Kemandirian Ibu Rumah Tangga, Ciptakan Kesejahteraan - Financial Make Over for Housewives

Rawan, aman, nyaman, dan mapan, adalah empat fase dalam kemampuan finansial. Ada di posisi manakah Anda saat ini?

NERACA

Berbicara mengenai ekonomi adalah juga berbicara mengenai perempuan, sebab kenyataannya, perempuan adalah agent of development yang perannya sangat dibutuhkan dalam perkembangan perekonomian.

Bagaimana tidak? Keberdayaan wanita di bidang ekonomi merupakan salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan. Saat wanita menjadi kaum terdidik, dan mempunyai hak-hak kepemilikan, serta mempunyai pendapatan mandiri, pada saat itulah kesejahteraan rumah tangga meningkat.

Melihat fakta bahwa hampir 75% keuangan rumah tangga di Indonesia dikelola oleh perempuan, Entrepreneur and investor, Wealth Coach atVanayaInstitute, Messayu Shinta menganggap bahwa para istri Indonesia harus diperlengkapi oleh kemampuan mengolah keuangan yang baik.

“Istri adalah Menteri Keuangan Rumah Tangga, dan sebagai ibu rumah tangga yang cerdas, para istri harus mampu mengubahmindsetmereka, dari yang tadinya hanyaspendmenjadiincome creation. Jadi menghemat dan menabung saja tidak cukup, harus mampu juga mencari cara untuk dapat menambah nilai kekayaan demi kebutuhan keluarga.” kata Messayu Shinta

Sementara itu, Lyra Puspa,PresidentdanFounderVanaya Institute menuturkan, menabung bukanlah konsep terbaik dalam perancangan keuangan, karena sebenarnya ada kerugian-kerugian yang tidak disadari ketika menabung.

“Kalau kita hitungkan kembali hasil dari menabung konvensional, sebenarnya nilai yang ditabungkan berkurang dengan adanya pajak dan administrasi bank, padahal bunga berada di bawah inflasi, sehingga hal ini memastikan harta kita semakin tergerus secara pasti. Menabung konvensional juga merupakan stagnasi perputaran aset, karena ditumpuk saja, sehingga tidak ada fungsileverageyang bisa mengakselerasiwealth,” ungkap ibu rumah tangga yang juga merupakan seorang pemilik dari beberapa jaringan usaha kuliner, mainan anak, dan minimarket terkemuka, serta merupakan investor emas dan properti yang handal ini.

Guna memperkanalkan lebih dalam tentang Wealth habit, strategi menciptakan kebiasaan-kebiasaan kecil dalam hidup namun mampu menciptakan impactbesar kepada kesejahteraan keluarga secara jangka panjang, baru-baru ini Vanaya Institute menggelar seminar bertajukFinancial Make Overfor Housewives, di Hotel Harris, Tebet.

Berbeda dengan kegiatan sejenis, acara yang digelar 14 Maret 2015 lalu ini dibawakan dengan teknikcoachingdengan konsep Financial Make Over dari Vanaya Institute yang sangat berbeda dengan cara mengelola keuangan mainstream.

Para ibu tidak diharapkan untuk sekedar menghemat dan menabung, sebagaimana pendekatan tradisional tetapi dibukakan pola pikirnya tentangfinancial intelligence, sehingga terbentukWealth Mindsetdan Wealth Habitkarena kesadaran dan kecerdasan finansial, bukan sekadar menghemat karena ketakutan masa depan apalagi keterpaksaan.

Tren saat ini, para ibu rumah tangga menginginkan adanya waktu yang lebih banyak untuk keluarga tanpa harus kehilangan usaha atau karir impian mereka. Melihat para wanita cerdas ini memiliki antusias yang tinggi untuk mempunyai usaha dengan waktu yang fleksibel, para coach Vanaya juga berbagi ilmu tentangWomenprenuership.

Womenprenuership

Ada fakta menarik dibalik tumbuhnya industri kecil dan menengah Indonesia. Data yang didapatkan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan, 60% dari total 46 juta usaha kecil menengah Indonesia dimiliki oleh wanita Indonesia. Ini menandakan jumlah wanita yang memiliki usaha sendiri tidaklah sedikit. Disamping itu, fakta lain yang menarik dari hasil riset ini adalah dalam hal pembayaran utang, pengusaha wanita lebih disiplin dan bertanggung jawab. Oleh sebab itu, tidak heran para investor lebih mempercayakan dana mereka kepada pebisnis wanita.

“Wanita memiliki kemampuan berkomunikasi antar pribadi yang lebih baik dari pada kaum Adam. Ini merupakan potensi yang sangat baik untuk dikembangkan dalam menciptakan dan mengembangkan usaha mandiri” terang Anitawati Seman, wanita yang telah menjalani karirnya selama 30 tahun di berbagai lintas industri, mulai dari minyak dan gas, konstruksi, dan farmasi dan merupakan salah satucorporate coach Vanaya di sela-sela acara.

Menurut dia, tidak sedikit konflik rumah tangga muncul dikarenakan ketidakpiawaian istri mengolah keuangan. Sedikit yang sadar bahwa pendidikan mengolah mengolah keuangan rumah tangga itu penting.

“Masih banyak wanita Indonesia yang silau dengan mode, tren fashion hingga gadget daripada investasi jangka panjang dan yang terpenting mindset wanita Indonesia tentang cara menabung masih keliru. Oleh karena itulah kami mengadakan acara ini, agar para wanita cerdas tidak keliru mengolah keuangan dan mampu mewujudkan mimpi anak dan keluarga mereka,” tambah Lyra Puspa.

Related posts