Shell Turunkan Harga BBM Non Subsidi

NERACA

Jakarta----Kompetitor Pertamina, PT Shell Indonesia yang menjual BBM non subsidi kembali menurunkan harga jualnya di Jakarta dan Surabaya. Adapun penurunan itu mulai berlaku 30 November 2011 pukul 22.01 waktu setempat. Harga bensin Super 92 di Jakarta turun menjadi Rp 8.250 dari sebelumnya Rp 8.600/liter. "Mulai 30 November pukul 22.01 harga bensin Shell mengalami perubahan. Khusus di Jabodetabek bensin Super 92 menjadi Rp 8.250/liter, Super Extra 95 Rp 8.600, dan Diesel Rp Rp 9.400/liter," kata Media Relations Manager Shell Indonesia Sri Wahyu Endah kepada wartawan di Jakarta,30/11

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi VII Satya W Yudha mengatakan pemerintah berpotensi mengeluarkan dana tambahan sebesar Rp10 triliun untuk mengatasi kelebihan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pada tahun 2011 ini. "Untuk menutup kekurangan tersebut, setidaknya pemerintah harus keluarkan Rp10 trilun untuk sebulan ke depan," ungkapnya

Satya menambahkan dana tambahan tersebut bisa saja diambil pemerintah dari dana hibah dan utang luar negeri. Meski begitu, dia tidak setuju jika kekurangan tersebut harus ditutup dari sisa anggaran kementerian atau dari utang. Sebab, hal itu akan menimbulkan persoalan baru dan mengakibatkan numpuknya utang negara. "Ini yang sebetulnya tidak kita setuju, padahal dengan Rp10 triliun itu kita bisa gratiskan anak sekolah dari SD hingga SMU," jelasnya

Lebih jauh kata Satya, kelebihan kuota tersebut sebetulnya bisa disiasati pemerintah. Akan tetapi jika pemerintah bersedia melakukan pengaturan BBM subsidi pada tahun ini. Pengaturan itu bisa saja dengan menaikan harga BBM atau dengan pembatasan pemakaian BBM subsidi. Tapi itu hal ini tidak dilakukan oleh pemerintah mengingat banyaknya pertimbangan. "Padahal jika itu dilakukan kemungkinan jebolnya kuota BBM subsidi itu bisa dihindari," imbuhnya

Dari Singapura dilaporka, Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Rabu, karena kenaikan tak terduga stok minyak mentah Amerika Serikat mengurangi sentimen pasar setelah menguat Selasa malam, kata analis. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Januari, turun 48 sen menjadi 99,31 dolar AS per barel pada sore hari. Minyak mentah Brent North Sea untuk Januari turun 31 sen menjadi 110,51 dolar AS.

Prakiraan yang dikeluarkan oleh American Petroleum Institute Selasa malam, sebuah lonjakan persediaan AS menempatkan selimut basah di atas harga yang bersemangat, Phillip Futures mengatakan dalam sebuah laporan. "Stok minyak mentah di Amerika Serikat naik 3,4 juta barel minggu lalu. Hal ini berbeda tajam dengan perkiraan ... penurunan stok 200.000 barel," katanya.

Pasar minyak mentah telah menguat semalam setelah ketegangan geopolitik yang dipicu oleh pengunjuk rasa Iran yang menyerbu kedutaan Inggris dan komplek diplomatik Inggris lainnya di Teheran pada Selasa.

Tindakan ini memicu tanda bahaya internasional karena kekuatan Barat menerapkan sanksi-sanksi terhadap negara itu menyusul dugaan berusaha untuk mengembangkan senjata nuklir. Pasar minyak mendapat dukungan lebih lanjut dari keyakinan konsumen AS yang "rebound" pada November, dengan survei penting menunjukkan pemulihan dari tingkat terendah yang terlihat dalam lebih dari dua tahun. **cahyo

Related posts