BPOM Minta Industri Es Batu Uji Kelayakan

NERACA

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Roy Sparingga mempertanyakan kelayakan industri es batu di Indonesia. Pasalnya, sampai saat ini belum ada ukuran standarisasi nasional khusus untuk industri es batu.

"Sekarang pertanyaannya, layak tidak industri itu. Kita utamakan kepentingan publik dan kesehatan masyarakat adalah nomor satu," kata Roy, di Jakarta, Senin (30/3/2015).

Nantinya, BPOM akan meminta semua perusahaan es batu untuk mendaftarkan diri. Setelah itu, BPOM akan mengevaluasi kelayakan industri es baty tersebut. Jadi, semua industri es batu nantinya akan memiliki sertifikasi izin dari pemerintah dan BPOM.

"Jadi semuanya harus sudah didaftar. Saratnya, mereka harus sudah distandarisasi dan produknya harus terdaftar," imbuh Roy.

Pada kesempatan yang sama, Roy juga memaparkan hasil investigasi di lapangan terkait adanya kasus es batu beracun. Hasil investigasi itu menunjukkan bahwa, es batu yang beracun terbuat dari air sungai dan air dari PDAM.

"PDAM pun itu bukan air yang layak untuk diminum. PDAM air bersih, tapi bukan untuk diminum. Sehingga tidak ada jaminan kesehatan meskipun itu bahan bakunya dari PDAM," jelas Roy.

Seperti diketahui, sebuah pabrik es batu di Cakung, Jakarta Timur, digerebek Polres Metro Jakarta Selatan setelah adanya pengaduan warga Setiabudi yang alami keracunan setelah mengonsumsi es batu produksi PT EU itu. Es batu tersebut mengandung bakteri Coliform yang dapat memicu kanker. Kini, pemilik pabrik masih diperiksa polisi dan pabrik pembuatan es balok itu sudah berhenti beroperasi.

Related posts