Bank Mandiri Alokasikan Dana CSR Rp 280 miliar

Sabtu, 29/10/2011

NERACA. Selama tahun 2011, Bank Mandiri mengalokasikan dana sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp 280 miliar. Dana itu berasal dari empat persen penyisihan laba bersih tahun 2010. Vice President Treasury Group Bank Mandiri, Diana Hadi menjelaskan, bahwa laba yang disisihkan untuk dana sosial tersebut disalurkan untuk program bina lingkungan diseluruh Tanah Air.

Ada empat program yang menjadi sasaran pembinaan lingkungan meliputi pembuatan sarana ibadah, umum, pendidikan dan kesehatan, “Akan tetapi setiap bulannya kami memiliki fokus pembinaan program yang berbeda-beda. Untuk bulan Oktober ini, kami fokuskan pada penyaluran dana bidang pendidikan,” ujarnya.

Total anggaran yang telah habis untuk program Bina Lingkungan Bank Mandiri mencapai Rp 73,54 miliar sampai dengan September 2011. Selain renovasi pusat jajan, dana yang telah terpakai untuk kegiatan sosial di bidang pendidikan, kesehatan dan pelestarian alam.

Sebelumnya Bank Mandiri juga merenovasi pusat jajan Mandiri di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) yang menghabiskan biaya Rp 1,5 miliar. Menurut Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, bahwa pusat jajan Mandiri akan menampung 24 pedagang yang berjualan disekitar komplek olah raga Jakarta ini.

Bersama kelompok TEMPO Media, Bank Mandiri juga mengadakan program pelatihan konsep dan praktik penulisan ilmiah populer untuk 375 guru dan mahasiswa di lima daerah bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat.

program pelatihan yang mendapat dukungan Kementerian Pendidikan Nasional, Juni dan Juli lalu, melibatkan lima perguruan tinggi yakni; Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang, Banten, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surabaya Indonesia, Universitas Hasanuddin Makasar dan Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat.

Selain workshop penulisan ilmiah populer, dukungan Bank Mandiri pada sektor pendidikan juga diwujudkan melalui kegiatan Wirausaha Mandiri yang ditujukan bagi kalangan mahasiswa dan alumni, agar mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi tersebut terpacu untuk menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sebagai pencari kerja.