Pasar Otomotif Lesu Kerek Laba Astra - Bukukan Laba Bersih Terkoreksi 16%

NERACA

Jakarta – Menyadari tahun 2015 menjadi tahun penuh tantangan, seiring dengan lesunya pasar penjualan otomotif ikut dirasakan PT Astra International Tbk (ASII). Pasalnya, sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, perseroan membukukan laba bersih Rp 3,99 triliun atau turun sebesar 16% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 4,72 triliun.

Presiden Direktur Astra International, Prijono Sugiarto dalam siaran persnya mengungkapkan, penurunan laba bersih disebabkan oleh harga komoditas yang masih rendah serta ketatnya persaingan bisnis kendaraan roda empat,”Walaupun kami menghadapi tantangan akibat penurunan pertumbuhan ekonomi, tertekannya pasar komoditas dan meningkatnya persaingan di sektor kendaraan roda empat, bisnis Astra tetap di posisi terdepan sebagai pilihan konsumen, didukung oleh neraca keuangan yang kuat," ujarnya

Sementara itu, pendapatan Astra pada akhir kuartal I-2015 tercatat sebesar Rp 45,18 triliun atau turun 9% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 49,82 triliun. Dari enam sektor bisnis yang dijalankan Astra, empat di antaranya mengalami penurunan. Sektor yang melemah adalah otomotif (-21%), agribisnis (-80%) serta infrastruktur, logistisk dan lainnya (-59%).

Di sisi lain, sektor bisnis yang mengalami kenaikan laba bersih adalah jasa keuangan (21%), alat berat dan pertambangan (3%) dan teknologi informasi (42%). Asal tahu saja, tren penurunan penjualan otomotif yang masih berlanjut menyebabkan kinerja penjualan kendaraan bermotor PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang tahun 2015 ikut mengerem.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil secara nasional hingga akhir Februari 2015 sebesar 182.933 unit. Dari total penjualan itu, porsi mobil Astra sebesar 87.259 unit. Jika dibandingkan realisasi penjualan pada periode yang sama tahun lalu, terjadi penurunan sekitar 17%. Angka penjualan mobil perseroan ini di akhir Februari 2014 sebanyak 115.274 unit.

Penurunan penjualan mobil milik Astra ini mengikuti tren penurunan penjualan mobil domestik. Realisasi penjualan dua bulan pertama 2014 secara nasional, yaitu sebesar 215.433 unit. Loyonya penjualan membuat pangsa pangsa pasar mobil Astra di pasar mobil turut terjungkal.

Pada dua bulan tahun lalu, pangsa pasar mobil perseroan mencapai 53%. Sedangkan, tahun ini hanya sebesar 48%. Tidak hanya pada penjualan mobil, emiten otomotif ini juga tidak mampu menahan laju penurunan penjualan di segmen sepeda motor.

Secara year-on-year (yoy), penjualan motor perseroan merosot 9,34%. Mengutip data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) per akhir bulan lalu, penjualan motor merek Honda tercatat sebanyak 716.823 unit. Angka ini menyusut dibanding realisasi penjualan Februari tahun lalu yang mencapai 790.747 unit.

Lesunya penjualan motor ASII selaras dengan anjloknya penjualan roda dua secara nasional. Sepanjang 2015, total penjualan motor domestik sekitar 1,05 juta unit. Sementara itu, pada Januari-Februari 2014, total penjualan motor mencapai 1,25 juta unit. Kendati penjualan motor turun, pangsa pasar Astra menanjak. Pangsa pasar sepeda motor ASII pada akhir Februari 2015 sebesar 68%. Adapun, di akhir Februari tahun lalu hanya 62,5%. (bani)

BERITA TERKAIT

Industri Daur Ulang di Sektor Otomotif Terus Dipacu

Kementerian Perindustrian mendorong implementasi industri daur ulang atau recycle industry untuk sektor otomotif. Konsep tersebut dinilai mampu mendongkrak daya saing…

Peduli Kesehatan - Lagi, Astra Serahkan 10 Truk Tangki Air Ke PMI

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Astra International Tbk pada pekan kemarin kembali…

Laba Adira Finance Terkoreksi 28,81%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih Rp1,815 triliun atau turun 28,81% dibanding periode…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…