Tindak Tegas SMS Teror Nasabah

Kami mendesak Bank Indonesia dan seluruh bank agar mengambil kebijakan tegas untuk menutup seluruh rekening untuk penipuan SMS yang berisi permintaan transfer ke rekening tersebut. Dalam rangka memberikan kenyamanan dan perlindungan nasabah, seluruh bank harus serius membersihkan rekening-rekening untuk penipuan itu. Seluruh bank juga harus memperbaiki strategi marketingnya dengan mengedepankan etika.

Ke depan, tidak boleh ada lagi teror pesan singkat atau SMS penawaran kredit tanpa agunan (KTA) kepada nasabah. BI, harus memberikan teguran keras kalau masih ada bank-bank yang melakukan cara-cara itu.

Kami juga meminta BI mengikutsertakan bank-bank lainnya juga harus dilibatkan, bukan hanya 12 bank saja. Seluruh nasabah bank di berbagai bank harus mendapatkan perlindungan yang maksimal. Sehingga seluruh bank seharusnya menyediakan layanan pengaduan atau call center kalau ada rekening bank mereka yang digunakan untuk penipuan. Seluruh bank juga harus komitmen untuk menghentikan SMS teror penawaran kredit.

Kemal Azis Stamboel

Anggota Komisi XI DPR-RI

BERITA TERKAIT

PNM Targetkan 18.000 Nasabah di Sumbawa Pada 2019

PNM Targetkan 18.000 Nasabah di Sumbawa Pada 2019 NERACA Mataram - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Area Sumbawa, Nusa Tenggara…

Ditjen Pajak Lacak WP Nasabah di 94 Negara - KEMENKEU SIAP PANGKAS FORM LAPORAN SPT 2020

Jakarta-Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu akan bisa melacak data wajib pajak (WP) yang menjadi nasabah jasa keuangan luar negeri di 94 negara.…

PERUSAHAAN DENGAN LOYALITAS NASABAH TINGGI

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi, menyampaikan materi saat seminar Tingkat Loyalitas Nasabah Bank setelah Digitalisasi Layanan…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Hoax Ancam Keutuhan Indonesia dan Keberlanjutan Pembangunan

   Oleh: Muhammad Satyan Azikar dan Erwin Sikumbang, Mahasiswa PTN Hoax merupakan komponen perusak demokrasi yang nyata dalam momentum  pesta…

Jalan Berliku Digitalisasi Layanan Pajak

  Oleh: Sri Lestari Pujiastuti, Kepala Seksi KPP Pratama Jakarta Kalideres *)   Perjalanan digitalisasi layanan pajak telah dimulai hampir…

Akankah Bakal Banyak Pekerjaan Diambil Alih Robot?

Oleh: Ade Irwansyah Jika mengacu pada riset yang dirilis McKinsey & Company, dalam seperempat abad mendatang 47 persen pekerjaan akn…