Gara-Gara Infrastruktur Rp500 T Nganggur - Dari ASEAN Summit

NERACA

Jakarta----Gara-gara sejumlah proyek infrastruktur terhambat persoalan lahan dan tak bisa diselesaikan. Maka dampaknya sejumlah pembiayaan yang sudah disetujui tak bisa dicairkan. Akibatnya banyak dana mengganggur (undisburshed loan) di perbankan yang tak terpakai. "Sekarang ini ada uang di bank yang sudah kita tandatangani kredit ada lebih dari Rp 500 triliunan, kita tidak bisa pakai. Masalah utama nggak bisa pakai itu karena nggak bisa menyelesaikan tanah," kata Ketua Apindo Sofjan Wanandi di Jakarta, Rabu (9/11)

Sofjan mengakui data dana menganggur ini didapatkan berdasarkan percakapannya dengan pihak Bank Mandiri di G-20 lalu. Hasilnya terungkap angka yang mencengangkan. Permasalahannya sangat klasik seperti proyek tol yang terhambat permasalahan lahan masih berlangsung. "Dia bilang sama saya Rp 600-700 triliun yang kita sudah komit tapi nggak di pakai karena masalah infrastruktur terutama masalah-masalah tanah, tata ruang. sedangkan semua sudah bayar komitmen fee sama kita," terangnya

Lebih jauh Sofyan mengaku kecewa dengan kondisi yang ini sangat merugikan banyak pihaknya. Sehingga momentum Indonesia untuk berubah hilang terus. Bahkan kondisi pereknomian yang seperti ini lebih disebabkan karena persoalan politik semata. "Kita ini terlalu banyak ngomong politik saja, belum selesai pemerintahan. Malah sudah mau bicara 2014," tambahnya

Menurut Sofyan, ASEAN Business and Investment Summit takkan ada manfaatnya jika pekerjaan domestik di Indonesia belum diselesaikan. Pemerintah harus dipaksa bersama-sama supaya pemerintah mengerjakan pekerjaan rumah dalam negeri. "Pemerintah kita malu juga kalau negara lain mau dia sendiri nggak menyelesaikan pekerjaan rumahnya, itu kita hilang momentum dan kasihan masyarakat kita, kesempatan pertumbuhannya ini kita kurang lagi , ketinggalan lagi kita kan," jelasnya

Dikatakan Sofjan, pertemuan kali ini merupakan waktu yang tepat apalagi adanya kedatangan Presiden Barack Obama. Investor dari Jepang dan India sangat berminat masuk ke Indonesia. "Kalau pemerintah ini benar-benar cepat menyelesaikan permasalahan dengan tata ruang dan lahan terutama infrastuktur, saya pikir kita itu jauh bisa lebih banyak dari pada Thailand," katanya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan mengatakan penyelenggaraan ASEAN Business dan Investment Summit (ABIS) ini bersamaan dengan berkembangnya kekhawatiran masalah perekonomian dunia. Hal ini terkait dengan prediksi akan kembali melemah sebagai dampak dari krisis keuangan di Uni Eropa. “Tidak mengherankan, banyak perserta dari kalangan bisnis terkemuka dan para menteri bahkan Kepala Negara merasa berkepentingan untuk hadir,” jelasnya

Gita menambahkan situasi perekonomian global saat ini bisa mempengaruhi proses integritas ekonomi ASEAN menuju ASEAN Economic Community (AEC) 2015. “Tentunya semua negara merasa prihatin atas perkembangan pereknonomian Uni Eropa serta lemahnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, Namun momentum ini justru dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi yang sedang kuat di kawasan ini, yang diharapkan dapat ikut memperkecil dampak krisis secara global,” lanjutnya. **novi/cahyo

BERITA TERKAIT

Niaga Daring - Infrastruktur Internet Cepat Topang Geliat Bisnis E-Commerce

NERACA Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama empat tahun ini telah berhasil membangun internet cepat di seluruh Indonesia guna…

APP Sinar Mas Kembali Raih Penghargaan dari Kemenperin - Terapkan Prinsip Industri Hijau

APP Sinar Mas Kembali Raih Penghargaan dari Kemenperin Terapkan Prinsip Industri Hijau NERACA Jakarta – Dua unit industri Asia Pulp…

Hoax: Jokowi Kalah di Media Sosial - Fakta Data dari Lembaga Analisa Media Sosial Politicawave

Hoax: Jokowi Kalah di Media Sosial Fakta Data dari Lembaga Analisa Media Sosial Politicawave Oleh : Rofiq Al Fikri (Koordinator…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Membaiknya Ekonomi, Penerimaan Pajak Hampir Capai Target

        NERACA   Jakarta - Lembaga riset perpajakan DDTC menilai bahwa penerimaan pajak pada 2018 yang hampir…

Presiden Minta PKH Tak Digunakan untuk Konsumtif

      NERACA   Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mengarahkan warga penerima…

DataOn Bentuk Perusahaan Baru GreatDay HR

      NERACA   Jakarta - DataOn (PT. Indodev Niaga Internet) meresmikan GreatDay HR sebagai brand baru untuk solusi…