Dirut XL Rencanakan Mengundurkan Diri

Direktur Utama PT XL Axiata Tbk (EXCL), Hasnul Suhaimi berencana mundur dari jabatannya per 1 April 2015. Namun, Hasnul tidak sepenuhnya meninggalkan Axiata Group, karena dia akan menjadi komisaris pada anak usaha Axiata di Bangladesh.

Hasnul mengatakan, dirinya akan menjadi komisaris utama pada perusahaan patungan, PT XL Planet, perusahaan yang mengelola situs belanja online, Elevenia,”Itu rencana sejauh ini, keputusan final masih pekan depan. Kami akan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 1 April,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurut Hasnul, Dian Siswarini yang saat ini menjabat sebagai wakil direktur utama XL merupakan calon kuat pengganti dirinya. Sesuai rencana, perusahaan harus siap melakukan perubahan. Salah satu langkah perubahan yang dilakukan adalah melakukan transformasi reorganisasi. Asal tahu saja, Hasnul diangkat sebagai direktur utama XL pada September 2006. Hasnul telah malang melintang di industri operator telekomunikasi. Sebelumnya, beliau memegang berbagai posisi direksi pada PT Indosat Tbk (ISAT) selama 1997-1998 dan 2002-2006, dengan jabatan terakhir sebagai direktur utama.

Hasnul juga merupakan direktur utama Indosat Multi Media Mobile (IM3) periode 2001-2002 dan direktur perdagangan PT Telekomuniaksi Selular (Telkomsel) periode 1998-2000. Hasnul lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1981 dengan gelar insinyur bidang teknik listrik, sebelum meraih gelar master of business administration dari Universitas Hawai, AS, pada 1992.

Dalam dua tahun terakhir, Hasnul memimpin XL dengan melakukan aksi korporasi yang terbilang signifikan. Pada Maret 2014, XL menuntaskan transaksi akuisisi PT Axis Telekom Indonesia senilai US$ 865 juta. Selanjutnya, pada 23 Desember 2014, XL menuntaskan transaksi penjualan dan pengalihan 3.5000 menara telekomunikasi milik perseroan kepada PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Nilai transaksi penjualan mencapai Rp 5,6 triliun.

Kini, XL membidik dapat meraup keuntungan pada akhir 2015, dibandingkan realisasi kinerja tahun lalu yang masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 891 miliar. (bani)

Related posts