Sorot Infrastruktur Desa Lakkang Bali

CSR Bank Mandiri:

Sabtu, 29/10/2011

NERACA. Bank Mandiri Wilayah X Makassar menganggarkan Rp 1,4 miliar untuk program corporate social responsibility (CSR) sepanjang tahun 2011. Demikian ungkap Manager Marketing Bank Mandiri Wilayah X Makassar, Sugiamin.

Alokasi anggaran CSR tersebut direncanakan untuk kegiatan sosial. Di antaranya, pembanguan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) di wilayah pesisir pantai Galesong Kabupaten Takalar dengan nilai dana Rp 50 juta, penyerahan bantuan perangkat komputer di empat sekolah di Kabupaten Majene senilai Rp 200 juta, serta bantuan renovasi laboratorium dan bangunan sekolah di SMPN 3 Makassar senilai Rp 130 Juta.

Mandiri sebelumnya telah melakukan survei terkait rencana penyaluran bantuan melalui program CSR Mandiri 2011, termasuk di Kelurahan Lakkang-Bali. “Kelurahan Lakkang memiliki potensi wisata yang sangat menarik, namun dari segi infrastruktur masih perlu dilakukan perbaikan secara berkesinambungan,” ungkap dia.

Untuk program CSR di Lakkang, jelas nya, perlu melalui tahapan survei untuk mengetahui kebutuhan apa yang sangat mendasar bagi warga."Kami masih dalam tahap survei untuk mengetahui apa kebutuhan waraga disana. Kami harap CSR Mandiri bisa membantu warga khususnya dari segi infrastruktur, tapi kami belum bisa memastikan bantuan apa yang nanti kami salurkan ke Lakkang," katanya.

Sementara itu, Lurah Lakkang Agus M mengatakan, kebutuhan masyarakat yang paling mendasar di wilayahnya adalah peningkatan infrastruktur, seperti jalan dan dermaga untuk menunjang kebutuhan transportasi warga melalui jalur sungai.

Dia menjelaskan, kondisi dermaga penyeberangan yang digunakan sehari-hari masyarakat daerah itu cukup memprihatinkan. Banyak warga masyarakat Lakkang yang sangat bergantung dengan alat transportasi sungai karena Lakkang tidak memiliki akses jalan melalui jalur darat. “Kondisi dermaga disini yang butuh perbaikan. Banyak kapal yang susah sandar karena kondisinya sudah tidak layak lagi. Sudah lama dermaga ini dikeluhkan warga,” jelasnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Lakkang, Ramli menambahkan, perbaikan jalan masih cukup dibutuhkan warga. Demikian pula dengan kebutuhan dermaga yang banyak dimanfaatkan anak sekolah di pagi hari.

Menurut dia, pihaknya saat ini tengah mengupayakan agar SMP bisa dibangun di Lakkang. Soal proses perizinan pembangunannya masih menunggu persetujuan dari Mendiknas. “Pemilik perahu disini sudah sepakat menggratiskan anak sekolah. Mereka tidak membebani anak sekolah karena SMP dan SMA tidak ada di Lakkang,” kata Kepala Sekolah SDN Lakkang ini.

Hal yang sama juga dikemukaan oleh Direktur Eksekutive Lingkar Penulis Pariwisata (LPP) Makassar, Hendra Nick. Menurutnya, Lakkang memiliki potensi sebagai desa wisata karena masyarakatnya masih memilihara budaya dan kultur asli Bugis Makassar dan terletak ditengah-tengah kota Makassar serta menyimpan banyak potensi wisata.

Kebutuhan mendasar dari aspek pembangunan di Lakkang, kata dia, lebih kepada optimalisasi objek wisata sungai dengan menyediakan dermaga yang baik serta transportasi sampan yang bernuansa wisata.

“Lakkang belum memiliki dermaga yang baik untuk itu diharapkan agar bantuan yang masuk bisa dialokasikan ke pembangunan dermaga di Lakkang, sehingga objek wisata sungai Tallo bisa menjadi optimal dan mendapat perhatian dari para wisatawan,” kata dia.