Sari Husada dan IBI Gelar Srikandi Award 2011

Neraca. Setelah memilah proposal yang masuk dari berbagai penjuru tanah air dan juga melalui proses penjurian yang ketat, akhirnya dewan juri menetapkan tiga bidan berhak menyandang gelar sebagai bidan teladan dalam program Srikandi Award 2011 yang tahun ini dikemas dalam acara parodi ‘pencarian 9 bidandari’.

Srikandi Award adalah sebuah ajang tahunan tentang program pembinaan dan penghargaan terhadap bidan teladan dari pelosok Nusantara, hasil kerjasama PT Sari Husada dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) untuk mencari bidan terbaik di Indonesia yang mengajukan proposal, setelah melalui beberapa tahapan mentoring, monitoring, dan evaluasi program.

Utusan khusus Presiden RI untuk The Millennium Development Goals (MDGs), Prof Dr Nila Moeloek, mengatakan bahwa program ini diharapkan mampu menginspirasi dan mengajak kepada para bidan, untuk ikut turut serta berkomitmen dan bersama-sama berupaya dalam mendukung tercapainya peningkatan kualitas taraf kesehatan bagi masyarakat, khususnya ibu dan anak.

“Bidan yang dipilih adalah bidan inspirasional, bukan sekadar menolong persalinan, juga inovatif membentuk kelompok yang memberi manfaat bagi ibu dan bayi,” ujarnya saat membuka malam penganugerahan Srikandi Award 2011 di Balai Kartini, Selasa malam (20/12) lalu.

Ketiga bidan teladan peraih penghargaan Srikandi Award 2010 ini terdiri dari tiga kategori, yaitu program tantangan budaya yang dimenangkan oleh bidan Meiryastuti dari Kabupaten Tebo, Jambi dengan kegiatan, Merubah Adat di Tepian Batanghari, untuk kategori promosi kesehatan diraih oleh Bidan Dewi Susila dari Deli Serdang Sumatera Utara dengan program, Menuju Generasi Sehat di Tanah Deli, sementara untuk kategori pemberdayaan ekonomi dimenangkan oleh Bidan Kesih dari Kec. Arjasari, Kab. Bandung dengan program, Koperasi Bunda untuk Semua.

“Masing-masing kategori ini mencerminkan kenyataan akan kompleksitas peranan bidan di tengah masyarakat dan bagaimanainisiatif yang mereka jalankan telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat,” ujar Presiden Director PT Sari Husada, Boris Bourdin di Jakarta.

Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan, terdapat 228 kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup dan tercatat 31 bayi meninggal dalam setiap 1.000 kelahiran. Untuk mencapai target MDGs 2015, yaitu AKI sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup, peran bidan sangatlah penting dan strategis.

Menjadi bidan membutuhkan dedikasi dan tanggung jawab besar, karena 60 persen kelahiran di Indonesia adalah lewat bidan. Seringkali mereka diminta melakukan begitu banyak tugas yang di luar tanggung jawab mereka, bidan-bidan teladan ini telah memberikan baktinya kepada masyarakat khususnya dalam upaya menurunkan angka malnutrisi, angka kematian bayi atau balita serta meningkatkan derajat kesehatan ibu untuk membantu percepatan pencapaian Millenium Development Goals poin 4 (menurunkan angka kematian bayi) dan 5 (meningkatkan kesehatan ibu) melalui berbagai cara yang inspirasional.

Corporate Affairs and Legal Director PT Sari Husada Yeni Fatmawati menambahkan, bidan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di daerah-daerah yang memiliki kondisi geografis yang sulit terjangkau oleh tenaga kesehatan lainnya. Para bidan ini memiliki dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam membangun serta meningkatkan kualitas kesehatan di daerah mereka masing-masing.

“Bahkan tak jarang, mereka diminta melewati bukit-bukit, menaiki sampan, dan medan berat lainnya untuk sampai ke pasien mereka. Semoga cerita-cerita inspiratif para srikandi ini bisa menjadi harapan atas perbaikan kesehatan ibu dan anak di Indonesia di masa depan,” tandas Yeni. Srikandi Award ini diberikan kepada para wanita-wanita luar biasa yang berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan wanita di Indonesia.

Related posts