Kegiatan CSR Dengan Inisiatif Berbasis Pendidikan

Sabtu, 08/10/2011

Tampaknya sektor pada bidang pendidikan masih menjadi bidang yang banyak digemari perusahaan dalam menentukan dalam program kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility).

Neraca. Pendidikan dinilai menjadi pokok penting dalam sebuah kehidupan yang harus dimiliki oleh semua pihak tanpa terkecuali. Perusahaan-perusahaan kerap melaksanakan kegiatan CSR-nya yang berfokus pada masalah pendidikan. Salah satu perusahaan yang melakukan kegiatan CSR-nya dengan berfokus pada pendidikan adalah yang dilakukan oleh DHL. DHL merupakan perusahaan pemimpin pasar global dalam industri logistik dan merupakan perusahaan logistik untuk dunia.

DHL menggelar sejumlah inisiatif untuk memajukan pendidikan di Indonesia sebagai bagian dari Global Volunteer Day Deutsche Post DHL (DP DHL). Global Volunteer Day adalah program bakti komunitas tahunan yang bertujuan untuk menanamkan semangat sukarela kepada karyawan DHL serta mendorong mereka untuk meluangkan waktu dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kegiatan ini diikuti lebih dari 500 karyawan DHL Express, DHL Global Forwarding dan DHL Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membawa perubahan bagi kehidupan anak-anak di lingkungan sekitar. Volunteer Day tahun ini difokuskan pada GoTeach, salah satu dari tiga program tanggung jawab perusahaan dari DP DHL, dimana para relawan DHL melakukan beragam kegiatan guna memperbaiki fasilitas sekolah dan memperkaya pengalaman belajar siswa. Program kegiatan ini juga menandakan dimulainya program orang tua asuh selama setahun penuh untuk para siswa sekolah dasar Al Munawaroh. Program-program ini mewujudkan tiga program CSR DHL, yaitu GoTeach (memajukan pendidikan), GoGreen (melindungi lingkungan) dan GoHelp (pemberian bantuan pasca bencana alam).

Sebanyak 122 penerima beasiswa dari keluarga yang beranggotakan setidaknya lima orang dan berpenghasilan kurang dari Rp 700.000 per bulan. Melalui program orang tua asuh, 122 siswa ini akan menerima bantuan finansial dari DHL berupa biaya sekolah selama satu tahun penuh. Para penerima akan dievaluasi setiap tahunnya untuk tetap memastikan kelayakan serta menentukan jenis bantuan yang diperlukan. Yang mana sebelumnya dilakukan pengidentifikasian terlebih dahulu.

"Pendidikan adalah bekal bagi semua orang untuk maju dan merupakan kunci menuju perekenoian yang lebih tinggi. Pendidikan juga dapat menjamin kesejahteraan masyarakat. Melalui inisiatif GoTeach tahun ini, kami ingin menyediakan akses pendidikan yang lebih baik bagi penduduk Indonesia yang kurang mampu. Rangkaian kegiatan yang dijalankan DHL merupakan peluang yang sangat baik bagi staf kami untuk dapat menjangkau masyarakat dan benar-benar memahami semangat sukarela.”, ungkap Ahmad Mohamad, Senior Technical Advisor DHL Express/PT Birotika Semesta.

“Melalui kegiatan tahun ini, kami ingin menyediakan apa yang dibutuhkan anak-anak dari Marunda untuk kegiatan belajar-mengajar mereka sehari-hari. Kami juga ingin memberikan pengalaman berkesan melalui darmawisata serta mengembangkan pengetahuan dan kecintaan mereka terhadap budaya Indonesia. Kami bangga karyawan DHL membawa Volunteer Day selangkah lebih jauh dengan berpartisipasi dalam program perdana orang tua asuh. Program ini memberikan akses pendidikan lebih luas bagi siswa untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” kata Abdul Rahim Tahir, Managing Director, DHL Supply Chain.

“Kami berharap langkah-langkah sederhana ini dapat menginspirasi staf kami untuk terus memberikan kontribusi dalam berbagai kegiatan di komunitas sekitarnya. Di DHL, upaya kami tidak terbatas pada DHL Volunteer Day. Corporate Responsibility memiliki peran penting dalam kegiatan operasional kami sehari-hari dan kami yakin setiap hal yang dilakukan oleh masing-masing karyawan akan memberikan dampak besar,” ujar Welani Widjaja, Managing Director, DHL Global Forwarding.