Investasi WEF Diarahkan ke Sektor Prioritas

Sabtu, 25/04/2015

NERACA

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof A. Chaniago mengatakan bahwa pemerintah akan mengarahkan investasi yang diperoleh dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2015 mengalir ke sektor-sektor yang sesuai dengan prioritas pembangunan nasional.

Andrinof setelah Musyawarah Rencana Pembangunan Provinsi Banten di Tangerang, Senin, mengatakan bahwa pemerintah mengincar derasnya aliran investasi dari WEF untuk sektor pangan, energi, maritim dan infrastruktur, di tengah upaya pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 5,7 persen.

"Kami akan dorong kesana. Infrastruktur akan diarahkan ke sektor-sektor prioritas," kata dia.

Menurut Andrinof, peran investor akan sangat penting dalam percepatan pembangunan nasional. Pemerintah, kata dia, juga mencoba mengarahkan investor agar tertarik dalam berinvestasi pada program-program infrastruktur dasar.

"Jika swasta melihatnya tidak layak secara ekonomi, infrastruktur dasar itu tetap akan dibangun oleh pemerintah. Atau pemerintah mengandalkan BUMN, atau lewat penyertaan modal negara (PMN) BUMN," kata dia.

Secara terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan dalam WEF investor bisa mendapatkan informasi yang jelas mengenai insentif fiskal dan non-fiskal yang ditawarkan pemerintah.

"Mungkin belum ada yang riil dari pertemuan ini, tetapi mereka bisa tanyakan segala apapun tentangtax incentive, masalah birokrasi, upah buruh dan macam-macam, yang sepenuhnya bisa kita jelaskan kepada investor," ujarnya.

Sofyan mengharapkan investor semakin percaya diri untuk menanamkan modalnya di Indonesia, terutama untuk sektor-sektor yang diprioritaskan pemerintah.

"Kalau kita mendapatkan investasi yang cukup, maka akan mudah sekali kita untuk meningkatkan ekspor dan menyelesaikan masalah seperti infrastruktur listrik. Untuk itu, forum ini bertujuan untuk menimbulkanconfidentbahwa Indonesia merupakan tempat investasi yang baik," katanya.

Pemerintah mengharakan realisasi investasi dapat tumbuh rata-rata 10,2 persen per tahun, dengan target realisasi investasi mencapai Rp3.500 triliun selama 2015-2019, menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).