Tol Cikampek-Palimanan Telan Rp 12,5 Triliun

NERACA

Jakarta---Proyek infrastruktur jalan tol Cikampek-Palimanan sepajangan 116 Km resmi dibangun hari ini. Pendanaan proyek ini menelan sekitatr Rp12,5 triliun selama dua tahun. “"Jalan tol ini, dijadwalkan untuk rampung pada bulan September 2014," kata Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Muhammad Fadzil di Purwakarta, Kamis (8/12)

Diakui Fadzil, PT Lintas Marga Sedaya selaku pemegang konsensi tol Cikampek-Palimanan akan mengerjakannya sesuai standar jalan tol Indonesia. Dimana mengacu pada kualitas, keamanan, dan ramah lingkungan. "Kami berencana untuk menanamkan lebih dari 25.000 pohon sepanjang jalan tol Cikampek-Palimanan," tambahnya

Lebih jauh kata Fadzil, pembangunan proyek tol ini tentu sebagai realisasi dari perjanjian awal konsesi dengan pemerintah pada 2007 lalu. Pada 27 Oktober 2011 lalu, LMS telah mengamandemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Adapun masa konsesi jalan tol ini selama 35 tahun. Pendanaan berasal dari modal sendiri 30% dan pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin oleh Bank Mandiri dan BCA.

LMS merupakan perusahaan patungan dengan kepemilikan perusahaan Malaysia, Plus Expressways Berhad (55%), dan PT Baskhara Utama Sedaya (45%). Plus Expressways Berhad adalah anak perusahaan UEM Group Berhad Malaysia. Sementara itu PT Baskhara Utama Sedaya merupakan konsorsium terdiri dari PT Interra Indo Resources, PT Bukaka Teknik Utama dan PT Baskhara Lokabuana.

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum Achmad Gani Ghazali mengatakan peletakan batu pertama atau ground breaking proyek tol Cikampek-Palimanan menandai dimulainya pembangunan tol sepanjang 116,75 Km ini yang akan dihadiri oleh Menteri PU Djoko Kirmanto.

Menurut Gani, pembangunan tol ini memang telah dipercepat dari target tahun depan. Mengenai pembebasan lahan, saat ini masih tersisa kurang dari 7% lahan yang belum dibebaskan. Kurang 7%, karena ada tanah kas desa, tanah wakaf, dan yang diproses belakangan," katanya

Lebih jauh kata Gani, tol Cikampek Palimanan bakal menjadi tol dengan tarif termahal di Indonesia. Diperkirakan tarif tol termurah dari jalan bebas hambatan sepanjang 116 Km itu untuk golongan I sedikitnya Rp 70.000-an. "Kurang lebih 70.000-an (golongan I), nanti kita lihat hasilnya," ungkapnya

Gani menambahkan perhitungan itu berdasarkan rencana bisnis atau business plan pembangunan proyek tol Cikampek-Palimanan. Dari data itu, untuk tarif kendaraan golongan I per Km dibanderol kurang lebih Rp 700. "Kalau dari business plan nggak sampai Rp 1000 (per Km golongan I), kurang lebih Rp 700," ujarnya

Diakui Gani, angka tarif masuk sebesar itu bukan lah murah bagi konsumen. Namun dengan panjang 116 Km, tol ini merupakan terpanjang di Indonesia. Penetapan tarif tol Cikampek-Palimanan golongan I diperkirakan sebesar Rp 753 per Km, golongan II sebesar Rp 1.130 per Km, untuk golongan III sebesar Rp 1.507 per Km, golongan IV sebesar Rp 1.883 per Km dan golongan V sebesar Rp 2.260 per Km.

Pembangunan tol Cikampek-Palimanan terbagi menjadi enam seksi. Seksi I, Cikopo-Kalijati sepanjang 29,12 km, seksi II, Kalijati-Subang sepanjang 9,56 km, seksi III Subang-Cikedung sepanjang 31,37 km. Kemudian dilanjutkan seksi IV Cikedung-Kertajati 17,66 km, seksi V Kertajati-Sumberjaya 14,51 km, dan seksi VI Sumberjaya-Palimanan 14,53 km.

Jalan tol ini rencananya memiliki jalur awal 2x2 dan akhir 2x3, dengan lebar jalur 3,6 Km. Pembebasan tanah ditargetkan rampung Desember 2011. Total investasi tol ini menelan Rp 12,562 triliun termasuk Rp 550 miliar untuk pembebasan lahan, jika tak ada aral melintang tol ini akan rampung 2014. **cahyo

Related posts