BI Tegaskan Uang Rupiah Tidak Memuat Simbol Palu Arit

NERACA

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menegaskan segala jenis uang rupiah tidak memuat simbol palu dan arit, sehingga beberapa informasi yang beredar luas di media sosial disebut Agus adalah keliru. Gambar yang dipersepsikan sebagai simbol palu dan arit, menurut Agus di Jakarta, Selasa (10/1), merupakan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan.

Teknik dalam logo tersebut, lanjut Agus, menggunakan teknik saling isi atau "rectoverso". Logo BI dengan teknik "rectoverso" tersebut tampak terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang. "Dan itu hanya dapat dilihat utuh bila diterawang," kata Agus.

Teknik "rectoverso" merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah. "Rectoverso" sebagai unsur pengaman juga digunakan di berbagai mata uang dunia, karena "rectoverso" sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus. "Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000," tutur Agus.

Agus mengingatkan uang rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu masyarakat harus menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik. Adapun logo palu dan arit merupakan logo yang diidentikkan dengan paham komunis. Paham atau partai komunis, sesuai Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966, dinyatakan terlarang dan tidak boleh disebarkan di Indonesia.

Rumor soal logo palu arit dalam mata uang rupiah, pertamakali ramai beredar di media sosial pada November 2016 lalu. Saat itu Kepala Divisi Penanggulangan Uang Palsu BI, Hasiholan Siahaan juga membantah ada ornamen palu-arit yang identik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada uang kertas pecahan Rp 100 ribu cetakan 2014. Hasiholan menjelaskan, tidak ada kesengajaan pencetakan logo palu-arit dalam setiap uang yang diterbitkan BI. Logo yang dianggap sebagai logo palu-arit itu merupakan bagian dari pengamanan yang disebut rectoverso. "Rectoverso merupakan gambar saling isi jika uang diterawang ke cahaya," ujarnya.

BERITA TERKAIT

BI Intervensi Pasar Uang dalam Jumlah Besar - UPAYA REDAM GEJOLAK NILAI TUKAR RUPIAH

Jakarta-Bank Indonesia (BI) akhirnya harus melakukan intervensi dalam volume besar untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil di tengah peningkatan…

Sentimen Negatif Rupiah Tekan Laju IHSG

NERACA Jakarta- Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (24/4), ditutup melemah sebesar 78,51 poin seiring…

IMF: Ekonomi RI Diprediksi Terus Membaik - KEMANDIRIAN PANGAN JAGA STABILITAS RUPIAH

Jakarta-International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan akan terus membaik. Sementara itu, Institute for Development of Economic…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Ungkap Kasus Penyelewengan Kredit BPR

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap kasus tindak pidana perbankan yang dilakukan Direktur Utama…

Cegah Kerugian Kurs, BI Minta Korporasi Tingkatkan Hedging

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) meminta korporasi untuk meningkatkan rasio lindung nilai (hedging) terhadap transaksi…

BRI Syariah Raih Penghargaan Digital Brand Award

      NERACA   Jakarta – BRI Syariah menerima penghargaan Digital Brand Award 2018 untuk kategori Bank Umum Syariah…