Dorong Ekonomi NTT Lewat Komodo Fund

NERACA

Jakarta—Kemenangan Pulau Komodo dalam New 7 Wonders perlu ditindaklanjuti dengan pembentukan Komodo Fund. Dari sini lalu dibuat kebijakan dan masterplan pembangunan NTT ke depan. “Komodo fund dibentuk oleh kerjasama dari beberapa pengusaha untuk membangun dan mengembangkan Pulau Komodo ini,” kata Ketua Apindo, Sofyan Wanandi dalam diskusi di Universitas Paramadina,7/12.

Lebih jauh kata perwakilan pengusaha ini, kemenangan Pulau Komodo merupakan step langkah awal dalam membangun kesejahteraan Pulau NTT. “Langkah selanjutnya adalah membuat suatu master plan untuk mengembangkan Pulau Komodo,” tambahnya.

Sementara itu, mantan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengakui produk kerajinan NTT, misalnya Tenun pengikat menjadikan wujud dalam rasa kebersamaan dan persatuan yang kuat dari tiap masyarakat. “Sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan integrasi ekonomi di seluruh wilayah Indonesia dan akan mampu mensejahterakan setiap masyarakat,” katanya

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini mendorong agar masyarakat NTT harus cepat dalam membangun usaha di Pulau Komodo. “Jangan sampai di ambil alih oleh orang luar NTT, seperti pengusaha-pengusaha Jakarta, kita harus sama-sama membuat dan ajakan untuk masyarakat NTT menjadikan pulau komodo sebagai ekonomi baru”, ujar JK.

Kordinator pemenang komodo Emmy Hafild menyatakan Indonesia termasuk memiliki keanekaragaam hayati yang cukup tinggi. Kekayaan laut Indonesia juga tertinggi ketiga di dunia. “Modal utama kesuksesan Komodo adalah secara ekosistem dan habitat Pulau komodo cukup baik, merupakan warisan turun temurun,” terangnya

Menurut Emmy, Komodo merupakan ikon yang tepat untuk dijadikan sebagai brand, karena memang satu-satunya yang ada didunia. Sehingga penggunaan brand ini merupakan nama yang tepat. Sedangkan jika binatang lainnya seperti gajah dan orang utan sudah ada dibeberapa negara seperti IndiaThailand dan lainnya.

Mantan Presiden Indonesia Marketing Association YW Junardy menyatakan Komodo dilihat dari aspek pemasaran dapat dilihat dari Komodo is a place, Komodo is brand, Komodo is heritage. “Merupakan warisan yang tidak dimiliki oleh negara lain dan Komodo is nature. Keempat aspek tersebut menjadi kunci yang dapat digunakan untuk menarik konsumen, tertama turis baik lokal maupun internasional untuk berkunjung ke Pulau Komodo,”jelasnya

Managing Director Paramadina Public Policy Institute Wijayanto menyatakan Pulau NTT dihuni oleh masyarakat dengan tingkat kesejahteraan yang rendah dengan GDP yang rendah. Maka untuk membangun NTT dan untuk mengurangi kemiskinan, masyarakat diberikan akses untuk berparti sipasi dan juga peningkatan capability. “Untuk mendukung kedua faktor tersebut pemerintah perlu mempertimbangnkan untuk mengembangkan aspek wisata (tourism) guna meningkatkan devisa dan perekonomian Pulau NTT,” imbuhnya. **sahlan

Related posts