Bisa Dongkrak Pertumbuhan 6,7% - Didesak Realisasi MP3EI

NERACA

Jakarta---Pemerintah didesak segera mempercepat realisasi program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Alasanya proyek

MP3EI bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 6,7% dari kondisi saat ini 6 %. "Tujuan pertumbuhan ekonomi 6,7% untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka kemiskinan," kata Chief Economist Danareksa Sekuritas, Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu,12/10

Menurut Purbaya, masalah pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini masih bertumpu pada sektor konsumsi, sedangkan investasinya hanya 30%. Oleh karena itu, untuk meningkatkan investasi, maka pemerintah segera menggulirkan MP3EI tersebut dengan merevisi semua peraturan yang menghambatnya.

Dia mengingatkan kapasitas pendanaan pemerintah dalam koridor MP3EI hanya 10%, sedangkan sisanya berasal dari badan usaha di dalam negeri dan luar negeri.

Terkait soal peraturan pertanahan, Yudhi mencontohkan, tanah ulayat mengapa tidak dibuat peraturan yang memungkinkan pemilik tanah ulayat ikut dalam penyertaan modal sehingga mereka juga ikut menikmati apabila daerah yang dilalui koridor MP3EI berkembang.

Sementara itu, pemilik Independent Research and Advisory Indonesia (IRAI), Lin Che Wei mengharapkan, pemerintah dapat mengubah straeginya apabila menginginkan pada tahun 2012 - 2014 sudah ada kegiatan MP3EI yang dapat diwujudkan.

Namun Lin Che memperkirakan pemerintah akan mengalami kesulitan apabila memaksakan swasta masuk pada proyek-proyek terkait pelayanan masyarakat. Sebab itulah dianjurkan dalam MP3EI BUMN diharapkan menjadi lead untuk proyek pelayanan masyarakat (public service), apabila penerapannya sudah jelas maka proyek tersebut dapat dibuka kepada swasta.

Lin menyarankan pembangunan infrastruktur harus segera direalisasikan apabila ingin segera mewujudkan MP3EI pada tahun 2012 - 2014.

Sedangkan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, dalam mewujudkan MP3EI tidak hanya memperhatikan kebutuhan makro dan mikro saja dalam suatu kawasan tetapi juga ditengah-tengah itu yang disebut dengan Meso. "MP3EI itu sifatnya untuk mendekatkan pusat-pusat pertumbuhan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi keseluruhan," ujar dia.

Bambang mentargetkan, pembangunan koridor Jawa sudah harus selesai pada tahun 2014 diantaranya merealisasikan jalur kereta api ganda di Utara Jawa dari ujung Barat sampai ujung Timur, serta sebagian di Selatan.

Bambang juga melakukan pola pendekatan satu atap untuk izin-izin pembangunan pelabuhan apabila tujuannya untuk memberikan pelayanan skala luas. "Kami berikan dengan sistem lisensi," ujar dia.

Terkait dengan pembangunan Jembatan Selat Sunda, Bambang mengatakan, kompensasi bagi investor tidak semata-mata dari tarif karena pasti tidak menarik, saat ini tengah dipikirkan untuk memberikan konsesi pengembangan kawasan sekitar untuk jangka waktu 10 sampai 15 tahun. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pemerintah Kabulkan Permohonan Ekstradisi dari Pemerintah Hongkong

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM RI Mengabulkan Permohonan Ekstradisi dari Pemerintah Hong Kong…

Membawa Produk Daur Ulang Plastik ke Kancah Internasional

    NERACA   Jakarta - Diaspora dan Desainer Indonesia Mey Hasibuan membawa kasil karyanya yang didominasi dengan bahan sampah…

Proteindotama Cipta Pangan Ingin Tambah 325 Outlet Baru

    NERACA   Jakarta – PT Proteindotama Cipta Pangan dengan tiga brand kulinernya di kategori ayam goreng seperti C’Bezt…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Raih Juara DSSC 2019, Tiga Tim SMK Berkesempatan ke Italia

    NERACA   Jakarta - Kompetisi Dekkson SMK Sales Championship (DSSC) 2019 telah memasuki babak final akhir. Lebih kurang…

Menkumham Lantik Majelis dan Pengawas Notaris Periode 2019-2022

    NERACA   Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly melantik Majelis Pengawas Pusat…

Pameran IEAE 2019 Targetkan Nilai Transaksi US$1 Juta

    NERACA   Jakarta - Chaoyu Expo kembali akan menyelenggarakan pameran B2B (business to business) Indonesia International Electronics &…