Bakrie Telecom Daur Ulang 40 Ton Baterei BTS

Sabtu, 03/12/2011

Neraca. PT Bakrie Telecom Tbk, operator telekomunikasi yang memberikan layanan telepon dengan nama produk Esia, telah mendaur ulang (recycle) 40 ton baterei BTS (Base Tranceiver Station). Baterei tersebut tadinya dipergunakan untuk menghidupi jaringan layanan Bakrie Telecom di berbagai kota di seluruh Indonesia. Proses daur ulang dilakukan dengan menggandeng PT Muhtomas sebagai mitra usaha yang telah memiliki sertifikat dan pengalaman dalam mendaur ulang berbagai limbah berbahaya, termasuk baterei BTS.

Baca juga: Pikir Ulang Kebijakan BM Baja

Dengan melakukan proses daur ulang terhadap 40 ton baterei bekas ini, Bakrie Telecom secara konsisten terus melakukan upaya penerapan prinsip-prinsip ramah lingkungan dan menjadikannya sebagai operator telekomunikasi hijau (Green Operator). “Dalam gerakan Hijau Untuk Negeri, kami punya target untuk menggunakan kembali (reuse) atau mendaur ulang (recyle) 75% dari limbah elektronik yang dihasilkan oleh IT dan Network selama tahun 2011. Apa yang kita lakukan saat ini merupakan bagian dari pencapaian target tersebut”, papar Rakhmat Junaidi saat menjelaskan proses daur ulang baterei bekas dihadapan media kemarin.

Baca juga: Bakrie Sumatera Menaruh Asa Revitalisasi

Menurut Rakhmat, setiap peralatan IT & Network memiliki masa operasinya. Setelah masa operasi ini terlewati maka harus dilakukan upaya terkontrol karena peralatan inimengandung material kimia, metal dan lainnya yang bisa mencemarkan lingkungan dan kesehatan. “Karenaituaktivitasgreen operatordalam payung gerakan Hijau Untuk Negeri harus memastikan semua limbah operasi dan elektronik tersebut harus terkelola dan terkontrol dengan baik”, katanya.

Baca juga: Bakrie Plantation Gali Bisnis Hilirisasi Sawit

Selain Muhtonas, Bakrie Telecom juga bekerja sama dengan Prasadha Pramana Limbah Industri (PPLI) dalam penangananproper disposal electronic waste (ewaste). Saat ini PT Bakrie Telecom Tbk merupakan Operator Telekomunikasi pertama yang bekerjasama dengan perusahaan yang juga mendapat sertifikat lingkungan hidup dalam pengolahan dan penghancuran limbah.

Baca juga: ULANG TAHUN OCBC NISP