Infrastruktur Bisa Tekan Biaya Logistik

NERACA

Jakarta---Kementeran Badan Usaha Milik Negara mengatakan perusahaan plat merah bisa menjadi motor pembangunan infrastruktur. Sehingga akan meringankan biaya logistik di Indonesia. Apalagi Indonesia saat ini dikenal sebagai negara dengan ongkos logistik sangat mahal. “Indonesia termasuk negara dengan biaya logistik yang tinggi, nah BUMN bisa membantu dengan menurunkan biaya-biaya logistik supaya lebih murah sehingga investasi tersebut bisa berjalan dengan lancar," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kepada wartawan di Jakarta.

Lebih jauh Dahlan memberi conto hal tersebut dengan melakukan perbaikan di semua sector infrastruktur, misalnya pelabuhan-pelabuhan milik BUMN, yang diperbesar kapasitas dan volumenya dan lain sebagainya. “"Pokoknya Indonesia tidak boleh ketinggalan dan harus memanfaatkan kesempatan tersebut. Kita sadari BUMN pegang peran dalam infrastruktur maka dari itu semua proyek harus jadi. yang paling mendesak harus jadi misalnya Pelabuhan Kalibaru, Pelabuhan kelapa Sawit di kuala tanjung," paparnya.

Dahlan mengancam dan memberi batas waktu terkait pembangunan 3 pelabuhan yang dibangun BUMN harus selesai dalam 2,5 tahun. "Pelabuhan-pelabuhan tersebut harus segera selesai sekitar 2,5 tahun lagi," tegasnya

Mantan Bos Grup Jawa Pos ini mengatakan, salah satu proyek yang paling mendesak diselesaikan dalam 2,5 tahun adalah Pelabuhaan Sorong, karena berkaitan erat dengan pembangunan khusus di Sorong dan Papua.

Yang jelas, kata Dahlan lagi, kenaikan peringkat menjadi investment grade tidak boleh diabaikan. Selain kesempatan bagi Indonesia, BUMN memiliki peran utama. "Dengan naiknya peringkat investasi Indonesia, BUMN memiliki peranan utama, pasalnya hampir semua proyek infrastruktur ada di tangan BUMN, jadi BUMN harus siap dan semua proyeknya harus dikebut pengerjaannya," tandasnya.

Terkait dengan IPO, Dahlan memprediksi kemungkinan ada tiga BUMN yang akan melakukan penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO) pada 2012.

"Paling tidak tiga BUMN lah yang akan IPO di tahun depan. Itu belum termasuk anak usaha BUMN yang akan IPO juga. Jadi bisa lebih dari tiga lah," cetusnya

Namun, Dahlan belum bersedia menyebutkan nama BUMN tersebut. "Namanya saya belum bisa sebutlah. Kalau sektornya salah satunya sektor semen,"paparnya.

Dikatakan Dahlan, perusahaan BUMN akan menggunakan laporan buku keuangan pada bulan Desember 2011, dan diperkirakan pada awal kuartal III-2012 akan bisa IPO. "Nanti pakai buku Desember, mungkin IPO-nya sekitar bulan Juli,"imbuhnya

Sementara menurut Deputi Bidang Jasa Kementerian BUMN, Parikesit Suprapto, sektor usaha yang akan diuntungkan dengan masuknya Indonesia menjadi investment grade yaitu sektor riil. "Saya rasa mungkin sektor riil bisa maju. karena dengan jadinya Indonesia investment grade, mungkin SBI akan turun dan ada kemungkinan BI rate juga akan turun. nah kalau itu turun landing ratenya ya akan turun,"pungkasnya. **cahyo

Related posts