Diperkirakan 1,3 Juta Pengangguran Pertahun

NERACA

Jakarta----Tingginya jumlah pengangguran di Indonesia lebih disebabkan adanya kesenjangan antara pertumbuhan angkatan kerja dengan lapangan kerja. Berdasarkan catatan, pertumbuhan kerja setiap tahun mencapai 2,91 juta orang sedangkan pertumbuhan lapangan kerja hanya menamping 1,6 juta orang. "Setiap tahun ada penambahan tenaga kerja menganggur sebanyak 1,3 juta orang," kata Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulistyo di Jakarta, Rabu (14/12)

Menurut Bambang, pengangguran terbuka terjadi di Indonesia karena tidak bertemunya kualitas pencari kerja, dengan tuntutan kualitas yang dibutuhkan dunia kerja industri, jasa maupun perdagangan. "Kualitas kerja ini menyebabkan porduktifitas dunia usaha Indonesia sangat rendah, yakni berada di peringkat 59 dibandingkan Thailand di peringkat 27 dan Malaysia di peringkat 18," terangnya

Lebih jauh kata Bambang, penambahan angkatan kerja akan dapat diserap oleh sektor formal jika pertumbuhan ekonomi mampu mencapai tujuh hingga delapan persen, karena daya serap pertumbuhan ekonomi terhadap tenaga kerja mengalami penurunan sebelumnya 400.000 menjadi 200.000 tenaga kerja per satu persen pertumbuhan ekonomi. "Mengejar pertumbuhan ekonomi tentu sulit. Bukan saja terobosan untuk membuka lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM, pada 2014 jumlah pengangguran terbuka diperkirakan akan mencapai 15 juta orang," ujarnya

pungkasnya.

Terkait dengan target Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,5 triliun dolar AS pada 2025 sesuai dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI), Bambang mengaku agak sulit mencapainya

Menurut Suryo, di satu sisi pertumbuhan ekonomi memang dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat,. Namun untuk mencapai pertumbuhan tersebut diperlukan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. "Permasalahan yang dihadapi bukan saja membuka kesempatan kerja, tapi sekaligus mempersiapkan tenaga kerja dengan produktivitas tinggi," katanya.

Suryo mengatakan antara keinginan menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi dengan kebutuhan menyediakan tenaga kerja dengan produktivitas tinggi dalam jumlah besar merupakan lingkaran setan yang tiada berujung.

Oleh karena itu, katanya, mau tidak mau harus ada upaya memutuskan lingkaran setan itu. "Kalau pengangguran yang ada sekarang ini tidak mendapat kesempatan kerja maka pembangunan menuju PDB 4,5 triliun dolar AS dengan pendapatan per kapita sebesar 15.000 dolar AS tentu akan terhambat," kata Suryo.

Suryo berpendapat dengan kondisi seperti itu, maka Kadin Indonesia siap mengambil kebijakan untuk terus meningkatkan investasi demi mengejar pertumbuhan bersamaan dengan mencetak tenaga kerja produktif dan tenaga wirausaha. "Kadin telah menetapkan program mencetak empat juta wirausaha dalam waktu lima tahun mendatang bersamaan dengan peningkatan produktivitas tenaga kerja yang sudah ada," pungkasnya. **cahyo

Related posts