Rumah Sakit Aini Gelar Donor Mata

Neraca. Kesehatan merupakan kekayaan yang sangat mahal dan tidak dapat tergantikan oleh apapun. Oleh karena itu, banyak orang yang berupaya untuk menjaga kondisi jiwa dan raganya agar tetap sehat selalu. Menjaga kesehatan tubuh sangatlah penting sehingga banyak orang yang melakukan perawatan tubuh untuk menunjang kesehatannya. Sebab bila orang terserang penyakit, maka tubuh akan mudah cape dan lemas, selain rasa sakit yang di alaminya. Lalu bagaimana orang yang kehilangan fungsi tubuhnya, akibat menderita suatu penyakit sehingga ada bagian tubuh yang tidak berfungsi dengan normal.

Sulitnya memberi pemahaman tentang donor mata salalu ada tantangannya, ketika ada seorang donor mata telah meninggal tapi keluarganya mengambil alih tentang mayatnya yang tidak mengizinkan donor matanya tersebut. Bisa dikatakan hal itu membatalkan perjanjian antara si pendonor dengan Bank Donor/instansi terkait karena keluarga tidak mengizinkannya.

Seperti kebutaan yang di alami oleh seseorang akibat katarak yang disebabkan karena berbagai penyakit, atau bahkan kecelakaan yang retina matanya rusak sehingga matanya tidak dapat melihat dengan benar. Bila sudah demikian maka banyak orang yang pasrah dan menerima hidupnya dalam kebutaan. Kebayang bukan, bagaimana rasanya hidup tanpa memiliki penglihatan. Semua menjadi gelap dan tidak mampu mengenali sesuatu dengan baik dihadapan kita.

Orang yang mengalami kebutaan, bila tidak memiliki kesabaran maka hidupnya akan terasa hambar. Akan tetapi orang yang memiliki kesabaran, ia akan bertahan dan berusaha menjalani kehidupan sesuai kemampuannya. Kita tidak mau bukan, tinggal diam dan berpangku tangan melihat hal itu terjadi pada segelintir orang di masyarakat. Kepedulian para dokter spesialis di dunia mata, telah menemukan solusi yang dapat memberikan bantuan untuk dan mengembalikan penglihatan mereka. Terutama penyembuhan pada bagian kornea mata, yang sering menyebabkan penderita katarak mengalami kebutaaa.

Beberapa waktu lalu, Rumah sakit Aini, Jakarta mengadakan acara dalam rangka donor mata dilihat dalam pandangan agama. Beberapa dokter spesialis mata hadir untuk menerangkan bagaimana proses donor mata dan menerangkan apa yang dimaksud dengan donor mata. Betapa pentingnya memberikan pertolongan kepada orang lain sehingga orang yang ditolong dapat merasakan kebahagian sehingga dapat melihat kembali secara normal. ”Donor mata itu adalah memberikan selaput korneanya dan harus secepatnya tidak boleh lebih dari beberapa jam sehingga kornea mata dapat berfungsi kepada penerimanya,” menurut Prof. Nila F. Muluk, Pengurus Bank Donor Mata DKI, Jakarta.

Selain itu, masyarakat selama ini belum memahami hukum mendonor mata dari kajian agama. Oleh karena itu, acara tersebut pun dihadiri oleh beberapa tokoh agama untuk menjelaskan kepada masyarakat bagaimana agama memandang halal atau haram donor mata itu sebenarnya. Hal itu untuk mengantisipasi pandangan masyarakat yang selama ini kurang mengetahui tentang hukum mendonor mata. ”Para ulama yang saya baca di situs internet, dari pandangan ulama di India tidak boleh, sedang dari ulama non indo Pakistan membolehkan mendonorkan sebagaian organ tubuhnya/mata,” menurut Amin Rais, Tokoh agama salah satu yang hadir saat itu. Sedang dari tokoh agama Budha mengatakan, satu keinginan yang terbaik untuk memberikan yang terbaik itu alasan kenapa banyak umat budha di Indonesia memberi donor mata.

Donor mata merupakan suatu kerelaan bagi sukarelawan tanpa paksaan dan tidak diperjual belikan. Jadi, donor mata hanya bisa dilakukan oleh orang yang secara suka rela melakukannya dan hanya pada bagian korneanya saja. Jadi, bukan bagian mata secara keseluruhan hanya pada korneanya saja dan dapat diambil dengan alat medis yang aman sehingga terjamin keselamatannya. ”Tidak boleh ada jual beli tentang kornea mata,” terang Prof. Nila.

Imbauan ini dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Aini kepada masyarakat sebagai tanggung jawab terhadap penderita mata, sehingga masyarakat yang memang hendak mendonorkan mata mereka dapat dengan mudah terakomodir dengan baik. Hal itu bukan dengan paksaan dan tidak menjadi kewajiban melainkan kerelaan dan tidak boleh dipaksa dalam segala cara apapun. Donor mata bukan untuk diperjual belikan dan tidak bisa diperjual belikan karena ada hukum yang mengaturnya, sehingga tidak akan terjadi praktek jual beli mata.

Donor mata merupakan kepedulian seseorang terhadap para penderita kebutaan karena sebab penyakit atau kecelakaan dan hanya pada bagian luarnya saja. Dalam rangka itu, pihak bank donor mata DKI, Jakarta menjelaskan bahwa donor mata dapat dilakukan oleh orang yang mendonor dan dapat diambil ketika orang itu telah meninggal dunia, dan secepatnya harus diambil dengan segera. Hal itu untuk menjaga agar kornea mata tidak rusak karena terlalu lama sehingga sel-sel jaringannya membusuk. Oleh karena itu, pihak bank donor mata biasanya yang melakukan antisipasi hal itu, dengan segera menjemput bola. Jadi, kornea tidak sia-sia dan dapat dipergunakan oleh para penerimanya dengan baik. (shiddiq)

Related posts