Dana Subsidi BBM Ditambah Rp30,3 Triliun

NERACA

Jakarta----Pemerintah menegaskan siap menambah dana subsidi BBM sekitar Rp30,3 triliun terkait penggunaan BBM subsidi yang melebihi kuota. Adapun subsidi BBM selama 2011 mencapai Rp160 triliun. Padahal APBN-P 2011, subsidi BBM ditetapkan hanya Rp129,7 triliun. "Kurang lebih nanti ada Rp160 triliunan yang akan dipakai untuk membayar BBM bersubsidi," kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo kepada wartawan di Jakarta,13/12

Menurut Agus, selain penambahan anggaran untuk BBM subsidi, pemerintah juga harus menambah beban subsidi listrik yang mencapai Rp91 triliun pada 2011, atau bertambah Rp25,4 triliun dari subsidi listrik yang ditetapkan sebesar Rp65,4 triliun. "Jadi kurang lebih nanti pada 2011 Rp160 triliunan akan dipakai untuk bayar BBM bersubsidi. Sedangkan untuk listrik itu kira-kira Rp91 triliun," tambahnya

Terkait kelebihan bayar subsidi listrik, mantan Dirut Bank Mandiri, kelebihan bayar subsidi listrik tersebut akan diakumulasikan dengan kekurangan bayar pada 2009. "Ada kewajiban tahun 2009 yang belum dibayarkan akan kita bayarkan. Dan juga listrik akan dibayarkan sampai dengan aktual. Dan itu nanti ada sebagian yang masih harus diaudit kita tunda," ujarnya.

Membengkaknya subsidi tersebut yang rencananya akan dibayarkan pada 2012, akan dibayarkan dalam anggaran tahun ini, dan hal itu sudah dilakukan pembahasan dengan Kementerian ESDM. "Kami sudah melakukan pembahasan dengan Menteri ESDM. Dan kita sudah sepakat bahwa tahun ini BBM bersubsidi akan dibayarkan yang di APBN-P itu, termasuk 40,4 juta kiloliter dikalikan harga yang ada dan `exchange rate` yang ada itu akan kita bayarkan," tandasnya

Dari Singapura dilaporkan, harga minyak mentah bervariasi (mixed) di perdagangan Asia pada Selasa, karena pasar terguncang oleh kekhawatiran bahwa kesepakatan Uni Eropa untuk mengatasi krisis utang zona euro tidak berjangkauan jauh, kata analis.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari, naik sembilan sen menjadi 97,86 dolar AS per barel pada sore hari. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari menyusut empat sen menjadi 107,22 dolar AS.

Sebuah kesepakatan Uni Eropa pekan lalu tentang koordinasi ekonomi yang lebih erat antara negara-negara anggota gagal untuk meyakinkan pedagang bahwa akhir krisis zona euro sudah terlihat, Phillip Futures mengatakan dalam sebuah laporan. "Sebuah perjanjian pertemuan tingkat tinggi Eropa pekan lalu untuk memperkuat disiplin anggaran di zona euro gagal untuk memulihkan kepercayaan pasar keuangan," katanya.

Pasar sedang memantau pertemuan Rabu tentang produksi dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), kartel yang memproduksi sekitar sepertiga dari minyak dunia, untuk indikasi target produksinya.

Produksi OPEC mencapai tingkat tertinggi dalam tiga tahun pada November -- 27,94 juta barel per hari -- 800.000 barel lebih tinggi dari bulan sebelumnya, menurut Middle East Economic Survey (Survei Ekonomi Timur Tengah). **cahyo

Related posts