APEC Anggap Penting Keamanan Energi

NERACA

Jakarta---Masalah energi menjadi perhatian penting bagi kerjasama antara negara-negara APEC. Apalagi pentingnya mengatasi masalah energi guna menjamin energy security untuk kawasan APEC sebagai sebuah tantangan masa depan.

"Saya mengusulkan negara-negara APEC untuk memperkuat kerja sama regional dalam menjamin keamanan energi untuk kawasan APEC, mengingat tantangan yang kita hadapi tidak bersifat eksklusif," kata Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dikutip dari situs Ditjen Migas di Jakarta, Senin (26/9)

Dalam situs tersebut dijelaskan Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh diundang sebagai panelis pada APEC Transportation and Energy Ministerial Conference (APEC - TEMC), di Westin St, Francis Hotel, California, Amerika Serikat. Bahkan Darwin menjadi pembicara pada APEC Energy Policy Roundtable (Ensuring Energy Security for Economic Growth).

Pada kesempatan tersebut, Menteri ESDM menuturkan, dalam menjamin keamanan energi untuk pertumbuhan ekonomi nasional, Indonesia akan mengoptimalkan semua sumber energi yang ada, termasuk energi terbarukan.

Oleh karenanya, Menteri ESDM mengharapkan dukungan dalam penelitian atau pengembangan, peningkatan kapasitas dan investasi khususnya dari negara-negara APEC. Beberapa agenda pemerintah untuk mencapai target nasional di antaranya melalui pengembangan kebijakan dan regulasi yang mendukung, mempromosikan kesadaran publik, serta menciptakan kondisi yang kondusif untuk pengembangan green-energy seperti memberikan insentif.

Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) merupakan forum regional yang terbentuk oleh perubahan kondisi politik dan ekonomi dunia pada akhir dekade 1980, yang menciptakan saling ketergantungan di antara negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

Forum yang dibentuk tahun 1989 di Canbera-Australia ini menjadi suatu forum konsultasi atau dialog dan sebagai lembaga informal yang kerja sama ekonominya berpedoman pada pendekatan liberalisasi bersama berdasarkan sukarela, melakukan inisiatif secara kolektif dan untuk mendukung keberhasilannya dilakukan konsultasi yang intensif.

Anggota APEC saat ini adalah 21 ekonomi, yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Cili, Republik Rakyat Cina, Hongkong-Cina, Indonesia, Jepang, Republik Korea, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Papua New Guinea, Filipina, Singapura, Taiwan-Cina Taipe, Thailand, Amerika Serikat, Peru, Rusia, dan Vietnam. **cahyo

BERITA TERKAIT

SOLUSI KEAMANAN

kiri ke kanan : Senior Manager Corporate Affairs GOJEK Alvita Chen, Chief Corporate Affairs GOJEK Nila Marita, Co- Director Hollaback!…

Perludem: Kepastian Hukum yang Kuat Penting untuk KPU

Perludem: Kepastian Hukum yang Kuat Penting untuk KPU NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi…

Menteri Kelautan dan Perikanan - Generasi Muda Berperan Penting Jaga Laut

Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Generasi Muda Berperan Penting Jaga Laut Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Aturan Pemerintah Minimalkan Perang Tarif Ojek Online

      NERACA   Jakarta - Pengamat Transportasi dari Institut Studi Transportasi (Intrans) Darmaningtyas memandang aturan mengenai ojek dalam…

JICT : Perpanjangan Kontrak Pelindo II dan HPH Beri Keuntungan Bagi Indonesia

    NERACA   Jakarta – Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp4,08 triliun dari…

Pemprov DKI Siapkan MRT Tahap II

      NERACA   Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta tahap…