Total Utang AS Capai US$ 15 T

NERACA

Washington – Total utang pemerintah Amerika Serikat terus mengalami peningkatan hingga mencapai US$ 15 triliun. Tentu saja jumlah utang itu sangat tidak sehat terhadap APBN AS. Apalagi total angka itu setara dengan 99% dari proyeksi PDB Amerika pada tahun 2011

Berdasarkan data Kementerian Keuangan AS yang dirilis menyebutkan beban utang negara yang harus dipikul masyarakat AS mencapai US$ 15.033.607.255.920,32, naik US$ 55,8 miliar dibandingkan posisi pada Selasa. Demikian rilis yang dikutip dari AFP.

Utang pemerintah secara bertahap terus meningkat sejak 2 Agustus, ketika Kongres AS berhasil memecahkan kebuntuan selama 3 bulan dan menyetujui kenaikan batas utang pemerintah dari US$ 14,3 triliun menjadi US$ 15,194 triliun.

Sementara utang yang ditutupi oleh batas --sedikit lebih rendah dari total utang publik--- telah meningkat menjadi US$ 14,989 triliun setelah keputusan tersebut. Pemerintah AS membelanjakan US$ 1,40 untuk setiap dolar yang diambilnya dari pendapatan.

Besarnya utang AS itu menjadi serangan bagi pemerintahan Presiden Barack Obama. Pimpinan Komite Anggaran Kongres AS dari partai Republik, Paul Ryan mengatakan, data tersebut mencatatkan hari yang tidak populer dalam sejarah AS. "Ada berhak mendapatkan pimpinan yang mampu mengatasi masalah ini," ujar Ryan

Gubernur Texas yang juga kandidat Presiden dari Republik juga menyerang dan menyalahkan kebijakan sosialis Obama telah membangkrutkan negara tersebut. Karena itu ini saat yang tepat untuk mendeklarasikan dan sekaligus untuk merombak Washington. "Amerika telah melintas batas yang tidak terpikirkan, utang negara kita sekarang melebihi US$ 15 triliun,”kata Ryan lagi.

Yang jelas, kata Pimpinan Komite Nasional dari Republik, Reince Priebus, tingginya utang rakyat semakin menderita. Bahkan jika dibeban utang itu kepada rakyat, masing-masing mendapat US$48.000/orang,” tegasnya

Reince mengakui gara-gara utang besar ini membuat gerak ekonomi AS menjadi lambat dan sulit bergerak dan bahkan merusak citra negara sebagai adidaya. “Utang yang sangat besar ini telah memperlambat perekonomian kami dan merusak peringkat utang,” tandasnya.

Malah Reince mengingatkan Demokrat bahwa Obama tak bisa lagi memerintah AS pada pemilu berikutnya. “Amerika tidak dapat menerima lagi masa 4 tahun presiden ini dan belanja serakah dari Demokrat," tegasnya

AS memang masuk dalam ketegori negara-negara dengan jumlah utang yang besar. Masalah besarnya utang itupula yang menyebabkan krisis mendera kawasan Eropa dan hingga kini belum ada tanda-tanda berakhir.

Sebagai perbandingan dari negara yang kini terbelit krisis karena besarnya utang adalah Italia yang memiliki utang US$ 2,223 triliun atau 108% PDB untuk posisi tahun 2010. Juga Yunani yang memiliki utang US$ 532,9 miliar atau 174% PDB.Sedangkan Indonesia, tercatat memiliki utang Rp 1.754,91 triliun yang setara dengan 27,3% PDB. **cahyo

BERITA TERKAIT

Total Emisi Obligasi Capai Rp 110,74 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2017 mencapai Rp110,74 triliun. Angka…

Gayus Desak Reformasi Total Lembaga Peradilan

Gayus Desak Reformasi Total Lembaga Peradilan NERACA Jakarta - Hakim Agung Gayus Lumbuun mendesak adanya perubahan dan evaluasi total dalam…

Penjualan Ekspor SMGR Capai 1,38 Juta Ton

NERACA Jakarta – Hingga kuartal tiga 2017, penjualan ekspor PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat pertumbuhan yang tinggi. Dalam siaran…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Infrastruktur jadi Senjata Pemerintah Atasi Middle Income Trap

      NERACA   Jakarta – Indonesia digadang-gadang akan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.…

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

LTC Glodok Sediakan Layanan SIM dan STNK Keliling

  NERACA   Jakarta – Pusat perbelanjaan Lindeteves Trade Center Glodok (LTC Glodok) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya mengadakan pelayanan…