Krisis Eropa Hempaskan Harga Minyak RI

NERACA

Jakarta---Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) diperkirakan turun sekitra US$ 1,75 per barel menjadi US$ 109,25 per barel. Hal inin disebabkan terjadinya penurunan permintaan minyak global pada 2011.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari situs Ditjen Migas menyebutkan penurunan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional. Masalahnya beberapa faktor yang ikut menentukan, antara lain perekonomian dunia yang masih dibayangi terjadinya resesi ekonomi. Disisi lain dampak dari krisis utang zona Eropa dan recovery perekonomian AS yang berjalan lambat juga menambah kekhawatiran.

Ditambah lagi dengan penurunan harga minyak dunia juga dipengaruhi oleh aspek geopolitik yaitu dengan berakhirnya rezim Khadafi meningkatkan harapan kembali stabilnya pasokan dari Libya. Di Asia Pasifik, impor minyak China mengalami penurunan sedangkan di Jepang konsumsi listrik turun selama tujuh bulan terakhir yang berimbas pada penurunan impor minyak Jepang.

Dari Singapura, harga minyak mentah lebih rendah di perdagangan Asia pada Rabu, karena secara mengejutkan Yunani mengumumkan sebuah referendum `bailout` (dana talangan) utang yang membingungkan pasar ekuitas dan komoditas, kata analis. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman Desember, jatuh 68 sen menjadi 91,51 dolar AS per barel pada sore hari. Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember melepaskan 53 sen menjadi 109,01 dolar AS.

Perdana Menteri Yunani George Papandreou menyerukan pemungutan suara nasional mengenai paket penyelamatan yang disepakati pekan lalu oleh para pemimpin Eropa mengirimkan gelombang kejut melalui pasar minyak mentah, Phillip Futures mengatakan dalam sebuah laporan.

Sebuah "kemungkinan referendum di Yunani tentang bailout utangnya menghidupkan kembali kekhawatiran tentang zona euro ... Tindakan tak terduga Papandreou telah mengirimkan euro, ekuitas dan harga minyak turun tajam," katanya.

Papandreou memutuskan untuk mengadakan pemungutan suara kepercayaan pada Jumat diikuti dengan referendum yang mengirim bursa Eropa jatuh pada Selasa dan mendapat teguran keras dari negara Uni Eropa termasuk Prancis dan Inggris.

Menteri keuangan Inggris George Osborne mengatakan "tidak ada keraguan" bahwa keputusan mengejutkan Yunani telah "menambah ketidakstabilan dan ketidakpastian" di zona euro.

Sementara itu, data ekonomi "lemah" yang keluar dari China, Inggris dan Amerika Serikat "memperkuat kembali kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi yang membatasi permintaan minyak", laporan Phillip Futures mengatakan.

Aktivitas manufaktur di AS dan China - masing-masing konsumen minyak dan energi terbesar di dunia - berkembang dengan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan bulan lalu pada September. *cahyo

BERITA TERKAIT

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen

Harga Gabah Kering Giling di Banten Naik 2,92 Persen NERACA Serang - Harga Gabah Kering Giling (GKG) pada tingkat petani…

Penurunan Harga Batu Bara Pengaruhi Kinerja Ekspor Sumsel

Penurunan Harga Batu Bara Pengaruhi Kinerja Ekspor Sumsel NERACA Palembang - Tren penurunan harga batu bara di pasaran internasional sejak…

POTONGAN HARGA BAGI PEMILIH PEMILU

POTONGAN HARGA BAGI PEMILIH PEMILU Warga menunjukkan jari yang telah dicelupkan tinta Pemilu saat membeli salah satu makanan siap saji…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anehnya Boikot Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia

      NERACA   Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia menjadi penopang terhadap perekonomian. Data dari Direktorat Jenderal Pajak…

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…