BPI Donasikan Buku Bacaan di 15 Perpustakaan Desa - Mengentaskan Butu Huruf

Buku adalah jendela dunia. Pasalnya, dengan membaca buku bisa mengetahui informasi dan ilmu yang didapat sehingga ujungnya mampu menciptakan perubahan generasi yang lebih baik lagi. namun sayangnya minat baca di Indonesia saat ini masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga. Setidaknya banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca di Inonesia, selain perseroan mahalnya harga buku dan juga menilai bukan menjadi kebutuhan, juga keterbatasan infrasrastruktur yang aada.

Maka dalam rangka melawan kebodohan, PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) selaku pengembang proyek pembangkit listrik tenaga uap di Kabupaten Batang, Jawa Tengah menyerahkan buku bacaan kepada 15 perpustakaan desa di tiga kecamatan. Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Direktur Operasional PT BPI, Shiroki Yamashita mengatakan, BPI akan terus menunjukkan komitmennya mendukung program pemerintah Kabupaten Batang dalam upaya mewujudkan "Program Desa Pintar" melalui pengembangan perpustakaan desa.”Penyerahan buku bacaan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan mengenai evaluasi Program Pengembangan Perpustakaan Desa antara PT BPI, Disperpus Kabupaten Batang dan 15 perpudes pada Juli 2017," katanya di Batang, kemarin.

Dia mengatakan perhatian BPI dalam pengembangan perpustakaan telah dimulai sejak 2015 bekerja sama dengan Disperpus Batang dan Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI). Replikasi Program Perpustakaan Seru (Perpuseru) pada 15 desa di Kecamatan Kandeman, Tulis dan Subah bertujuan untuk menjadikan perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan dan belajar masyarakat berbasis teknologi, informasi dan komunikasi.

Selain itu melalui program CSR, BPI juga telah memberikan fasilitas komputer, rangkaian pelatihan, bantuan operasional perpustakaan, dan donasi buku. Menurut Shiroki, bantuan ribuan buku bacaan pada 15 perpusdes berdasar masukan dari para pengelola 15 perpusdes.”Dengan adanya bantuan ini kami berharap masyarakat Batang lebih banyak lagi membaca buku. Selain itu, anak-anak juga perlu diarahkan untuk menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini dengan memberikan bacaan menarik sesuai dengan usianya," katanya.

Ketua Forum Komunikasi Pepusdes Batang, Qurniawan mengatakan, bantuan buku bacaan dari PT BPI selaras dengan program perpusdes dalam meningkatkan budaya baca masyarakat.”Kita membuat suatu program pojok baca dimana petugas perpustakaan desa akan mengantarkan dan menggelar buku di setiap dukuh untuk dibaca oleh orang tua, remaja dan anak-anak," tuturnya.

Sebagai informasi, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University tentang Most literate nations in the world pada 2016 lalu. Indonesia menempatkan posisi 60 dari 61 negara. Indonesia hanya satu tingkat lebih baik dari Republik Botswana, sebuah negara di Afrika, dalam hal literasi.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kemdikbud, Harris Iskandar mengungkapkan, sebagai upaya dalam menumbuhkan minat membaca dan menulis di Indonesia, pemerintah terus meningkatkan minat baca melalui berbagai kegiatan. Salah satunya, gerakan literasi nasional yang terus-menerus digalakkan dan mengadakan festival seperti ASEAN Literary Festival. Ajang ini telah digelar selama empat kali.”Meski angka melek huruf kita tinggi, namun minat baca dan daya baca kita masih rendah. Kita hanya setingkat lebih baik dari negara Botswana,” kata Harris.

Harris menambahkan, kenyataan tersebut mendorong pihaknya untuk terus berjuang. Pasalnya, buta huruf dan kemiskinan memiliki hubungan sangat nyata. Untuk itu, pihaknya melalui berbagai cara untuk mengentaskan buta huruf di desa-desa dan kantong-kantong kemiskinan.

BERITA TERKAIT

Dana Desa untuk Pembangunan Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat - Wakil Ketua MPR

Dana Desa untuk Pembangunan Terbukti Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Wakil Ketua MPR NERACA Sukabumi - Pembangunan desa melalui penggelontoran Dana Desa…

Targetkan Jadi Bank BUKU III - Bank China Construction Gelar Rights Issue

NERACA Jakarta – Perkuat modal untuk ekspansi bisnis, PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR) berencana melakukan penambahan modal…

KIJA Donasikan Rp 200 Juta Korban Tsunami

Mengawali tahun 2019, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) atau Jababeka Group menggelar doa bersama lintas agama bagi keselamatan bangsa…

BERITA LAINNYA DI CSR

Tingkatkan Kesejahteraan Pemuda Greol - Allianz Bantu Program Budidaya Lele Organik

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), Allianz Indonesia, melalui Yayasan Allianz Peduli, dan EDU Foundation…

Peduli Korban Tsunami Selat Sunda - Chandra Asri Bantu Dana Kemanusiaan Rp 2 Miliar

Peduli korban tsunami Selat Sunda, perusahaan petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terkena…

Ciptakan Kemandirian Ekonomi - Citi Gelar Literasi Keuangan Bagi Anak Muda

Memacu pertumbuhan literasi keuangan di kalangan anak muda untuk kemandirian finansial, Citi Indonesia bersama Indonesia Bussiness Link (IBL) menggelar program…