Perencanaan SDM SistemPembayaran

Oleh: Achmad Deni Daruri, President Director Center for Banking Crisis

Senin, 20/04/2015

Perencanaan Sumber Daya Manusia sistem pembayaran merupakan fungsi dari visi pemimpin nasional dan juga harus diperhatikan bahwa sistem pembayaran juga memiliki banyak wajah. Perencanaan ini searah dengan tujuan untuk mengurangi resiko dalam sistem pembayaran nasional. Perencanaan sumber daya manusia ini didesain untuk membuat peserta sistem keuangan dan operator sistem menyadari jenis risiko dasar yang timbul dalam proses penyelesaian dan berkaitan dengan manajemen risiko, serta menetapkan risiko eksplisit dari risiko sistemik. Termasuk menetapkan kondisi kebijakan yang mengatur pemberian kredit intraday untuk pemegang rekening.

Misalnya evaluasi ketentuan kartu kredit, peningkatan aspek keamanan dalam penyelenggaraan kartu kredit, peningkatan aspek prudential dalam kartu kredit, dan aspek perlindungan bagi pemegang kartu kredit (penggunaan tenaga pihak ketiga dalam penagihan kartu kredit). Belum lagi migrasi chip pada kartu ATM/Debet, penggunaan standar teknologi chip yang disepakati industri dan telah disetujui Bank Indonesia, dan mengganti sarana otentikasi dari tanda tangan menjadi PIN minimal 6 digit yang juga harus terus jalan.

Berkaitan dengan perdagangan bebas antar anggota negara ASEAN dalam Wawasan 2020 ASEAN memerlukan perencanaan Sumber Daya Manusia yang serius. Target output-nya adalah peningkatan efisiensi likuiditas transaksi pembayaran nilai besar, dan penyesuaian terhadap standar industri keuangan internasional.

Untuk itu diperlukan peningkatan kapasitas transaksi pada sistem BI-RTGS dan BI-SSSS, peningkatan efisiensi investasi infrastruktur secara nasional dalam industri, dan penurunan biaya penyelenggaraan transaksi baik dari sisi industri maupun pengguna. Dengan mengetahui konteks ini maka barulah perencanaan sumber daya manusia dapat dilakukan. Permasalahannya sejauhmana Bappenas juga memahami hal ini karena perencanaan sumber daya manusia juga harus berkonteks makroekonomi. Jika Bappenas tidak mampu menjalankan fungsinya seperti jaman Wijoyo Nitisastro maka perencanaan sumber daya manusia hanya tergantung kepada departemen pendidikan, perindustrian, dan pertanian. Secara sektoral tidak akan ada yang peduli terhadap perencanaan ini.

Perbankan melakukan perencanaan sumber daya manusia sesuai kebutuhan permintaan jasa perbankan. Dengan demikian tidak ada derived demand yang eksak yang berasal dari satu sektor. Setelah permasalahan kelembagaan maka masalah selanjutnya adalah masalah proses.

Pengetahuan tanpa pengalaman menyebabkan orang membuat perencanaan yang terlihat sempurna tetapi kemudian terbukti tidak bisa diimplementasikan. Ada struktur proses seleksi yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam memilih sistem yang tepat. Proses seleksi tidak harus selalu rumit agar efektif. Yang penting organized, focused dan simple.

Proses seleksi ini biasanya berkisar antara 5-6 bulan sejak dimulai. Berikut ini adalah akivitas yang sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari proses pemilihan strategi perencanaan Sumber Daya Manusia sistem pembayaran nasional yaitu: analisis strategi bisnis dari mikro hingga makro, analisis Sumber Daya Manusia mikro hingga makro, analisis infrastruktur mikro hingga makro dan analisis software dari mikro hingga makro. Targetnya menciptakan keunggulan kompetitif secara nasional. Keunggulan kompetitif (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama.

Istilah ini berasal dari judul buku Michael Porter, “Competitive Advantage” 1985, yang dibuat sebagai jawaban atas kritik terhadap konsep keunggulan komparatif. Porter merumuskan dua jenis keunggulan kompetitif perusahaan, yaitu biaya rendah atau diferensiasi produk. Untuk itu sistem pembayaran secara mikro dan makro harus mampu menjawab pertanyaan berikut. Bagaimana komitment top management? Bagaimana komitmen dari tim implementasi? Sistem yang diperlukan adalah sistem yang merupakan irisan dari sistem pembayaran dan sistem pengembangan sumber daya mansusia artinya ada interaksi antara manajemen Sumber Daya Manusia dengan manajemen teknologi informasi.

Sistem ini menggabungkan manajemen Sumber Daya Manusia sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktivitas-aktivitasnya tersebut seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan. Secara keseluruhan sistem ini bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basis data yang bersifat universal.

Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul perencanaan sumber daya manusia melalui satu basis data yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel.***