Tindak Tegas SMS Teror Nasabah

Kami mendesak Bank Indonesia dan seluruh bank agar mengambil kebijakan tegas untuk menutup seluruh rekening untuk penipuan SMS yang berisi permintaan transfer ke rekening tersebut. Dalam rangka memberikan kenyamanan dan perlindungan nasabah, seluruh bank harus serius membersihkan rekening-rekening untuk penipuan itu. Seluruh bank juga harus memperbaiki strategi marketingnya dengan mengedepankan etika.

Ke depan, tidak boleh ada lagi teror pesan singkat atau SMS penawaran kredit tanpa agunan (KTA) kepada nasabah. BI, harus memberikan teguran keras kalau masih ada bank-bank yang melakukan cara-cara itu.

Kami juga meminta BI mengikutsertakan bank-bank lainnya juga harus dilibatkan, bukan hanya 12 bank saja. Seluruh nasabah bank di berbagai bank harus mendapatkan perlindungan yang maksimal. Sehingga seluruh bank seharusnya menyediakan layanan pengaduan atau call center kalau ada rekening bank mereka yang digunakan untuk penipuan. Seluruh bank juga harus komitmen untuk menghentikan SMS teror penawaran kredit.

Kemal Azis Stamboel

Anggota Komisi XI DPR-RI

BERITA TERKAIT

Mirae Sekuritas Targetkan 90 Ribu Nasabah

NERACA Makassar - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menargetkan 90 ribu nasabah hingga akhir 2017 untuk menggunakan produk layanannya.”Ini dengan…

Menteri BUMN Motivasi Nasabah Mekaar PNM Kelola Dana Pinjaman

Menteri BUMN Motivasi Nasabah Mekaar PNM Kelola Dana Pinjaman NERACA Ciamis - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M…

Menteri BUMN Motivasi Nasabah Mekaar PNM Kelola Dana Pinjaman

Menteri BUMN Motivasi Nasabah Mekaar PNM Kelola Dana Pinjaman NERACA Ciamis - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Perlukah Pemerintah Memberi Tunjangan Profesi Wartawan?

Oleh: D.Dj. Kliwantoro Pemerintah telah memberi tunjangan profesi dan tunjangan khusus guru, baik yang berstatus pegawai negeri sipil maupun bukan…

Solusi Alami Kendalikan Pemanasan Global di Indonesia

Oleh: Genta Tenri Mawangi Pemanasan global telah menjadi masalah masyarakat dunia, karena dampaknya dianggap tengah terjadi di banyak negara. Dalam beberapa…

Budaya Kerja Ala Jokowi

  Oleh : Indah Rahmawati Salam, Peneliti di Lembaga Kajian Arus Pembangunan  Presiden RI ke-7 yaitu Ir.H.Joko Widodo atau biasa…