Dibutuhkan Arsitektur Energi Baru Indonesia

NERACA

Jakarta--- Struktur sistem energi dunia diyakini sedang mengalami perubahan significant. Bahkan diprediksi saat ini dunia berada pada titik perubahan bersejarah yang akan mengubah arsitektur energi global. “sekitar 90% pemimpin sektor energi di Davos percaya, arsitektur energi dunia sedang mengalami perubahan,” kata Direktur Utama Indika Energy M. Arsjad Rasjid P.M. dalam World Economic Forum (WEF) 2011, Annual Meeting of the New Champions atau Summer Davos.

Oleh karena itu, Arsjad meminta perlu ada semacam komitmen politik agar terjadi perubahan pola pikir masyarakat untuk memastikan transisi yang baik menuju arsitektur baru tersebut. “Apakah kita bisa bergerak menuju energy mix yang lebih efisien atau tidak, ini berawal dari pemahaman public tentang apa yang penting bagi masa depan,” tambahnya’

Menurut Arsjad, Indonesia saat ini menghadapi kenyataan ekonomi terutama implikasi pergeseran energy mix nasional. Karena itu masih ada pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk mendidik masyarakat dalam hal penghematan energi dan penggunaan sumber energi yang lebih bersih.

Diakui Arsjad, Indonesia berhasil melakukan konversi minyak tanah ke LPG untuk segmen rumah tangga dan bisnis mikro. Namun harus menggandakan suplai listrik di Jawa sebelum 2020 dan juga di luar Jawa. “Komitmen politik menjadi kunci dalam ketahanan energi dan transisi yang mulus menuju arsitektur energi baru di Indonesia,” ungkapnya

Selain komitmen politik, kata Arsjad, perlu juga melibatkan masyarakat dan dukungan swasta. Ketiganya harus bekerja sama guna membangun Indonesia dalam mengatasi isu-isu energi satu dekade ke depan.

Yang jelas perusahaan-perusahaan terpilih ini telah memberikan dampak yang signifikan terhadap agenda global. Integrasi yang solid di seluruh mata rantai suplai energi memang telah menjadi penggerak utama bisnis Indika Energy. “Kami ingin mengkombinasikan kekuatan sumber daya alam, jasa, dan infrastruktur secara penuh,” cetusnya

Seperti diketahui, Indonesia berpartisipasi aktif dalam WEF Summer Davos melalui Indika Energy. Bahkan Indika Energy terpilih sebagai role model dari 315 anggota WEF Global Growth Companies (GGC) yang mewakili lebih dari 60 negara. “Ini bukan hanya kebanggaan bagi kami, tapi juga untuk seluruh kalangan bisnis di Indonesia,” ujar Wakil Direktur Utama Indika Energy Wishnu Wardhana selaku GGC Top Executive.

Menteri Perdagangan Mari Pangestu melihat ini sebagai bukti bahwa reputasi bisnis Indonesia telah melangkah lebih jauh. "Terpilihnya Indika Energy sebagai role model dari GCC di WEF Summer Davos membuktikan kualitas dunia yang dimiliki perusahaan tersebut. Ini adalah berita yang sangat baik untuk kalangan bisnis di Indonesia,” ujar Mari mendukung pernyataan Wishnu.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Chatib Basri mengatakan Keberhasilan Indika jelas merupakan kisah sukses yang dibutuhkan Indonesia. “Perusahaan-perusahaan yang profilnya dimuat (dalam Buku Profil GGC) adalah role model baik dalam bidang inovasi teknologi, model bisnis baru, maupun pertumbuhan yang berkesinambungan dan bertanggung jawabsosial. Ini merupakan atribut penting yang menentukan pemimpin-pemimpin bisnis global sejati,” kata Jeremy Jurgens, Direktur Senior dan Kepala Keanggotaan WEF. **cahyo

Related posts