Kenapa Mesti Keluar Negeri?

Transplantasi Ginjal :

Sabtu, 21/01/2012

Neraca. Bagi para penderita gangguan dan gagal ginjal akut, cuci darah dan cangkok ginjal akan menjadi pilihan utama untuk memulihkan kondisi tubuh mereka bahkan menjadi alasan utama untuk melanjutkan kelangsungan hidup.

Untuk melakukan transplantasi ginjal, memang terbilang mahal. Anda akan merogoh kocek Rp 200 hingga Rp 300 juta,bahkan untuk sekadar melakuan laparoskopi (tehnik menggunakan kamera kecil), Anda wajib merogoh lebih dalam dengan menambah Rp 50 juta.

Laparoskopi adalah suatu tehnik operasi yang menggunakan alat-alat berdiameter 5mm hingga 12mm untuk menggantikan tangan dokter bedah dalam melakukan prosedur bedah dalam rongga perut, untuk melihat organ ginjal tersebut digunakan kamera yang juga berukuran mini dengan terlebih dahulu dimasukan gas untuk membuat ruangan dirongga perut lebih luas.

Kelak dokter bedah akan melakukan pembedahan dengan melihat layar monitor dan mengoperasikan alat-alat tersebut dengan mengunakan tangannya, sejauh ini tehnik menggunakan laparoskopi ini hasil yang diperoleh cukup baik dengan pemulihan pascaoperasi yang lebih cepat dibandingkan dengan tehnik operasi terbuka.

Dengan adanya laparoskopi ini resiko bagi pendonor sama dengan mereka yang menjalani operasi besar seperti pendarahan dan infeksi dan resiko kematian akibat mendonorkan ginjal sangat kecil. Riset terkini juga menunjukan bahwa donor ginjal tidak akan mengubah tingkat harapan hidup atau kemungkinan mengalami penyakit ginjal atau masalah kesehatan lainnya.

Penyakit ginjal sering menyerang tanpa adanya keluhan sama sekali dari penderitanya. Penyebab gagal ginjal yang utama disebabkan oleh diabetes, sedangkan penyebab gagal ginjal yang kedua adalah penyakit genetik seperti kelainan kekebalan, cacat lahir dan sebab-sebab lainnya.

Ginjal adalah sebuah organ kecil tetapi penting yang terletak di dalam tubuh, namun mempunyai fungsi yang kompleks dan bekerja secara otomatis. Ginjal berfungsi sebagai alat filtrasi, yaitu mengeluarkan kelebihan garam, asam, air dan asam. Ketika ginjal dianggap mengalami kegagalan secara mendadak atau biasa disebut acute renal failure, artinya ginjal tidak lagi berfungsi optimal.

Gagal ginjal mendadak biasanya dapat disembuhkan dengan obat, dialisa atau cuci darah. Kalau pembersihan ginjal seperti ini berhasil, biasanya penderita akan sembuh kembali dan ginjal akan berfungsi secara normal.

Dengan kemajuan teknik transplantasi dan obat-obatan, kini masyarakat khususnya pasien gagal ginjal dan pendonor diindonesia tidak perlu mersa khawatir lagi dalam melakukan transplantasi karena tingkat kenyamanan dan kualitas hidup yang tinggi dengan teknik operasi yang dapat diandalkan, namun demikian pada kenyataannya masih banyak hambatan dalam proses transplantasi ginjal, terutama enggannya masyarakat menjadi pendonor, karena khawatir akan kualitas hidup paska operasi, padahal transplantasi memberikan harapan hidup bagi pasien yang gagal ginjal.

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), kini mampu melakukan transplantasi ginjal sesuai dengan standar internasional, setara dengan yang dapat dilakukan oleh rumah sakit kualitas terbaik diluar negri, dengan dibekali oleh ilmu pengetahuan yang memadai serta Didukung oleh SDM yang baik.

Transplantasi ginjal diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat diindonesia, operasi transplantasi ginjal saat ini sudah mengikuti perkembangan yang sesuai dengan standar internasional karena mulai dikembangkan dengan teknik pengangkatan ginjal donor dengan menggunakan laparoskopi sejak November 2011.

Teknik terkini dalam transplantasi ginjal adalah laparoskopi nefrektomi yakni tehnik untuk mendapatkan ginjal dari pendonor yang masih hidup. Tehnik laparoskopi hadir dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pendonor hidup dimasyarakat, disamping itu tehnik ini juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pendonor sehingga tidak perlu khawatir terhadap hasil yang dicapai pasca operasi karene dapat menurunkan morbiditas (angka kesakitan, pemulihan yang lebih cepat dan hasil jahitan yang lebih rapi dalam proses tranplantasi ginjal).

Di Indonesia, diperkirakan ada sekitar 70.000 kasus gagal ginjal tahap akhir atau sekitar 10% menjalani dialysis, dan kurang dari 500 kasus telah menjalani tranplantasi ginjal. Tranplantasi ginjal adalah solusi terbaik dari kualitas hidup maupun lama harapan hidup setelah tranplantasi ginjal.

Dari keseluruhan pendonor, sekitar 72% mempunyai keterkaitan darah (keluarga), sedangkan sisanya tidak ada hubungan darah. Transplantasi ginjal di Indonesia tidak cukup berkembang karena sulitnya mendapatkan donor transplantasi bisa juga dikarenakan kurangnya informasi atau informasi yang salah mengenai resiko pendonor yang sebenarnya akan menjalani hidup normal apabila ada indikasi yang tepat.

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kedokteran saat ini RSCM telah dapat dlakukan tindakan Laparoskopi untuk pengangkatan ginjal pendonor sehingga pendonor dapat beraktivitas seperti biasa dalam waktu yang singkat. Tranplantasi atau cangkok ginjal lebih baik dibandingkan dengan cuci darah karena transplantasi ginjal menghasilkan harapan hidup maupun kualitas hidup yang lebih baik, tetapi pasien tranplantasi ginjal tetap harus control teratur juga agar ginjal cangkoknya tetap berfungsi dengan baik.