Rusia Serius Garap Rel Kereta Api

NERACA

Jakarta---Pemerintah Rusia melalui sejumlah pengusahanya sangat serius terhadap pembangunan rel KA di Kalimantan. Apalagi total nilai investasinya mencapai US$2-US$3 miliar. "Untuk pembangunan railway di Kalimantan juga sekira USD2 miliar-USD3 miliar.," kata Kepala BKPM, Gita Wirjawan di Jakarta, Kamis (27/10)

Untuk pembangunan rel kereta api, menurut Gita, akan segera dilakukan sinkronisasi antara pemerintah pusat dengan gubernur Kalimantan. "Railway ini dengan catatan kan dari Kalteng ke Kaltim tapi tentu kita harus sinkronisasikan dulu pandangan Jakarta dan pandangan Gubernur Kalteng," katanya.

Menyinggung soal investasi Rusia ke Indonesia yang dinilai masih sangat minim, Gita a menyatakan akan terus meningkatkan nilainya agar bertambah untuk tahun-tahun mendatang. "Ini kan untuk lima tahun ke depan ya (kecil). Kita upayakan tapi saya melihat jangka panjangnya ini kan 10, 15, 20 tahun, dua perekonomian ini akan ke triliunan. Besar sekali ya skala perekonomiannya, jadi kita harus berambisi untuk capai angka yang lebih besar," tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang membantah telah menolak Russian Railways, investor asal Rusia yang telah menyatakan minatnya menanamkan modalnya membangun rel KA Kalteng-Kaltim. "Tidak ada kata menolak. Tapi kita terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada masing-masing provinsi untuk membangun dulu rel KA di daerahnya," katanya

Keinginan untuk membangun rel KA di wilayah masing-masing provinsi, sambung Teras Narang, mengacu dengan komitmen yang dibangun 4 Gubernur di Kalimantan yakni Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Gubernur Kalimantan Tengah(Kalteng), Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) serta Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel). "Komitmen itu dilakukan sejak tahun 2007 lalu. Bahwa masing-masing Gubernur, membangun dulu rel KA di wilayah dulu, setelah itu baru terkoneksi," ujar Teras lagi

Dengan demikian, Teras Narang mengaku untuk sementara ini masih menutup peluang investor untuk menanamkan modalnya di Kalteng, khususnya pembangunan rel KA angkutan khusus maupun rel KA yang menghubungkan dengan provinsi lain. "Kita memang belum membuka peluang dengan investor yang ingin bangun (rel KA) khusus dan terhubung," tegas Teras Narang.

Seperti diketahui setelah gagal melobi Pemprov Kalteng, Russian Railways justru mendapat sambutan baik di Kaltim. Melalui Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, dalam waktu dekat segera melakukan penandatanganan nota kesepahaman terkait rencana rel KA dari perbatasan Kaltim-Kalteng ke Balikpapan (Kaltim) sepanjang 180 kilometer. **Bari

BERITA TERKAIT

BPJS-TK Sumbagsel Fokus Garap Pekerja Informal

BPJS-TK Sumbagsel Fokus Garap Pekerja Informal NERACA Palembang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)…

KKRI Minta Kejagung Serius Tangani Kasus Alsintan

KKRI Minta Kejagung Serius Tangani Kasus Alsintan NERACA Jakarta - Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI) meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk…

Penegakan UU Hak Cipta Harus Jadi Perhatian Serius

Penegakan UU Hak Cipta Harus Jadi Perhatian Serius NERACA Jakarta - Penegakan Undang-Undang (UU) Nomor 28/2014 tentang Hak Cipta harus…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Permen PUPR Soal Rusun Akan Dijudical Review

        NERACA   Jakarta - Para pengembang properti yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) dan Persatuan…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…