Inflasi Masih Berpotensi Turun di Bawah 4,4%

NERACA

Jakarta---Asian Development Bank memperkirakan kemungkinan inflasi masih berpeluang untuk turun hingga ke level 4,4%. Alasanya laju inflasi mendekati akhir tahun makin terkendali. “ Kita mungkinkan adanya penurunan angka inflasi hingga ke level yang lebih rendah dari angka 4,4% Tapi semua itu tergantung pada inflasi dua bulan terakhir," kata Senior Country Economist Asian Development Bank Edwin Ginting, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (24/11)

Padahal sebelumnya, menjelang penghujung akhir 2011 ini, ada kekhawatiran peningkatan inflasi didorong oleh menumpuknya eksekusi anggaran pemerintah, terutama pada enam minggu terakhir. Namun, menurut persoalan inflasi tampaknya bukan menjadi masalah yang berat bagi pemerintah.

Berdasarkan hasil penelitian Asian Development Bank (ADB), bahwa inflasi Indonesia masih pada jalurnya. Inflasi akhir tahun bukan kejadian yang baru juga terjadi pada 2010.

Jika inflasi dua bulan terakhir sama dengan tahun lalu, yakni November 0,6 persen dan Desember 0,9%. Maka inflasi akhir tahun 2011 diperkirakan akan tetap di level 4,4%.

"Tapi, kalau inflasi pada dua bulan terakhir bisa lebih rendah dari tahun lalu, maka inflasi akhir tahun akan diperkirakan di bawah 4,4%," terangnya

Menyinggung soal pertumbuhan, Edwin memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 diperkirakan bisa mencapai target. Bahkan bisa melebihi apa yang sudah dipatok pada APBN 2011 sebesar 6,5%. Asumsi tersebut didasari pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga yang mencapai 6,5% didukung oleh peningkatan ekspor, konsumsi, dan investasi.

Menurut Edwin, ADB memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 6,6% pada 2011. "Angka ini masih bisa dicapai apabila pertumbuhan pada kuartal keempat mencapai 6,7%," jelasnya.

Namun, untuk mencapai angka 6,7% diperlukan tiga faktor. Pertama, peningkatan secara signifikan dorongan anggaran pemerintah seperti tahun sebelumnya, di mana angka pertumbuhan riil mencapai empat sampai 6%. Kedua, ekspor tidak menurun secara tajam, dengan pertumbuhan riil 16%-17%. "Dan yang ketiga, konsumsi dan investasi tetap cukup kuat seperti tiga kuartal sebelumnya," imbuhnya

Disisi lain, kat Edwin, performa ekonomi dan politik Indonesia di pentas dunia dinilai bagus. Namun masih ada tantangan yang perlu diwaspadai, yakni tingkat kemiskinan. Terlebih saat ini dunia sedang mengalami krisis ekonomi, yang berpusat di Uni Eropa.

"Indonesia berhasil mengentaskan angka kemiskinan empat juta orang dalam tiga tahun. Tetapi jangan sampai mereka yang sudah baik kembali jatuh menjadi rakyat miskin," tuturnya

Dikatakan Edwin, Indonesia sebagai negara terbesar nomor empat dunia ini sudah menjalankan perannya yang baik. Terbukti dari eksistensi Indonesia sebagai Keketuaan ASEAN, G20 dan APEC. “Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat didukung oleh tingginya konsumsi domestic,”urainya.

Ditempat terpisah, Managing Director dan Senior Economist Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan Stanchart Bank memproyesikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat di tahun 2012. Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2011 diasumsikan bakal 6,5%, maka pada 2012 pertumbuhan ekonomi akan melambat di 6,0%. "Pertumbuhan ekonomi RI akan melambat di 2012. Hal ini sebagai dampak dari perlambatan ekonomi dunia," kata Fauzi.

Menurut Fauzi, dengan melambatnya ekonomi dunia menyebabkan penetrasi ekspor Indonesia akan melambat. Sehingga, sambung Fauzi, pendorong ekonomi Indonesia yakni konsumsi dan investasi saja. "Bukan dari ekspor namun lebih kepada konsumsi dan investasi," tuturnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

CIPS Sebut Pengembangan Vokasi Masih Temui Hambatan

NERACA Jakarta – Pengembangan pendidikan vokasi masih menemui banyak hambatan. Di antaranya adalah mengenai kurangnya fasilitas penunjang, tempat praktik dan…

Kuartal Tiga, Rugi Indofarma Turun 45,2%

NERACA Jakarta – Hingga akhir September 2018, perusahaan farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp39,04 miliar atau menyusut…

Banten Oktober Alami Inflasi 0,01 Persen

Banten Oktober Alami Inflasi 0,01 Persen NERACA Serang - Provinsi Banten pada Oktober 2018 mengalami inflasi 0,01 persen dibanding bulan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Jagung Datang Peternak Ayam Merasa Senang

  NERACA   Malang - Peternak ayam mandiri di Wilayah Malang, Jawa Timur merasa senang dan berterima kasih atas bantuan…

Program B20 Mampu Tekan Impor Solar 4.000 kl/hari

      NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya…

Pasokan Pangan jadi Kunci Keberhasilan Jaga Inflasi

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus melakukan upaya-upaya menjaga angka inflasi agar sesuai target.…