Gubernur Jabar Tolak Beras Impor

NERACA

Bandung - Kondisi pangan khususnya beras di Jabar hingga saat ini masih surplus sehingga Jabar telah menyetujui target kontribusi pencapaian produksi beras nasional yang dirancanng 10 juta ton GKG. Untuk mendukung target tersebut, Jabar siap menargetkan pencapaian produksi beras di tahun 2014 sebesar 30% dari target atau sebesar 2,7 juta ton.

“Dalam rangka mengejar target tersebut serta untuk kesinambungan tercukupinya ketahanan pangan, Pemprov. Jabar mendorong diversifikasi pangan,”demikian, diungkapkan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan dalam keterangannya kepada wartawan usai menggelar acara peringatan Hari Pangan Sedunia ke-XXXI Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Gedung Sate (14/10).

Gubernur, lebih lanjut memaparkan dukungan untuk program diversifikasi pangan dilatarbelakangi oleh banyaknya potensi lokal yang berkembang di Jabar.Untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat yang selama ini tergantung pada beras,ada sumber lain yang bisa dijadikan sebagai karbohidrat.

Di Jabar, sumber karbohidrat dapat diperoleh dari tanaman-tanaman yang ditanam oleh para petani antara lain : ganyong, singkong, dan hanjeli sehingga untuk merealisasikan program diversifikasi tersebut peluangnya sudah ada.

“Khusus untuk pencapaian produksi beras, Jabar bersama dua Provinsi lainnya yaitu Jateng dan Jatim merupakan Provinsi yang menghasilkan produksi beras surplus. Maka kebijakan pemerintah yaitu impor beras, ketiga Provinsi tersebut yang termasuk di dalamnya Jabar menolak ada impor beras yang masuk tiga wilayah tersebut,”papar Gubernur.

BERITA TERKAIT

Impor Dosen Asing Harus Diperketat

      Pengamat bidang pendidikan tinggi dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumbar Dr Ade Djulardi menilai dosen asing yang…

Jabar Buka Delapan Peluang Investasi 2018

Jabar Buka Delapan Peluang Investasi 2018 NERACA Bekasi - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Jawa Barat…

Efektivitas Impor Pangan Perlu Dievaluasi

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menginginkan berbagai kebijakan terkait mekanisme impor pangan yang tidak efektif agar…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Dishub DKI Jakarta Pantau Terus Ganjil-Genap

  NERACA Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyatakan akan terus memantau pelaksanaan uji coba penambahan waktu penerapan kebijakan…

74 Perusahaan di Kudus Terapkan Struktur Skala Upah - Dari 150 Perusahaan

NERACA Kudus - Baru sebanyak 74 perusahaan dari sekitar 150 perusahaan menengah dan besar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang…

Bekraf Gelar Pelatihan UMKM dan Ekonomi Kreatif

NERACA Sukabumi- Dalam rangka membantu pemasaran produk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) dan ekonomi kretaif. Badan ekonomi Kreatif…