tangerang Raih Empat Penghargaan "TOP IT & TELCO 2018" NERACA Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang meraih empat penghargaan pada…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

PII : Skema KPBU Mulai Banyak Diminati Investor - Resmikan SPAM Semarang Barat

        NERACA   Semarang - Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)…

Wapres Ingatkan Berhati-hati Investasikan Dana Haji

    NERACA   Jakarta - Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla mengingatkan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar berhati-hati…

Gandeng BUMDes, Pertamina Bangun 77 Ribu SPBU Mini

    NERACA   Jakarta - PT Pertamina (Persero) akan membangun 77.000 SPBU mini di seluruh pelosok daerah di Indonesia…